Istri Terbaik Pilihan Ayah

Istri Terbaik Pilihan Ayah
keputusan


__ADS_3

Mereka berdua masih berjalan santai menuju kelas.


"Ooh ia loe bilang ada banyak hal yang mau diceritain ?? tentang apa?"


Andini menatapnya penuh fikir.


"Gue dijodohin Din." Kinara menatap kosong arah didepannya.


"Apa ??" Andini menghentikan langkahnya. Lalu menatap intens kepada Kinara. "Loe gak lagi becanda kan kinar ??"


Kinara ikut berhenti tanpa membalas tatapan Andini "Gue serius, lusa gue akan menikah."


"Loe menikah ?? pacaran aja gak pernah, loe yakin ?? " Andini menggeleng tak percaya.


"Gue tau. Walau perjodohan ini begitu tiba-tiba tapi gue gak mungkin menolaknya begitu saja" kini tatapan Kinara lurus menyamping srperti mengamati hal menarik diujung sana.


"Gue gak percaya, loe dijodohkan dengan siapa ?? dan kenapa loe terima dia begitu saja??" Ucapan Andini tidak digubris Kinara. Dia nyeloyor kearah bapak paruhbaya yang tengah sibuk memunguti sampah yang tercecer dari gerobak yang didorongnya, Kinara terus berjalan tanpa menghiraukan panggilan Andini yang terus saja memanggilnya.


"Kinar, Kinar, Kinara. Loe belum jawab pertanyaan gue " Andini memberenggut kesal.


Sesaat dia berdiri memerhatikan Kinara. Andini,dia tiba-tiba menerima telpon yang memintanya untuk segera mendatangi ruang rektor. Setelah beberapa saat menimbang langkahnya, Andini memutuskan mendatangi ruang rektor.


"Saya bantu pak !?" pinta Kinara.


"Ti-tidak usah non nanti mengotori pakaian non" tolak lembut bapak tersebut.


"Tidak apa-apa pak, lagian tidak akan mengotori pakain saya" Kinara terus memunguti sampah tersebut untuk meringankan beban bapak dihadapannya.


"Terima kasih" ucapnya diiringi senyum bahagia.


Dari kejauhan tamara menyaksikan aktivitas kinara "Diicchh dasar tukang carmuk"


Decak Tamara tidak suka.


Setelah dirasa selesai Kinara segera menegakkan tubuhnya. "Hati-hati pak" ucap Kinara pada laki laki paruh baya dengan usia yang hampir senja yang telah kembali mendorong roda berisi tumpukan sampah.


Bapak paruh baya itu telah berlalu sedangkan Kinara masih berdiri ditempatnya, sementara itu handphone disaku Kinara tiba-tiba terasa bergetar, saat dibuka ternyata berisi pesan yang dikirim Fahmi. "Kinara kenapa pesan kakak tidak kamu balas apa kamu baik-baik saja ??" disana nampak Fahmi tengah menghkawatirkan Kinara.

__ADS_1


Setelah membaca pesan dari Fahmi Kinara akhirnya memutuskan menemuinya. Kinara berfikir inilah saat yang tepat untuk memberitahukan fahmi tentang perjodohan dan rencana pernikahannya. Kinara tidak ingin Fahmi terus saja berharap padanya.


pov Rayhan.


Dia berhenti mengamati sekeliling berharap menemukan keberadaan Kinara. Sesuai rencananya. Rayhan akan memulai membuka hatinya untuk mengenali Kinara lebih dekat. "itu dia." Dilihatnya Kinara masih berdiri, tak lama kemudian Kinara melangkah pergi membuat orang yang memperhatikannya tergerak untuk mengikuti Kinara.


Dilihatnya Kinara memasuki ruang pelatihan ilmu bela diri.


Rayhan yang sedari tadi mengikutinya, berhenti diambang pintu dan melihat Kinara sedang berbicara serius dengan orang dihadapannya. Rayhan dapat melihat raut kesedihan tertumpah di wajah keduanya.


*D**ok Kinara*.


Kinara berdiri debelakang Fahmi yang tengah merapihakan pakaian berwarna putih khas bela diri. "Kak" sekuat tenaga Kinara mengucapkan kalimat yang terasa lebih berat dari biasanya.


Fahmi berbalik sambil tersenyum manis, "Kinara !?" ucap Fahmi. Ditangannya terdapat sabuk kain berwarna hitam.


Fahmi berjalan beberapa langkah "Ada apa, tumben nemui aku sebelum jam pelajaran??"


Kinara menarik nafasnya dalam-dalam lalu kembali memuntahkannya "Kak" sepenggal kata itu kembali terucap penuh keraguan, ragu Fahmi bisa mengerti terhadap keputusannya.


"Maaf, semalam aku tidak membalas pesan kakak" Kinara mencoba menetralkan suasana.


Seperti biasa, Fahmi tidak terlalu mempermasalahkan hal itu toh ini bukan kali pertama untuk Fahmi.


Kinara mematung menatap kosong kearah Fahmi.


"Bukan kak"


"Lalu ??" pernyataan itu menimbulkan tanya terucap dari bibir Fahmi.


Fahmi mulai merasa ada yang aneh pada sikap Kinara hari ini, dari raut wajah Kinara, Fahmi bisa membaca kegelisahan yang cukup besar.


"Kinara. ?? Ada hal yang ingin kamu sampaikan ??" Fahmi menatap mata Kinara yang sedari tadi nampak kosong.


"Kak"


Fahmi maju beberapa langkah mendekati Kinara.

__ADS_1


Dengan susah payah kinara mengatakan "kak. Aku telah dijodohkan" Fahmi menatapnya lucu. Fahmi menanggapi hal tersebut dengan senyum tipis menertawai lelucon Kinara. Fahmi berfikir pernyataan Kinara hanya sebuah lelucon belaka.


"Lusa, aku akan menikah kak." Seketika Fahmi menatap intens kepada Kinara. Sabuk berwarna hitam itu terjatuh dari genggamannya "Jangan bercanda Kinara !!" nada suara itu berubah tegas. "Aku tidak suka dengan candaan mu" Fahmi menatap tak percaya, kemudian memalingkan matanya kecewa.


"Aku tidak sedang bercanda kak. Lusa aku akan menikah !!" jelas Kinara.


"Kinara." Fahmi masih memalingkan tatapannya.


"Apa kamu tidak bisa melihat betapa besar dan tulusnya cinta aku ??, apa kamu bisa merasakan sakit ini, ?? kenapa kamu tiba-tiba menikah??" binar mata Fahmi mulai berkaca, hatinya sakit dan patah.


"Aku. Minta maaf kak, aku tidak tau sejak kapan kami dijodohkan, namun yang pasti yang aku katakan begitulah adanya" Kinara menundukkan tatapannya meyembunyikan airmatanya yang mulai menetes mewakili hati yang bersalah.


Walaupun Kinara tidak pernah mencintai Fahmi, namun dirinya merasa pernyataan ini terlalu jahat, mengingat Fahmi adalah sosok yang begitu baik, pengertian dan penuh perhatian. Sepatutnya Kinara tidak melakukan ini. Tetapi hati tak bisa berbohong, sebaik apapun sikap Fahmi padanya, cinta tetap tak bisa dipaksakan.


"Aku. Minta maaf, aku mohon kakak bisa merestui pernikahan kami" Kinara menatap mata Fahmi yang tergambar kekecewaan.


"Apa kau mencintainya ??" tanya Fahmi lemah.


Lalu Kinara menggelengkan kepalanya. "Aku rasa tidak semudah itu"


"Apa dia mencintai mu ??" tanyanya kembali.


Kinara kembali menggelengkan kepalanya "aku kira itu tidak mungkin"


"Apa kalian yakin akan menikah tanpa sedikit perasaanpun,??" Fahmi memegang lembut kedua belikat Kinara. "Apa kalian yakin dengan semua ini ??" Kinara mengangguk lemah. "Apakah ini telah menjadi keputusanmu ??" Kinara kembali mengangguk.


"Maafkan aku kak"


Fahmi sejenak terdiam, "Kinara !? bolehkah aku memelukmu untuk terakhir kalinya ??" bibir Fahmi bergetar tak kuasa menahan kesedihan.


Kinara menggangguk setuju. Segera Fahmi merangkul Kinara menumpahkan semua kesedihannya, air matanya jelas tak bisa terbendung. Keikhlasan dan penatian terbalas oleh luka yang menyakitkan, namun Fahmi tetap menerima dengan lapang dada keputusan Kinara. "Bahagialah Kinara, kakak restui keputusanmu." Fahmi membelai lembut rambut perempuan yang amat dicintainya itu.


Kinara begitu tersentuh dengan keikhlasan dan kebaikan Fahmi, dia tak pernah menuntut apapun dari Kinara terlebih mengenai perasaan. Tak terasa bulir-bulir bening mulai membasahi pipi Kinara, mewakili perasaan bersalah yang kian tibul dari hatinya. "Aku minta maaf kak."


Fahmi menghapus airmata yang menggenangi kelopak mata Kinara. "Jangan menangis, kita semua berjalan diatas takdir yang kuasa. Percayalah kakak tidak apa-apa, dan kamu harus tau, kamu tidak akan kehilangan kakak, kakak akan selalu ada untukmu, jika ingin kembali, tangan kakaka selalu terbuka untukmu selamanya." Fahmi kembali memeluk erat tubuh Kinara. "Bahagialah Kinara, Kakak hormati keputusanmu" begitu iklasnya perasaan Fahmi untuk Kinara, hingga ia bisa begitu lapang dada menerima kenyataan, kenyataan kekasih yang dengan sabar ia tunggu beberapa hari lagi akan menikah dengan lelaki pilihan orang tuanya.


Disana. Rayhan berdiri mematung diambang pintu, hatinya bergejolak menyaksikan dua insan yang tengah berpelukan, dari wajah keduanya Rayhan bisa merasakan kekecewaan yang mendalam "Sekarang gue sadar, ternyata gue orang ketiga dalam hubungan mereka, sejak awal seharusnya gue tidak menerima pernikahan itu, bodohnya gue tidak menyadari hubungan mereka dari awal"

__ADS_1


Rayhan, dia telah salah faham menanggapi hubungan Kinara dan Fahmi. Rayhan berfikir perjodohan itu telah memutus hubungan Kinara bersama kekasihnya, Fahmi.


Kekecewaan kian memenuhi benak Rayhan.


__ADS_2