Istri Terbaik Pilihan Ayah

Istri Terbaik Pilihan Ayah
jadi dirimu sendiri


__ADS_3

Tamara berulang kali berdecak kesal setelah mengetahui pemenang artikel itu ternyata Kinara, Tamara tak habis fikir bagai mana bisa Kinara yang menang sedang jelas jelas dirinya telah menghapus artikel milik Kinara.


"Gila, bagai mana bisa dia yang memenangkan lomba ini.?" Ucap Tamara, kesal.


Karena merasa kesal dan juga bosan akhirnya Tamara memutuskan pergi jalan jalan ke Mall untuk menghibur dirinya atas kekalahan itu.


Segala yang yang menarik perhatian disentuhnya, dari mulai baju, makeup, dan Lain-Lain.


Ditempat yang sama, tepatnya dibagian pakaian. Kinara dan Rayhan sedang memilih dan mencoba satu persatu pakian couple yang ada disana, dengan pakaian couple itu Kinara dan Rayhan tampak begitu serasi.


"Bagai mana dengan ini.?" Tanya Kinara, ia terus Berputar-putar didepan kaca dengan ekpsresi yang menggemaskan hingga membuat Rayhan terus tertawa dengan tingkah Kinara yang konyol tapi lucu, Berulang-ulang Rayhan tampak terkikik geli atas tingkah Kinara.


"Ray, disana." Tunjuk Kinara. Tak lama setelah itu Kinara tampak berlari kearah deretan gaun pengantin.


"Ada apa Sayang kau mau membeli ini.?" Tanya Rayhan ketika melihat Kinara tampak begitu menyukai gaun tersebut.


"Dulu aku sangat bermimpi mengenakan gaun manis seperti ini dihari pernikahanku, tapi...." Ucap Kinara tampak mengeluh sedih.


Melihat Kinara tampak bersedih Rayhan lantas mendekat untuk memeluknya, "Sayang, bagai mana kalau kita membeli ini, kamu bisa mengenakan ini kapan saja sesuka hatimu, dan itulah hari pernikahanmu Sayang."


"Tidak Ray, gaun indah ini tidak penting, yang penting seseorang yang hidup mendampingiku setelah mengenakan gaun ini, benar bukan.?" Balas Kinara.


"Ya, aku setuju." Sahut Rayhan.


Tanpa mereka berdua sadari perilaku dan kemesraan mereka ternyata tengah diperhatikan seseorang secara Diam-Diam, seseorang itu ternyata Tamara. Dibelakang deretan pakaian Tamara bergumam, "Awas saja ! sebentar lagi kalian akan Benar-Benar saling kehilangan, untuk selamanya."


Setelah puas Jalan-Jalan, Rayhan dan Kinara mampir disebuah kafe tempat Orang-Orang biasa menghabiskan waktunya untuk sekedar duduk santai, sampai malam menjelang Rayhan dan Kinara masih duduk berdua disana menikmati kebersamaan mereka berdua. Beberapa saat kemudian Kinara mengajak Rayhan untuk pulang, sebelum pulang Kinara menyempatkan diri untuk mampir disebuah toserba membeli berbagai macam perlengkapan membuat cake.


Selepas itu, mengingat waktu sudah sangat malam Rayhan dan Kinara memutuskan untuk pulang, sekitar beberapa meter seebelum sampai dirumah, Kinara melupakan sesuatu yang sangat penting untuk dibelinya, pembalut.


"Ray, kamu pulang dulu aja aku mampir kesana sebentar." Ucap Kinara seraya keluar dari dalam mobil.


"Aku tunggu disini ya." Balas Rayhan.


"Tidak kamu pulang saja ! cuma dekat kok." Ucap Kinara.


"Kalo gitu kamu saja yang tunggu disini biar aku yang pergi membeli barang yang kamu perlukan." Ucap Rayhan, ia telah membuka pintun dan hendak keluar tapi ditahan Kinara.


"Tidak Ray, kamu sudah sangat lelah'kan,? lebih baik kamu pulang duluan gih !" Pinta Kinara, ia kembali menutup pintu mobil Rayhan.


"Bener nih nggak Apa-Apa.?" Tanya Rayhan Ragu-Ragu.


"Ia, Ray." Balas Kinara yakin.


"Baiklah, kalo ada Apa-Apa telpon aku ya Sayang !"


"Ia, Ray."

__ADS_1


"Aku pulang duluan ya, Hati-Hati ! cepat pulang !" Ucap Rayhan. Selepas mengusap halus pipi Kinara Rayhan pun melaju dengan kemudinya.


Tak lama kemudian Rayhan pun sampai dipekarangan, setelah memarkirkan mobilnya Rayhan beranjak keluar, mengunci mobil lalu melangkah masuk kedalam rumah, saat memutar handle pintu Rayhan sempat terheran karena pintu sudah tidak terkunci lagi.


Sebelum melangkah masuk, terlebih dahulu Rayhan mengutik saklar lampu, dan lampu pun menyala, seiring dengan lampu yang menyala Rayhan terkejut hebat karena melihat Tamara tengah duduk manis didalam rumah itu.


"Tamara," Ucap Rayhan dengan sangat terkejut ia pun sedikit mundur.


"Malam Ray," Ucap Tamara setengah menggoda, ia berdiri dari duduknya dan tampaklah tubuh semampai Tamara yang saat itu memakai pakaian sexy, ia sengaja mengenakan itu untuk menggoda Rayhan.


Saat melihat pakaian Tamara yang terlalu minim Rayhan segera menundukkan pandangannya.


"Bagai mana Ray," ucap Tamara. Ia berjalan lunggak lenggok memamerkan tubuh sexynya dihadapan Rayhan berharap Rayhan akan tergoda.


Tanpa melihat Tamara Rayhan berkata dengan sangat lantang: "Keluarlah ! kau tak pantas berada disini."


Tamara menempelkan satu telunjuk dibibirnya, "Stttt.... jangan teriak Ray, lihatlah! tubuhku, sexy bukan?! apa kau tidak tergoda.? Terlalu munafik jika kau berkata seperti itu, mendekatlah sayang, kita nikmati malam ini bedua, kau bisa melakukan apapun sesuka hatimu ditubuh ini."


"Keluarlah !" Usir Rayhan dengan sangat lantang.


Tapi Tamara tidak menggubrisnya, dia terus berjalan mendekati Rayhan yang sampai saat itu masih menunduk dan memalingan matanya kearah lain.


"Ray, apa Kinara pernah melakukan ini untukmu Ray,? lihatlah ! bahkan aku bisa berdandan lebih cantik dari dia, kalau dibanding dengan aku Kinara tidak ada Apa-Apanya." Goda Tamara.


"Tamara jadilah perempuan terhormat, dan dengan sangat hormat aku minta kamu keluar sekarang juga ! cepat Tamara ! disini tidak ada Siapa-Siapa tidak baik jika kau tetap disini, cepat Tamara cepat !" Usir Rayhan. Tampaknya Rayhan mulai geram dan ketakutan, takut kalau Kinara kembali dan Tamara masih disana, Rayhan tidak bisa membayangkan jika kesalah pahaman itu terjadi lagi.


"Tamara aku mohon, cepat ! keluarlah ! jangan menggangguku lagi !"


Rayhan mendongak sekilas menatap wajah Tamara, "Kau gila Tamara, apa yang kau inginkan?" Rayhan kembali memalingkan tatapannya.


"Aku ingin," Tamara berjalan kecil dihadapan Rayhan. "Aku ingin berita itu menjadi kenyataan ! aku ingin kau segera bercerai dengan Kinara, aku ingin kau melakukan itu !" Teriak Tamara.


"Apa maksudmu.?"


"Aku tau sebenarnya kalian tidak berceraikan ? ia kan.?"


"Aa akk... " Kata-Kata Rayhan tertahan didalam tenggorokannya, Rayhan kebingungan harus mengatakan apa, Rayhan berfikir perlukah dirinya mengatakan itu kepada Tamara, belum juga Rayhan mengatakan yang sebenarnya, seseorang dari belakang berteriak.


"Ia benar !" Teriak Kinara dari ambang pintu.


Saat mendengar suara Kinara, Rayhan pun segera berbalik.


"Sayang." Panggil Rayhan dan sontak membuat Tamara menatap Rayahan dengan tatapan tidak percaya akan panggilan yang terucap dari bibir Rayhan.


"Apa yang kau inginkan Tamara.? Apa yang ingin kau dapatkan.? Kenapa kau begitu menginginkan aku bercerai dengan Rayhan.? Kenapa Tamara, kenapa.?" Teriak Kinara, amarah dan emosinya kepada Tamara tidak dapat dibendung lagi, Tamara selalu berusaha menggoda Rayhan.


Tamara tersenyum jahat. "Tidak ada, tidak ada selain ingin melihatmu hancur sehancur hancurnya !"

__ADS_1


"Kenapa.? Apa kau masih dendam kepadaku,? apa kau masih ingin membalaskan sakit hatimu padaku,? Tamara bukankah pernahbaku katakan kejadian itu hanya salah paham, berhentilah membalas dendam kepadaku."


"Tidak ! aku tidak akan berhenti. Ingat Kinara ! berita perceraian kalian telah menyebar keseluruh penjuru kampus, dan aku yakin mereka sedang menunggu jatuhnya hari percerian kalian."


Rayhan menempas."Itu tidak akan terjadi ! aku dan Kinara tidak pernah melakukan itu, dan itu tidak ada dalam hidupku, kau yang menginginkan itu kau yang menyebarkannya Tamara !" Sangkal Rayhan. Atas ucapan Rayhan Tamara Tampak menatap mereka berdua penuh kebencian.


"Buktikan ! buktikan kalau kau tidak akan mnceraikan Kinara Rayhan." Bentak Tamara.


"Oo baiklah, kau perhatikan aku Baik-Baik !" Setelah mengucapkan kalimat itu Rayhan menarik Kinara dan langsung mencium bibirnya dengan lembut tapi ganas didepan mata Tamara, dan Tamara tampak berpaling dengan perasaan yang teramat sakit, dan hamcur. Apa yang didapatnya tidak sesuai rencana, awalnya Tamara berfikir akan menang lebih dalam keretakkan pernikahan Rayhan dan Kinara, namun kenyataannya tidak sama sekali.


Pelan-Pelan Rayhan melepaskan ciumannya, dengan posisi membelakangi Tamara Rayhan menatap Kinara dan berkata penuh keyakinan: "Aku sangat mencintai perempuan ini, aku mencintai dia lebih dari apapun, aku bersumpah tidak akan melepasnya barang sejengkal pun. Tamara, meski kau terus menggodaku aku tidak akan merasa tertarik kepadamu. Aku minta maaf telah mengecewakanmu ! dan aku minta, kau berhenti melakukan ini ! karena sampai kapan pun apa yang kau usahakan ini akan Sia-Sia. Berhentilah untuk dendam dan jadilah perempuan terhormat dengan memaafkan kesalahan yang tidak sengaja Kinara buat."


Dengan memutar setengah badannya Rayhan berkata kepada Tamara: "Pulanglah ! akan aku lupakan kejadian memalukan yang kau buat malam ini, tapi kau harus berjanji untuk tidak mengulanginya lagi !"


Dengan perasaan marah Tamara pun keluar dari dalam rumah Rayhan.


Setelah Tamara pergi Kinara dengan lirih berkata: "Ray apa ini tidak keterlaluan.?"


Rayhan mengeratkan tubuhnya, memeluk Kinara. "Tidak Sayang, Tamara pantas mendapatkan ini, Sekali-kali bolehlah membuatnya marah, jangan terus merasa kasihan ! apa yang dia lakukan kepada kita sangat leterlaluan."


Dengan masih memeluk Rayhan, Kinara sedikit mendongak. "Ray, apa aku boleh bertanya.?"


"Bertanya apa.? Kalau soal Tamara aku sedang tidak ingin membahasnya, aku muak dengan sikap dia." Jawab Rayhan.


"Tidak aku tidak bertanya soal itu, ini tentang aku."


"Tentang kamu,? apa yang ingin kamu tanyakan Sayang.?"


"Apa kamu tidak merasa bosan dengan penampilanku,? Apa kau tidak merasa risih dengan pakaian ku.?" Tanya Kinara. Jujur setiap ucapan yang terucap dari mulut Tamara selalu mengalir diotak Kinara, menjadi sebuah pertanyaan yang ingin ia tanyakan langsung kepada Rayhan.


"Hmm aku rasa pertanyaan ini tidak perlu aku jawab."


"Kenapa.? Tapi, aku menunggu jawabanmu Ray.."


"Lain kali saja aku sudah mengantuk." Jawab Rayhan sambil berjalan meninggalkan Kinara.


"Ray," Ucap Kinara dan Rayhan pun berhenti.


"Tidak perlu menjadi orang lain cukup jadi dirimu, penampilanmu gaya berpakaian mu, dan gaya hidupmu, semuanya akan terlihat sempurna bila kau tetap bersyukur. Dan aku, aku tidak pernah mempersalahkan caramu berpakaian dan caramu berdandan. Jangan buat aku kehilanganmu karena sebuah obsesimu yang ingin terlihat sempurna dimata orang lain, sesempurna yang mereka miliki, ingat itu Sayang !" Ucap Rayhan tanpa berbalik.


"Akan aku ingat itu," Balas Kinara setengah berteriak kesenengan karena tenya Rayhan tidak terlalu mempermasalahkan penampilan.


"Oo ia Sayang," Rayhan sejenak berbalik. "Jika kamu mau berpakain seperti itu (Pakaian Sexy) aku tidak keberatan asal hanya aku yang melihatnya." Ucap Rayhan sambil tersenyum gemas dan kemudian beranjak melanjutkan langkahnya.


"Iikhh apaan sih tadi katanya tidak boleh meniru orang lain, sekarang boleh, tapi harus dia sendiri yang melihatnya apa sih maksudnya.?" Gerutu Kinara.


"Sayang aku dengar." Sahut Rayhan.

__ADS_1


"Ucapanmu apa maksudnya Ray.?" Teriak Kinara.


"Tidak bermaksud Apa-Apa cepatlah naik ! sudah malam, apa kau tidak ingin beristirahat.?" Balas Rayhan dari lantai atas, sama berteriak.


__ADS_2