Istri Terbaik Pilihan Ayah

Istri Terbaik Pilihan Ayah
jebakan Tamara


__ADS_3

Tamara menginjakkan kakinya pada eskalator terakhir.


Eskalator bergerak pelan.


"Rayhan. Aku harap dugaan ku salah, aku tak akan membiarkan Kinara mendapatkanmu. Jika bukan aku, jangan harap siapapun menjadi pendamping mu termasuk Kinara, akan ku lakukan apa pun untuk memisahkan kalian.!"


.....Tamara, dia selalu angkuh.


Sejak Rayhan masuk di Universitas "B", saat itu pula Tamara menaruh hati kepada Rayhan. Tamara tidak akan membiarkan Rayhan jatuh dipelukan perempuan mana pun, itu janjinya yang berubah menjadi ambisi ....


Tamara berdiri pada eskalator yang bergeraak mengantarnya menuju lantai berikutnya.


Tamara belum sampai dilantai yang ia tuju saat menerima kiriman sebuah vidio dari seseorang.


Tamara menarik nafasnya terlebih dahulu. Menyiapka hatinya, khawatir rekaman tersebut bukan seperti yang diharapkannya.


Tamara telah sampai dilantai terakhir saat berhasil mengunduh pesan berupa vidio yang dikirimkan kepadanya.


Tamara tertegun sejenak, pandangannya fokus pada layar pipih ditangannya.


Vidio tersebut adalah sebuah rekaman kejadian saat Rayhan mencium Kinara dilapangan futsal.


Tamara mendengus penuh emosi saat melihat adegan dalam vidio tersebut.


"Akan kubuat perhitungan." Erang Tamara.


Tamara mengangkat handphonenya mensejajarkan benda pipih tersebut dengan wajahnya.


Tepat dihadapannya. Tamara melihat seorang lelaki yang ada dalam vidio tersebut tengah memperhatikan seorang perempuan yang juga ada dalam vidio ditangannya, dia Kinara.


Tamara menatap marah kepada keduanya. Dilihatnya Rayhan tengah begitu serius memandang Kinara dari kejauhan, yang paling menyakitkan Tamara tidak pernah mendapatkan tatapan itu darinya.


"Loe ingin bergabung dengan gue,?? lakukan sesuatu malam ini.!!"


Tamara. Dia, tengah menelpon seseorang, yang beberapa hari yang lalu memohon setengah bersujud meminta Tamara supaya menjadikannya salah satu anggota geng Tamara, yang terkenal kuat dan disegani.


Tanpa menunggu jawaban, Tamara langsung menutup telponnya.


.......


Rayhan.


Setelah puas mengamati Kinara dari kejauhan, kakinya tergerak untuk melangkah mendekati Kinara.


Tetapi sebuah panggilan menghentikannya.


Rayhan berbalik dan sedikit berjalan menjauh ke tempat yang sepi dari keriuhan.


"Halo, Mah." Rayhan pada wanita paruh baya dibalik telpon. "Ada apa.??"


"Ray..?? Apa kamu sedang bersama Kinara.??" Tanya Karin disebrang telpon.


"Ia mah," jawab Rayhan.


"Kebetulan sayang, nanti ajak Kinara mampir ke sini, ya.!! mamah mau nunjukin dia baju untuk ia kena,kan dihari pernikahan kalian."


"Baik, mah." Sahut Rayhan.


Setelah menutup telponnya Rayhan bergegas menemui Kinara.


Tapi sayang, saat Rayhan sampai ditempat Kinara melatih, Kinara sudah tidak ada lagi ditempatnya.


Rayhan mematung mengamati sekeliling lalu melangkahkan kakinya bertanya pada salah seorang ibu dari anak didik Kinara.


"Maaf, Buk. Apa ibu melihat perempuan yang tadi melatih Anak-anak disini.??"


"Kalo gak salah dia pergi terburu-buru, sesaat setelah menerima telpon."


"Kira-Kira dia kemana.??" Fikir Rayhan.


"Oo. Terima kasih buk." Rayhan pergi meninggalkan area untuk menyusul Kinara.

__ADS_1


........


Kinara.


Dia berdiri mematung melihat lorong gelap didepannya.


Lorong kecil yang terdapat dibelakang sebuah bar.


Menurut penuturan seseorang yang menelponnya, Tamara tengah merundung seorang perempuan ditempat ini.


Tapi tempat ini begitu gelap.


Kinara melangkah perlahan sambil menatap ke sekeliling.


Setelah berjalan cukup jauh Kinara dikejutkan dengan pekikan seseorang.


"Tolongg..!!" Teriak seseorang yang bahkan tidak Kinara kenali.


"Tamara hentikan.!!" Bentak Kinara.


Tamara beserta kelima temannya menghentikan aksinya lalu berbalik kepada Kinara.


"Jangan so jadi pahlawan loe.!!" Tamara menunjuk Kinara setengah menekan.


Kinara diam.


"Kenapa loe diam. Ayo, loe mau pukul gue, kan.??" Tamara berjalan setengah menyeret Kianra.


"Tamara, apa yang kamu lakukan.?? Ini tidak baik, kasian dia, apa yang kau inginkan darinya..?? Kita bisa bicarakan ini baik-baik."


Tamara mendengus emosi mendengar negogosiasi yang disampaikan Kinara.


"Oke. Kalau begitu jauhi Rayhan.!!"


"Apa..?? Apa hubungannya dengan dia.??" Kinara menunjuk Perempuan yang duduk dipojokan.


"Loe turuti atau gue habisi dia." anacam Tamara.


Kesal dengan pertanyaan Kinara lantas Tamara melampiaskan pada perempuan tersebut.


Tamara menghunuskan balok kayu ditangannya untuk memukuli perempuan tersebut.


Perempuan itu memejamkan matanya ketakutan.


"Tamara, hentikan.!!" Kinara mengahadang pukulan Tamara, melindungi perempuan tersebut dengan tubuhnya.


Buuuk, buuk, buuk..


Pukulan demi pukulan melayang dan hinggap ditubuh dan kepala Kinara yang tanpa salah dan dosa.


Beberapa bagian yang terkena pukulan benda tumpul robek dan mengalirkan darah segar, mengalir melewati wajah Kinara dan mewarnai baju putih yang dipakainya.


Kinara meronta dan melawan, namun jumlah mereka terlalu banyak, terlebih mereka memakai balok kayu sedangkan Kinara menggunakan tangan kosong.


Perempuan yang sempat Kinara lindungi sebelummnya, berdiri menyaksikan pukulan demi pukulan yang Tamara dan lima temannya hunuskan dengan membabi buta.


Dia, perempuan itu.


"Halo halo, apa ini dengan Rayhan..??" dari suara dibekakangnya terdengar kegaduhan.


"Tolong kami, Kinara beserta kelima temannya tengah memukuli Tamara."


Tutt tut


Panggilan diakhiri secara sepihak.


...


Rayhan.


Dia berlari mengelilingi area setempat untuk mencari keberadaan Kinara, wajah Rayhan nampak dibalut dengan kekecewaan dan kemarahan kepada Kinara.

__ADS_1


Rayhan tak habis fikir mengapa Kinara bisa begitu kejam bahkan kepada seorang perempuan.


Kinara terpojok saat pukulan-pukulan itu bertubi-tubi menimpanya, seperti segerombol tawon yang bertubi-tubi menyengatinya.


Kinara tidak pernah menyangka Tamara akan menjebaknya seperti ini.


Kinara meronta, tubuh lemahnya mencoba menyeret mereka satu persatu.


Kinara menyeret tamara pada dinding dan menekan tubuh tamara disana.


"Apa maks...


"Kinara hentikan,!! apa yang kamu lakukan ??" Teriak Rayhan.


Dilihatnya Tamara terkulai lemas diatas lantai.


"Ray aku bisa jelasin." Tiba-Tiba pandangan Kinara berubah kabur, Kinara memegangi kepalanya yang terasa begitu sakit, darah dari kepala terus mengalir membasahi wajahnya, dan sebagian baju yang membalut Kinara kini telah berwarna merah.


"Kenapa kau lakukan ini.??" Bentak Rayhan.


Kinara mencoba melangkah walau terhyung untuk mendekati Rayhan.


Tubuhnya Tiba-Tiba roboh dan matanya buram.


Lima orang suruhan tamara telah berlari terbirit-birit saat mendengar suara Rayhan.


"Ray," kaki lemah Kinara mencoba untuk berdiri. "Aku bisa jelasin semua ini, ini tidak seperti yang kamu kira Ray."


"Aku kecewa, aku kecewa Kinara, kenapa kau bisa lakukan ini ??.!!" teriak Rayhan kecewa dan emosi.


"Ray, aku mohon dengarkan, tadi aku menolong dia, dia tengah dirundung Tamara." Kinara menunjuk perempuan yang telah berlari kepada Tamara yang terkulai diatas lantai.


Rayhan menatap tajam kearah perempuan yang ditunjuk Kinara.


"Bohong, !! kau bohong Kinara.!! Jangan percaya dia, dia perempuan jahat dia gak punya hati." Perempuan itu menggoyang-goyangkan tubuh Tamara untuk menydarkannya. "Tamara bangun, bangun tamara."


"Kenapa kau berpura-pura.?? Apa kau sengaja menjebakku.??" suara Kinara melemah.


"Aku tidak sedang berpura-pura, dan aku tidak menjebakmu." Bentak perempuan itu. "Kau tau,?? aku dan Tamara telah berteman sejak lama, mana mungkin Tamara akan sekejam itu, Hiks hiks."


"Akting mu sungguh hebat kawan." Ucap tamara dalam hati.


"Ray, mohon percayalah aku tidak melakukan hal buruk ini, aku dijebak,"


Perempuan itu memutus penjelasan Kinara seakan tak memberinya sedikit pun kesempatan untuk bicara.


"Kau dijebak.?? Lalu mereka siapa..?? mereka yang telah membabi buta memukuli Tamara, bukankah itu orang suruhanmu, lalu bagai mana kau bisa dijebak.??" Perempuan itu membalikan pakta seolah Kinara lah dalang dibalik semua ini.


"Aku tidak tau siapa mereka." Tubuh Kinara tak lagi tegak, badannya gemetar menahan rasa sakit. "Ray aku mohon percaya sama aku, tadi tiba-tiba ada yang.....


Rayhan menyambar kata-kata Kinara. "Diaammm.!! apa lagi yang akan kau jelaskan,??" Rayhan benar-benar dibuat kecewa.


"Kinara, aku menyesal telah mengambil waktu untuk lebih mengenalimu, seharusnya dari awal aku tidak menyetujui pernikahan itu." Rayhan menekan,kan kata terakhir.


Rayhan setengah berbisik. "Tapi semua belum terlambat." Rayhan kembali menaikan suaranya. "Aku akan membatalkan pernikahan kita.!!"


Kinar berlari tergopoh-gopoh. "Aku mohon jangan lakukan itu." Kinara memegang tangan Rayhan. "Aku mohon, aku mohon." Rayhan menepiskan pegangan Kinara.


"Aku bodoh, Benar-Benar bodoh." Rayahan menarik rambutnya frustasi dan kecewa. "Harusnya aku tau se ekor singa tak akan berubah menjadi kelinci, kau jahat selamanya kau akan jahat dan tidak akan pernah berubah menjadi baik.! Aku menyesal, akan ku batalkan pernikahan itu.!!" Teriak Rayhan.


Kinara memegangi kaki rayhan bersimpu memohon. "Aku mohon aku mohon jangan batalkan pernikahan kita."


Rayhan menepis Kinara, hingga Kinara terpental.


"Aku tak sudi menikahi perempuan jahat seperti mu.!!"


Kinara kembali memegangi kaki Rayahan. "Aku mohon Ray, aku mohon, menikahlah setidaknya lakukan ini demi kak Indra, aku mohon Ray."


Habis baca Jangan lupa like.


Gratis kok.😊😊😊❀️❀️❀️

__ADS_1


__ADS_2