Istri Terbaik Pilihan Ayah

Istri Terbaik Pilihan Ayah
Pengen punya cucu.


__ADS_3

⚠️Maaf, mengandung konten dewasa harap bijak ! Tidak dianjurkan pembaca dibawah 21 tahun⚠️


Sebuah poto terselip dalam buku, photo masa lalu, photo yang telah berusia kurang lebih enam tahun.


Dalam buku itu terselip photo Shan bersama dirinya juga Kinara tetapi bagian Kinara telah Tamara robek hingga terpisah.


Shan kamulah penyebab aku membenci Kinara. Seandainya hari itu kau sembunyikan perasaanmu, mungkin aku tidak akan sekecewa ini.


Di Negara tetangga.


Seorang lelaki berwajah tampan rupawan duduk menatapi photo usang, dua orang perempuan tersenyum manis disampingnya, mereka berdua adalah Kinara dan Tamara dan lelaki yang duduk diantara dua perempuan itu adalah dirinya, Shan.


"Enam tahun telah berlalalu. Kinara, apa hatimu masih kosong tanpa pemilik ? masihkah ada harapan untukku ? untuk memiliki hatimu ?" gumam Shan.


Di kediaman Rayhan.


Di sore hari.


Sepasang suami istri tengah bermain air dipekarangan rumah. Maksud hati hendak menyiram bunga, tapi aksi jahil Rayhan yang tengah mencuci mobil membuat sekujur tubuh Kinara basah kuyup.


"Ray" Teriak Kinara sambil menyemprotkan selang air kearah Rayhan, tapi dengan sigap Rayhan berlari menghindar. "Kau curang Ray, aku sendiri yang basah, kemarilah kau harus adil" Teriak Kinara kesal.


"Sini kejar aku kalau bisa !" Balas Rayhan sambil tertawa kecil.


Kinara termanggu penuh fikir, selang air itu masih dipegangnya, ingin sekali Kinara membalas Rayhan, tapi Rayhan curang dia selalu berhasil berlari menjauh sementara selang ditangannya tidak terlalu panjang.


Ember, Kinara mencari ember untuk diisi air dan membalas Rayhan dengan itu, tapi ember yang Kinara bawa pun sudah tidak ada, Kinara terus mencarinya dan ternyata telah Rayhan sembunyikan, setelah Kinara lelah mencarinya barulah Rayhan yang jahil menunjukan ember yang tadi dibawa Kinara sambil tertawa lepas.


"Kau mencari ini Sayang.?" Teriak Rayhan sambil menunjukan dua ember yang dipegangnya.


"Raaayhaaan" Teriak Kinara kesal. "Kembalikan !" suruhnya.


"Ambil sendiri !" balas Rayhan.


Kinara segera berlari kearah Rayhan untuk mengambil ember untuk ia isikan air, Kinara berniat menyimbah Rayhan dengan itu.


Rayhan yang mengetahui maksud Kinara segera berlari menghindarinya.


Dia berlari sambil tertawa lepas saat melihat Kinara yang sudah basah kuyup dan ingin membalas perlakuan jahilnya.


"Ray, berhenti ! aku baru selesai mandi, dan harus mandi lagi ? kemarilah kau juga harus mandi lagi Ray." Gerutu Kinara.


"Hhaa.. itu tidak mungkin, itu tidak mungkin." Ucap Rayhan sambil terus berlari menghindari Kinara.


Kinara sendiri belum berhenti mengejar Rayhan.


Hingga tanpa sengaja Kinara terperosok kedalam lobang kecil dan ia pun terjatuh dengan sangat keras.


Bruuggghhh.. Awww..


Kinara meringis kesakitan.


"Sayang." Ucap Rayhan. Ia berlari terburu setelah melempar ember yang dipegangnya.


Rayhan sangat khawatir, untuk itu dengan cepat mendatangi Kinara hendak mengecek kakinya.


"Kamu tidak Hati-Hati sayang !" Dengan lihai Rayhan Mengurut-urut kaki Kinara.


"Sejak kapan ada lobang disini.?" Tanya Kinara sambil meringis kesakitan.


"Aku tidak tau Sayang, aku minta maaf ! nanti aku kubur." Ucap Rayhan. Nada suaranya terdengar begitu cemas dan panik


Hissss...


"Pelan-pelan Ray." Pinta Kinara.


"Mari, kita masuk. Aku bantu berdiri !" Rayhan hendak membopong Kinara, tapi Kinara menolaknya.


"Ray aku tidak Apa-Apa." Tutur Kinara lirih sambil memegang halus kedua pipi Rayhan yang tampak sangat khawatir.


Rayhan terkejut ketika tangan kotor Kinara dengan sengaja menyentuh kedua pipinya dan seketika kecemasannya hilang.


Kinara yang merasa puas karena berhasil membalas perbuatan Rayhan pun segera berdiri untuk mencegah dan menghindari Rayhan yang mungkin akan membalas perbuatannya.


"Kinara." Ucap Rayhan kesal sambil menyentuh pipinya yang kotor.


Kinara tetawa puas karena berhasil membalas Rayhan dengan mengotori wajahnya.


Melihat raut kesal diwajah Rayhan Kinara segera berlari menjauhinya karena takut Rayhan akan membalas perlakuan jahilnya.

__ADS_1


"Kinara.." Teriak Rayhan lagi. "Awas kau !" ancamnya.


Rayhan berjalan kecil menuju keran air untuk mencuci wajahnya. Saat Rayhan sedang mencuci wajahnya dengan air kecil, Kinara datang dan memutar full keran hingga airnya menyembur kuat. Tak hanya wajah, kepala juga kaos putih Rayhan pun ikut basah kuyup.


Rayhan ternganga dengan raut wajah kesal dan gemas kepada Istri yang berhasil membalas perlakuannya tadi.


"Kinara...!" Ucap Rayhan kesal dan geram, seketika Kinara pun berlari menghindari Rayhan yang mulai mengejarnya.


Beberapa saat mereka masih saling kejar, semburan air keran berciptaran Kemana-mana, mereka berdua juga saling rebut keran air dan bergantian membasahi. Rayhan tertawa bahagia Kinara pun begitu.


Setelah puas bermain air Kinara beralih memindahkan pot bunga dan meletakkan bibit baru, dengan senang hati Rayhan ikut ambil dalam aktivitas Kinara.


Saat bersamaan hujan pun turun tubuh mereka yang sudah basah kuyup sejak tadi semakin basah saat air hujan mengguyur tubuh mereka.


Keadaan tanah sekitar semakin basah, kesempatan bagus untuk Kinara, mengambil tanah tersebut dan dengan jahil kembalu melumuri Rayhan dengan itu.


Tak ingin kalah Rayhan turut membalas Kinara, mengambil tanah dan hendak melumuri Kinara, tapi kali ini Kinara yang berhasil menghindar ia berlari menjauhi Rayhan yang terus mengejarnya. Akhirnya mereka berdua pun kembali berlarian saling mengejar.


Mereka berdua tampak begitu menikmati suasana indah penuh tawa bahagia.


Lain dengan pasangan bahagia Si Pengantin baru, dua orang yang tengah meratapi photo usang, Tamara dan Shan. Suasana hati keduanya tampak cukup murung dan bersedih karena cintanya belum menemukan pasangan, bertepuk sebelah tangan.


Rayhan dan Kinara.


Acara bermain air hujan pun selesai mereka berdua Sama-Sama sudah membersihkan diri.


Rayhan terduduk bersandar dengan selimut tebal membalut tubuhnya, dinginnya air hujan membuat tubuh Rayhan cukup menggigil kedinginan. Sejak Kinara keluar dari kamar mandi mata Rayhan tak lepas dari menatapnya kuat.


Rambut basah yang tengah Kinara gosok dan keringkan, handuk putih kecil membalut sebagian tubuh Kinara dari bagian dada hingga pertengahan paha, semuanya tak luput dari perhatian Rayhan.


Seiring fikiran yang mulau nakal hawa dibawah selimut mulai memanas perasaan Rayhan pun mulai gelisah, tubuh mungil didepannya membuat otak Rayhan berfikiran kotor. Tunggu dia Istri Rayhan dia berhak melakukan apapun, termasuk memenuhi hasrat manusiawinya.


Kinara yang merasa Rayhan terus menatapnya mulai risih.


"Ada apa Ray.?" Tanya Kinara. Ia berjalan mendekati Rayhan yang tengah terlentang ditempat tidur, matanya menusuk penuh keinginan yang tidak Kinara mengerti.


Tetapi Rayhan tidak menjawab Kinara, hanya saja mata Si Pemangsa itu tak beranjak dari memerhati tubuhnya. Karena Rayhan masih diam akhirnya Kinara pun beranjak meninggakannya untuk mengambil pakaian ganti didalam lemari.


"Tunggu !" Rayhan menarik Kinara kedalam dekapannya. Rambut hitam kelimis itu terjatuh diatas wajah Rayhan, aroma wangi darinya menyeruak menggoda batin Rayhan.


Wajah cantik bermata teduh dengan bibir merah tersenyum manis diatas mata Rayhan.


Dengan lembut Rayhan menarik batang leher Kinara mendekatkan bibirnya, menghirup aroma manis yang selalu membuat jantungnya berpacu cepat, kembang kempis nafasnya menambah irama tubuh yang mulai bergetar hebat.


Rayhan melepaskan ciumannya dari bibir Kinara dengan lembut ia berbisik untuk menggoda Kinara. "Sayang, bolehkah aku melakukannya.?" Kinara yang mulai terbuai pun tak mampu lagi menolak permintaan Rayhan dan akhirnya Kinara pun mengangguk setuju.


Naas belum juga semuanya terlancarkan handphone Rayhan Terus-Terusan berbunyi menganggu aktivitas yang belum klimaks.


Karena panggilan itu tak juga berhenti terpaksa Kinara turun untuk mengambil handphone Rayhan diatas nakas.


"Ray." Kinara menunjukan panggilan vidio dari Mama mertuanya kepada Rayhan.


"Mamah." Sahut Rayhan setengah terkejut. Segera Rayhan mengenakan pakaian dan merapihkan dirinya.


"Mamah. Mamah apa kabar ?" Sapa Rayhan.


Karin tampak tersenyum senang ketika melihat putranya Baik-Baik saja.


"Baik Ray, kalian berdua apa kabar.?" Balas Karin.


"Kami Baik-Baik saja," jawab Rayhan ia sedikit meringis kesal ketika Karin menggagalkan aktivitasnya.


"Sayang mana Kinara.?" Tanya Karin.


"Kinara.. Kinara. Ada Mah dia baru habis mandi" Ucap Rayhan.


Rayhan terkikik gemas saat Karin menanyakan Kinara, sementara Kinara masih sibuk merapihkan diri dan memakai pakaiannya.


"Ada apa Ray,? kenapa kamu senyum senyum?" selidik Karin saat melihat putranya tersenyum dengan senyum gemas.


"Sini !" panggil Rayhan kepada Kinara tanpa menoleh kamera.


Kinara menunjuk dirinya yang hanya berselimut handuk "Aku masih begini." Sahut Kinara pelan setengah berbisik.


Rayhan kembali terkikik geli. "Sudah tidak Apa-Apa," Jawab Rayhan.


"Nggak !" tolak Kinara.


"Cepat !" pinta Rayhan.

__ADS_1


"Tunggu sebentar !" balas Kinara sambil memberenggut kesal karena Rayhan terus memaksanya.


"Aku datang." Ucap Kinara dengan masih mengenakan handuk kecil yang menutupi setengah dadanya.


"Mah kemana Ayah.?" Tanya Rayhan tanpa menoleh Kinara yang berjalan mendekatinya.


"Ayah ada, ini !" ucap Karin sambil mengoper handphonenya kepada Rahman.


"Sayang."


Terkejut tiba-tiba Karin mengoper handphonenya kepada Rahman, Rayhan langsung mempar handphonenya, menjaga agar Rahman tidak melihat dada Kinara.


"Kenapa Ray.?" Tanya Karin sambil terkikik geli tapi sepertinya Rayhan tidak mendengarkan pertanyaan Karin.


"Ayah yang berbicara, kamu nggak boleh berpakaian seperti itu, pakai baju dulu sana !" suruh Rayhan.


"Apaan sih Ray, nggak Apa-Apa dia kan Ayah kita." Sahut Kinara.


"Tidak Kinara aku tidak rela dadamu dilihat orang lain, pergi pakai baju mu !" Usir Rayhan.


"Ooh kalau gitu kamu juga nggak boleh lihat, kamu 'kan orang lain juga."


"Kinara, kalau aku lain, aku berhak melihat semuanya."


"Iikhh enak saja, nggaklah kamu juga harus jaga mata kamu ! nggak boleh jalatan !"


"Kalo sama perempuan lain aku jaga mata aku, kalau sama kamu ngapain juga kita 'kan sudah halal."


"Halal, halal, halal." Gerutu Kinara kesal.


"Ngebantah lagi aku kejar kesana." Ucap Rayhan setengah mengancam tapi dia juga merasa gemas akan tingah dan ucapa Kinara.


"Uuss jangan." Cegah Kinara. Tak ingin Rayhan datang mengejarnya Kinara segera mengambil pakaian dan memakainya.


Suara riuh itu terdengar oleh Karin dan Rahman hingga membuat keduanya tersenyum gemas saat membayangkan tingkah lucu pasangan pengantin baru itu.


Tak lama kemudian Rayhan dan Kinara membali muncul di depan kamera dengan Kinara yang sudah berganti pakaian tak lagi memakai handuk seperti sebelumnya.


"Mamah Ayah, Apa kabar.?" Tanya Kinara sopan.


"Baik, Sayang kabar kami berdua sangat baik." Jawab Karin.


"Sukur Mah, Kinara seneng dengernya." Balas Kinara.


"Sayang kabar aku nggak kamu tanyakan.?" Sahut Rayhan.


Kinara menoleh keaumber suara, "Ooh kamu mau aku tanya juga.?"


"Ia." Balas Rayhan.


"Lain kali saja."


Kruyuukk Krruyuukkk...


Tampaknya perut Rayhan mulai rewel.


Kinara kembali menoleh dan Rayhan pun tersenyum Kikuk. "Sepertinya aku lapar."


"Baiklah aku buatkan makanan untukmu Ray," ucap Kinara.


"Mah, Ayah Kinara kedapur sebentar ya !" ucap Kinara.


"Ia Sayang jawab Karin."


Kemudian Kinars pun mereosot turun dari tempat tidurnya menuju dapur. Sebelum keluar dari Kamar Kinara sempat mendengar percakapan Ibu mertuanya dengan Rayhan.


"Ray, kalian tidak nunda kehamilan 'kan.?" Tanya Karin.


Mmm...


Rayhan sedikit berfikir. "Kayaknya nggak emangnya kenapa Mah.?" Tanya Rayhan penasaran.


"Ya, kalian nggak boleh nunda, karena Mamah dan Ayah sudah sangat rindu dan berharap segera punga cucu."


Rayhan menggeleng sambil tersenyum kecil. "Nggak kok kami nggak nunda Mamah doa'in saja supaya Rayhan segera mendapatkan titipan, jujur Rayhan juga sudah tidak sabar menunggu menjadi Ayah."


"Makanya semangat." Celetuk Rahman membuat Rahan dan Karin tertawa renyah.


Kinara yang ikut mendengar percakapan mereka pun ikut tersenyum kecil.

__ADS_1


__ADS_2