
Fashback
Mahasiswa tengah berkerumun didepan aula dimana terdapat Kinara tengah berlatih bersama Fahmi.
Lewat kaca ruangan kami (mahasiswa) tak terkecuali Rayhan tak henti mengagumi kelincahan Kinara saat tengah memukul, dan menguci lawannya, meskipun lawan Kinara adalah seorang laki-laki tetapi dia (laki-laki) kalah telak tak bisa berkutik saat Kinara menjatuhinya dengan serangan.
seorang laki-laki yang berdiri disamping Rayhan berkata.
"Kau tau dia,?? kami semua sudah lama mengagumi Kinara tetapi tak satupun dari kami yang bernasib baik." lelaki itu tersenyum pahit. "Ya, sampai saat ini kami semua masih menunggu sebenarnya siapa yang akan mampu menaklukan hati Kinara."
laki-laki itu mendesah frustasi.
"Apa yang membuat kalian begitu mengaguminya, bukankah cewek cantik dikampus ini banyak, gak cuma dia gitu contohnya Tamara, bukankah dia juga cantik ??." sahut Rayhan.
"Ucapan itu memang betul, sekilas kecantikan mereka tak jauh berbeda, tapi lain bagi kami yang telah lama mengenal Kinara, perbedaan mereka berdua sangat kantara, aku fikir tak perlu menjelaskan hal itu kepadamu secara panjang lebar, toh pada akhirnya kenyataan yang dapat membuktikan mengapa kami begitu mengagumi Kinara."
"Apa sih kelebihannya yang membuat dia begitu dikagumi." Batin Rayhan bertanya-tanya.
*Fl**ashback off*
Pernyataan lelaki itu membuat Rayhan selalu membandingkan sikap Kinara dan perempuan-perempuan lainnya terutama Tamara, sikap dan perilaku Kinara yang kerap kali tak bisa ditebak memang membuat Rayhan tergerak untuk nengetahuinya lebih jauh.
Selain berniat mendalami keseluruhan sikap dan karakter Kinara, Rayhan juga akan melakukan hal yang sama pada Tamara untuk menemukan perbandingan diantara mereka.
Semua itu dilakukan Rayhan bukan tanpa sebab, pasalnya Rayhan ingin lebih mengenal dan menilai calon istrinya dengan cara dan pandangan dia sendiri bukan dari mulut orang lain.
Selama ini banyak yang mengatakan Kinara perempuan baik-baik sedangkan mereka berpendapat sebaliknya kepada Tamara, mengapa ungkapan itu selalu muncul?? padahal saat Rayhan pertamakali melihatnya (Tamara) dia nampak begitu manis dan sopan, sedangkan Kinara Hmm malah menantang Rayhan berkelahi, apa ini yang mereka bilang perempuan baik-baik ??. Hal itulah yang membuat Rayhan meragukan penilaian orang lain terhadap Kinara.
"Gue heran, kenapa mereka begitu mengagumi Kinara loe juga Man, Bay." Rayhan memutar matanya melihat orang-orang disekekiling lalu menoleh kesal kearah mereka berdua yang tengah duduk dikursi penonton diselangi dirinya.
*Siang ini Kinara akan bermain futsal, yang tentu saja Aman dan Bayu akan hadir untuk menonton pertandingan pujaanya itu*
"Semangat Kinara." teriak Aman menyoraki dan memberi semangat pada Kinara yang dengan lincah menggiring bola melewati lawannya.
"Apa menariknya dia coba.?? sampe ngebuat loe mati-matian caper sama dia, menurut gue yah jelas Tamara lebih menarik, dan setelah gue perhatiin, perbedaan mereka berdua layaknya langit dan bumi, meskipun mereka sama-sama cantik tapi Tamara itu baik, sopan lembut, mmmm sikap dia itu benar-benar membuat gue terpesona,sedangkan dia aneh" Rayhan menekankan kata terakhirnya.
__ADS_1
Mendengar pujian Rayhan kepada Tamara membuat Bayu dan Aman kesal dan muak.
"Hm." Bayu tersenyum sinis.
"Gue gak pernah berharap suatu saat loe menyesali ucapan loe hari ini." Kesal Bayu.
"Ray." Aman menepuk pundak Rayhan.
"Kecantikan dan kelembutan itu milik semua perempuan kali Ray gak cuma Tamara, karena memang hati mereka itu halus dan lembut."
"Tapi Ray ada kalanya yang loe lihat bukan yang sebenarnya terjadi, apa loe pernah berfikir sikap yang dia tunjukan itu sengaja dibuat-buat demi menarik simpati loe.?? Nggak kan.??"
"Oo ia Ray gue hampir lupa ngasih tau loe, kejadian di kantin kemarin, bukan loe satu-satunya yang ngalami, sebaiknya loe pikirkan kembali pujian-pujian itu." Nada bicara Bayu penuh dengan peringatan, yang disambut kerutan kening dari Rayhan.
"Harusnya loe bersyukur Ray, orang tua loe memilihkan perempuan yang baik buat loe, ori lagi.." Aman tersenyum jahil menatap Ray dan Bayu bergantian kemudian berdiri meninggalkan tempat duduknya.
"Maksud loe?? lagian ya Man loe kan tau sendiri Kinara itu bar-bar, suka ribut dan yang paling gue gak masuk akal dia suka balapan, apa loe yakin dia bakal jadi istri yang baik.??" Rayhan mengikuti langkah Aman memutari lapangan untuk berpindah tempat duduk.
Tiba-tiba plaaaakkkk bola melayang tepat dikepala Rayhan membuat semua orang melongo seakan ikut merasakan sakit dikepala Rayhan.
"Wooy ." Teriak Rayhan sambil memegang kepalanya lalu menunjuk Kinara. "Loe..??" Rayhan mendecak kesal ketika sadar dirinya akan kembali berurusan dengan Kinara.
"Bisa gak sik loe itu jangan terus nyari gara-gara sama gue..??" Rayhan menunjuk kearah wajah Kinara.
"Gue gak ada niat." jawab Kinara enteng, sambil memukul-mukul bola yang bolak balik memantul.
"Oo gue tau, loe pasti dendamkan ?? karena waktu itu gue nimpuk loe pake sepatu ia, kan??." Rayhan menaikan nada suaranya pada bait terakhir.
"Gue bilang gue gak niat dan gak sengaja." Kinara membalas nada bicara Rayhan.
"Minta maaf loe sama gue." ucap Rayhan kasar kemudian merebut bola dari Kinara.
"Gue gak akan minta maaf." Kinara mulai kesal.
"Keras kepala juga loe." Rayhan menyingsingkan lengan bajunya menantang Kinara.
__ADS_1
"Loe minta maaf atau gue.."
"Apa,..??" dengan sangar Kinara memutus kata-kata Rayhan, saat dirinya semakin merasa tertantang oleh Rayhan.
"Heehh,." Rayhan mendengus kesal mendapati Kinara memotong ucapannya.
"Kalo loe berani kita tanding disini." Rayhan menunjuk lantai tempatnya berdiri.
"Sipa takut." Kinara menatap sinis ke arah Rayhan yang tampak bersiap menyerangnya.
Rayhan mendekatkan wajahnya ketelinga Kinara dan berbisik "Kalo Loe kalah, loe harus minta maaf dan cium gue didepan semua orang." ucapan Rayhan membuat Kinara melotot disertai perasaan tak karuan, sedangkan Rayhan sendiri tersenyum jahat.
Setelah melepas jaketnya, Rayhan kembali kelapangan dan kini hanya mengenakan kemeja berwarna merah maroon, sedangkan Kinara sendiri telah bersiap dengan formasinya.
Saat ini harusnya Kinara bertingakah biasa saja saat bermain futsal, namun kehadiran Rayhan dilapangan sebagai lawannya membuat Kinara gugup dan tak bisa berkonsentrasi, fikiranya ngawur kesegala arah apalagi setelah Rayhan membisik_kan kalimat aneh yang tak mungkin Kinara penuhi.
"Goooool,,,"teriak barisan penonton yang mengikuti jalannya pertandingan.
Rayhan tersenyum bangga ketika ia berhasil membobol gawang tim Kinara, Rayhan menunjuk bibirnya mengingatkan permintaan sebelumnya, secor sementara 1-0, satu untuk tim Rayhan dan 0 untuk tim Kinara.
Tak menunggu lama gol kedua dilayangkan Kinara sekor berubah imbang 1-1, Kinara beserta tim bersorak gembira, tim Kinara mengejeki tim Rayhan dengan melakukan selebrasi didepan mereka.
Kinara menjulurkan lindahnya ke arah Rayhan sebagai pembalasan karena Rayhan telah meremehkannya, Rayhan yang melihat tingkah Kinara dibuat gemas, dia tak pernah menyangka Kinara akan semenggemaskan itu.
pertandingan semakin seru,sorakan para penonton menambah gemuruh suasana pertandingan, kedua tim saling menunjukan bakat dan kehebatan, begitu juga dengan Rayhan dan Kinara, Kinara tampak sangat lincah saat mengoper dan menggiring bola melewati lawan, Rayhan yang tak mau kalah dari Kinara, dia terus menunjukan skill dan kemampuannya membobol gawang, hingga terjadilah saling kejar kejaran scor.
Waktu pertandingan kini hanya tersisa 5menit, sedangkan poin tim Kinara dan tim Rayhan imbang, Kinara selalu berusaha menghindari bertatap muka dengan Rayhan yang sedari tadi tiap kali membobol gawang akan tersenyum misterius terhadapnya,.
"Semoga saja aku tidak kalah." batin Kinara tegang dan ketakutan.
*Jika Kinara kalah maka ia harus memenuhi permintaan Rayhan*
Bola terakhir berada dikaki Kinara, sebelum pengadil meniup peluitnya maka masih ada peluang untuk memenangkan pertandingan.
Kinara menarik nafasnya dalam-dalam beharap nasib baik menghampirinya, satu tendangan Kinara lepaskan, bola melambung tinggi melewati gawang. "(out)" pertanda Kinara harus memberikan bolanya kepada lawan, disana Kinara mendadak gelisah perasaannya tak karuan, dalam otaknya tak henti bertanya apa yang akan terjadi jika ia kalah dalam pertandingan ini hingga membuat konsentrasi Kinara membuyar.
__ADS_1
Bola telah dikembalikan kedalam lapangan, dan kini tengah digiring Rayhan menuju gawang tim Kinara, entah kenapa Kinara tiba-tiba merasa ngeri ketika melihat Rayhan tersenyum kepadanya yang tentunya sisertai maksud tertentu.
Menyadari waktu semakin sempit Kinara segera merebut bola dari kaki Rayhan dan terjadilah duel sengit diantara mereka (Kinara dan Rayhan) bahkan mereka berdua terlibat tarik menarik, Hinggaa...