Istri Terbaik Pilihan Ayah

Istri Terbaik Pilihan Ayah
Andini


__ADS_3

Setelah itu Rayhan kembali melanjutkan langkahnya yang sempat terhenti.


Rayhan membuka pintu kamar dengan sedikit lunglay, setelah kamar itu terbuka Rayhan segera menghempaskan tubuhnya diatas kasur.


Di sana. Rayhan mencerna sikap yang dimiliki Kinara, tatapan nya kosong dengan berjuta tanya dan perbandingan dalam benaknya.


Rayhan kemudian merogoh benda pipih pada saku celananya.


"Kalian berdua" Rayhan menatapi dua Photo dari dua orang berbeda, denga sikap dan prilaku yang cukup bertolak belakang dimata Rayhan. mereka adalah Kinara dan Tamara. "Paras kalian sama- sama cantik, tapi yang satu (Kinara) galak jutek dan suka ribut, ngetrec persis laki-laki, dan berkelahi layaknya singa jantan, sangat bertolak belakang dengan kamu Tamara aku suka denagn sikapmu, tetapi aku malah ditakdirkan menikah dengan kamu singa, mudah-mudahan pilihan ayah yang terbaik." Gumamnya bercerita sendiri.


Untuk saat ini Rayhan masih suka membandingkan keduanya, maklum saja Rayhan belum begitu mengenal secara dalam baik itu sikap Kinara ataupun Tamara.


**Dikamar Kinara**


Dia Kinara. Hal yang sama tengah dilakukannya, Kinara menerawang jauh ke angkasa dipenuhi tanya. Apa kiranya yang akan terjadi setelah pernikahan itu ??. Di waktu yang semakin mendekati pernikahan, rasa takut terus saja menghinggapi fikiran Kinara. Rasa takut itu lebih merujuk pada ketidak percayaan dirinya.


Takut gagal dalam membina rumah tangga, pastinya dimiliki siapapun. Apalagi mereka yang tiba-tiba menikah tanpa saling mengenal terlebih dahulu.


Bukannya tidak meyakini Rayhan. tetapi Kinara, cemas akan hal-hal yang suatu saat akan menghampirinya secara tiba-tiba, dan menghancurkan pernikahan dikarnakan minimnya pengengenalan diantara mereka.


Kinara menatapi layar ponsel ditangannya berisi pesan yang dikirimkan Fahmi.


"Kak, maafkan Kinara. Bertahun-tahun perasaan itu tersimpan untukku kini akan berakhir sia-sia, andai aku tau perjodohan ini dari awal, mungkin sudah kucoba menerima cintamu, walau hanya sebatas berterima kasih atas kebaikanmu selama ini" gumam Kinara.


Perasaan itu hanya didasari hutang budi, dan tak bisa melebihi hal itu.


Bertahun-tahun Kinara telah mengenali Fahmi, namun selama itu hanya sebagai teman dan sabahabat yang baik. Amat disayangkan, lamanya waktu tak bisa merubah perasaan itu menjadi cinta.


Sampai saat ini, Kinara masih menganggap Fahmi sebagai sahabat dan kakak yang baik. Dan berharap suatu saat Fahmi menemukan perempuan yang benar-benar baik untuknya.


Kinara berjalan gontai melewati gerbang kampus, fikirannya galau dan kerap kali bingung saat tiba-tiba teringat Fahmi. Kinara memang berniat memberi tahukan semua ini kepada Fahmi. Namun Kinara tengah dilanda resah dan takut Fahmi tak bisa menerimanya. Saat ini fikiran Kinara benar-benar kacau, dia butuh seseorang untuk meluahkan dan membagi perasaannya.


"Andini loe dimana sih udah seminggu loe gak ngampus" umpat Kinara kesal.

__ADS_1


*Andini adalah satu-satunya sahabat perempuan Kinara, namun belakangan ini dia sering tak datang ngampus entah apa alasannya, namun yang pasti berhasil membuat Kinara kesepian*


Lima belas menit sudah Kinara mondar mandir ditempat yang sama. Menunggu sesuatu yang tak pasti kedatangannya, dia (Andini) boleh saja datang hari ini, namun bukan hal yang tak mungkin Andini kembali tidak ngampus.


Sepuluh menit kemudian sepertinya Kinara mulai merasakan pegal pada betisnya, akhirnya dia memutuskan meninggalkan tempatnya berdiri.


Saat Kinara mulai mengayunkan langkahnya terdengar suara yang meneriakkan namanya.


"Kinara. ???!" teriak Andini dari belakang.


Seketika Kinara berbalik pada sumber suara, Kinara menyambutnya dengan senyum senang, kemudian memuntahka batang rumput kecil yang selalu menemaninya.


"Andini" Kinara merentangkan tangannya menyambut Andini.


"Loe kemana aja sih gue kangen tau" Kinara melepaskan pelukannya. "Ada banyak hal yang ingin aku ceritain" Kinara dengan nada sedihnya.


"Ohh iya" Andini tiba-tiba heboh. "Loe pasti mau ngebahas soal mahasiswa pindahan itu kan ?? iya kan?? sudah ku duga, tak heran bila dia menjadi topik perbincangan di grup"


"Aduuhh Kinara kenapa loe kudet ??" Andini menatap Kinara dengan sudut matanya.


"Bukan gitu, handphone lama gue ilang, jadi gue gak tau apa-apa" keluh Kinara. "Emang ada topik panas apa disana ??" tambah Kinara.


"Loe bener-bener gak tau kinar ??" Tanya Andini heran.


"Enggak emang kenapa sih, emang topiknya semenarik itu ya?? hingga loe ikut-ikutan heboh.??" Kinara menggandeng Andini kemudian melangkah pelan.


"Loe tau mahasiswa pindahan itu, dia yang saat ini jadi idola kampus ??" Andini.


"Iya kenapa.??" Kinara menatapnya heran.


"Iiikkhhh ganteeng banggettt, loe tau gak, gue bela-belain pulang cepet gara-gara mau lihat itu cowok, gue penasaran banget sama dia, gue yakin dia lebih tampan bila gue melihatnya langsung" Andini nampak begitu mengagumi Rayhan. Sedangkan Kinara hanya tersenyum kecil saat mendengar pujian-pujian Andini kepada calon suaminya.


"Ooh," sahut Kinara datar.

__ADS_1


"Kinar-Kinar" Andini beralih posisi, dan kini mereka saling berhadapan. "Loe pernah ketemu gak sama dia ??" Andini mulai menyelidik.


Sampai saat ini Andini belum mengetahui jikalau Kinara akan segera menikah dengan lelaki yang Andini panggil dengan idola kampus.


"Ohh, emangnya kenapa??" tanya Kinara datar, seolah Kinara tidak terlalu tertarik dengan topik pembicaraan Andini.


"Dia ganteng gak, ??"


"Mmm gimana ya ??" Kinara sedikit berfikir. "Loe lihat saja nanti takutnya penilaian kita berbeda" jelas Kinara.


Andini kembali keposisinya yang semula "ekh loe tau gak sampai saat ini dia masih jadi buah bibir loh, tapi gue gak heran karena dia begitu tampaaan" Andini memegangi kedua belah pipinya gemas berbalas senyum tipis dari Kinara. "Tapi sayang..!!" tiba-tiba kehebohnnya melemah.


"Sayang kenapa??" Kinara menatapnya penuh tanya.


"beberapa hari yang lalu Tamara memamerkan photo mesra mereka berdua" Ucap Andini lemah seolah tengah memendam kekecewaan.


"Jadi Rayhan membiarkan Tamara mempublikasikan photo mereka berdua. kenapa ?? apa mereka pacaran??." Batin Kinara kecewa.


Kinara membuang nafas penuh kekecewaan. "Iya sudah kenapa loe jadi kecewa gitu" Kinara merangkul Andini menguatkannya sekaligus menguatkan dirinya.


"Ya gue gak suka aja dia ..e. hh siapa sih namanya gue lupa" Andini mengambil ponsel mencari informasi.


"Rayhan" ucapan Kinara menghentikan aktivitas Andini.


"Itu nama lekat juga difikiran loe" Andini tersenyum kikuk. "Gini ya Kinar, gue sebenarnya bisa merelakan idola gue punya hubungan dengan siapapun.


Tapi, kalo sama Tamara ? ya jelas gue gak ikhlaslah, secara loe sendiri tau dia itu gimana ?? dasar penjilat !." Andini membuang tatapannya kesal" Kinar apa loe gak mau coba deketin dia dan merebutnya dari Tamara ??, gue kasihan sama dia kalau sampe terjadi sesuatu."


Lagi-lagi Kinara hanya tersenyum tipis. Beban dibenak Kinara membuatnya sedikit malas berbicara panjang lebar.


"Din,kita gak perlu melakukan itu lagian dia punya mata dan punya hati juga, biarlah dia sendiri yang menentukan, takutnya kalau kita terlalu ikut campur dia malah nilai kita yang tidak-tidak"


Andini memberenggut kesal dengan pernyataan Kinara. dari nada bicaranya, Kinara tak setuju dengan usulan Andini.

__ADS_1


__ADS_2