Istri Terbaik Pilihan Ayah

Istri Terbaik Pilihan Ayah
Kemarahan Tamara


__ADS_3

Setelah mengemudikan mobilnya cukup jauh. Rayhan akhirnya berhenti di area mall yang cukup besar dan megah, terlihat hilir mudik orang-orang dengan bermacam gaya dan warna pakaian memasuki mall tersebut. Hawa panas diluar seketika tersap saat memasuki gedung dengan kebersihan maksimal.


Di tempat tersebut, nampak tengah disibukkan oleh mereka yang datang.


Ada yang sengaja berkunjung untuk berbelanja, ada yang datang untuk makan, diantara mereka ada juga yang datang untuk sekedar jalan-jalan menikmati keramaian yang tersuguhkan disana.


Di antara mereka (pengunjung), Rayhan menjadi salah satunya, namun sayangnya Rayhan tidak tau alasannya memasukki gedung tersebut.


Yang tentunya bukan untuk berbelanja, makan, apalagi sedar menikmati dan berbaur dengan orang-orang yang disibukkan dengan kepentingn masing masing."Huuuuhhh" Rayhan nampak begitu bosan.


Ya memang benar bagi Rayhan hal ini sangatlah membosankan.


Mengikuti dan melihat tamara memilih pakaiannya, dirinya amat bosan apalagi ketika setiap Tamara memilih pakaiannya dan bertanya "Bagai mana?? apa ini cocok dengan ku??, kalu ini, ini??".


Entah telah berapa ratus kali kata-kata itu terus terucap dari mulut Tamara dan mengiang ditelinganya.


Dan terkadang Rayhan menjawabnya asal tanpa melihat apapun bentuk pakaian yang dipilih Tamara.


"Ray.!! bagai mana dengan ini??" Tamara berputar degan selembar pakaian ditannya.


Rayhan melihat kesembarang arah "Ya, aku rasa cocok,"


Tamara kembali mengambil pakaian yang lain "Kalau ini ?? apa aku terlihat lebih cantik??"


Rayahn mengupil, "Ya aku rasa begitu" saking gabutnya dia apapun dia lakukan.


Tamara kembali berlari pada deretan pakaian, mengambilnya satu persatu dan mengukurkan dengan badannya.


"Ray, bagai mana deanga warana ini??"


Rayhan mnggosok-gosok kukunya tanpa menoleh Tamara. "Ya. Warna yang cantik"


"Bagai mana dengan model yang ini apa aku kelihatan lebih menarik ??"


Rayhan duduk dikursi kecil yang tersedia disana "Ya, tentu saja"


"Ray," Tamara berlari pada deretan yang lain. "Ray kau lihat baju ini begitu manis. !!" sedari tadi Tamara tak menyadari jikalau Rayhan tak pernah serius menilai tiap pakaian yang dipilihnya.


"Ya. Aku fikir begitu" sahutnya.


"Selera kita hampir sama ya Ray," Tamara tersenyum senang.


"Mm gimana kalau kita beli baju couple.??" Tamara asik dengan deretan pakaian didepannya.


"Ya" Rayhan menyandarkan kepalanya pada sandaran kursi, badannya dibuat rileks matanya hampir terlelap.


Tapi tunggu, !!! Rayhan melihat bayangan seseorang berpakaian serba putih berjalan sambil meloncat-loncat kecil.


Please itu bukan pocong seperti yang kalian kira, dia adalah Kinara.


Rayhan tak sengaja melihat kehadirannya dimall yang sama.


"Dia. ?? dia juga disini, ngapain ??" Rayhan mengerutkan dahinya heran.


"Apa dia juga akan berbelanja seperti yang dilakukan tamara, ?? huuhh membosankan.!!" Gumam Rayhan. Rayhan kembali menyandarkan punggungnya.


"Tapi, ?? kalo gak salah dia memakai baju seragam bela diri, apa dia mau bertarung disini ??" fikir Rayhan.


Tanpa berpikir panjang Rayhan segera mengambil langkah mengikuti Kinara meninggalkan Tamara yang sibuk memilih pakaian.


Tamara sendiri tidak menyadari Rayhan telah meninggalkannya.

__ADS_1


"Di mana itu cewek ??" Rayhan memutar manik matanya kesekeliling.


Tangga demi tangga Rayhan lewati, lantai demi lantai telah Rayhan jejaki namun tetap tidak menemukan keberadaan Kinara.


Rayhan berhenti sejenak "Itu cewek sembunyi dimana sih, ?? cepet banget ngilangnya kayak asap."


Rayhan berdiri didepan eskalator terakhir, ditatapinya lantai terakhir yang nampak ramai namun tidak seramai lantai-lantai sebelumnya.


"Lantai diatas tenpat apa.??" didengarnya banyak orang-orang orang berteriak satu hap dua hap tiga hap.


Setelah cukup lama berfikir dan menimbang Rayhan menaikkan kakinya pada tangga eskalator yang mengantarnya sampai dipucuk mall..


Rayhan memutar manik matanya mengamati sekeliling, disini ternyata didominasi dengan orang-orang berbaju putih tapi perbedaanya adalah sabuk yang mereka kenakan.


Hitam, orange/kuning, biru, merah dan merah bertrip emas, sesuai peringakt berapa lama mereka berlatih.


Rayhan mematung. Matanya tertuju pada sosok perempuan bersabuk merah bertrip emas, Rayhan tak bisa menyembunyikan senyum bangganya terhadap perempuan itu. Yang tak lain Kinara, dia tengah berbaur dan bergabung bersama anak didiknya yang akan memulai latihan.


Rayhan terus mengamatinya dari kejauhan, "Ternyata dia disini." Rayhan menggeng kagum.


Perkiraanya salah, ternyata Kinara datang ke mall ini bukan untuk melakukan hal membosankan seperti yang Rayhan kira sebelumnya.


Ditempat lain. Tepatnya dibagian fashion, Tamara dibuat geram ketika panjang lebar kata-katanya tidak disahuti Rayhan, dan yang paling parah ternyata Rayhan tidak lagi bersamanya.


Awalnya Tamara mengira Rayhan tengah memilih pakaian ditempat lain namun ternyata bukan.


"Maaf, apa mbak melihat laki laki ini.??" Tamara menyorkan sebuah photo pada handphonenya pada salah seorang petugas.



Petugas A: "Ya saya tadi melihat dia berjalan ke atas sepertinya mengikuti seseorang."


"Apa dia seorang perempuan.??" tanya Tamara menyelidik.


Tamara menaruh kasar pakaian yang telah dipilihnya. Fikirannyanya tiba-tiba bertanya "Apa perempuan itu Kinara.??" Tamara mendengus kesal, "kalau itu benar Kinara, awass kau !!" nada bicara Tamara berubah penuh emosi.


Tamara berjalan menyusuri tiap lorong mall dengan tujuan menemukan keberadaan Rayhan.


Keadaan ini mengingatkan Tamara pada kata-kata sahabatnya tadi pagi.


Flashback..


Di kantin.


Seperti biasa. Sebelum mengikuti mata kuliah Tamara beserta dua temannya Marisa dan Ellena terlebih dahulu duduk dikatin untuk sekedar sarapan dan minum kopi, ditengah mereka mengisi perut biasanya ada saja bahasan yang mereka bicarakan.


Seperti yang tadi pagi terjadi..


Marisa, Ellena duduk menghadap Tamara.


Marisa melepas tas kecil yang selalu dibawanya, "Loe berdua mau minum apa.??" tanya Marisa.


"Biasa aja." jawab Ellena. duduk dijursinya menghadap Tamara.


"Loe Ra ??" tanya Marisa kembali.


"Biasa." Ucapnya datang sambil terus mengarahkan pandangannya pada benda pipih ditangannya.


"Ekh kalian tau gak berita hot dikampus ini ??" ucap Ellena.


"Apaan ??" tanya Tamara dengan wajah datar.

__ADS_1


"Gadis setengah laki-laki itu (Kinara) ternyata dijodohkan," Ellena sedikit memukul menja dihadapannya.


"Apa hubungannya dengan kita,?? mau dia dijidohkan dinikahkan dimadu gue gak perduli." ucap Tamara. Dia tetap dengan wajah datar.


"Apaan sih loe, masih pagi juga udah bawa informasi gak penting." ucap Marisa. Sambil memiringkan matanya.


"Loe yakin gak penting.??"


"Emang penting buat kita-kita..??" Tambah Marisa.


"Ya, pentinglah tapi loe yakin gak mau nanya dengan siapa Kinara dijodohka.??"


"To the point aja, bertele-tele gue malas ngebahas dia lama-lama.!!"


"Ok, tapi loe janji jangan terkejut."


Tamara dan Marisa menatap Ellena miring.


"Kagaklah, gak penting juga." kesal Tamara.


"Loe denger ya." Ellena setengah berbisik, "Kinara dijodohkan dengn Rayhan."


Tamara sangat terkejut. "Apa ??" saking kagetnya Tamara sampai terlonjak berdiri, " Jangan asal ngoming loe !!"


"Stt stt sttt... " Marisa menempelkan telunjuk dikedua bibirnya.


Marisa kemudian menarik Tamara untuk kembali duduk.


"Udah jangan emosi dulu.!!"


"Kita dengarkan ini sampai abis." pinta Marisa, kemudian Tamara mengikuti permintaan temannya.


Tamara menatap tajam pada Ellena.


"Dan yang gue denger, yang paling menginginkan perjodohan ini adalah orang tua Rayhan." Tamara melotot, sorot matanya seolah mengatakan kebenciannya kepada Kinara.


"Apa sih lebihnya dia.??" Tamara.


"Tapi apa mereka akan menerima perjodohan ini.??" Marisa.


"Gue gak bisa memastikan, tapi melihat kedekatan mereka berdua sepertinya mereka menyetujui perjodohan itu. Loe lihat deh, ada seseorang yang ngirim ini ke gue."



Tamara menggebrak meja. "Kenapa sih itu cewek selalu lebih unggul dari pada gue," kemudian Tamara menyeret semua alat makan yang ada dimeja tersebut. "Heeuuuaaahh" teriaknya emosi.


Seketika orang-orang yang juga ada dikantin itu menatap heran pada Tamara.


"Sakit.!!"


"Abis obat loe.??"


"Sakit.!!"


"Kurang waras."


"Dasar stres."


Orang-orang disana menggeleng mencelai Tamara.


Setelah meluahkan kekesalnnya kemudian Tamara pergi dengan hati gondok.

__ADS_1


Falshback off.


"Kinara aku tak akan membiarkanmu mendapatkan Rayahan, aku akan menggagalkan perjodohan itu.!!" Tamara meremas jemarinya emosi..


__ADS_2