ISTRIKU SEPERTI PARANORMAL

ISTRIKU SEPERTI PARANORMAL
PART 23 - LIBURAN DADAKAN


__ADS_3

"Aku lapar, kenapa tak sekalian ambilkan sarapanku?" tanya Leo.


Lili merasa bingung mendengar ucapan Leo.


"Bukankah kamu sendiri yang bilang tak lapar?" ucap Lili.


Leo memutar bola matanya.


"Aku akan berenang, ajak Maisy juga," ucap Leo.


"Bagaimana bisa? Dia tak membawa banyak pakaian," ucap Lili.


"Minta tolong belikan sana, apa susahnya?" ucap Leo.


'Aku benar-benar merasa aneh. Dia sebenarnya kenapa? Dia bahkan tak mau ke kantor, apa dia ingin menemani Maisy?' batin Lili heran.


Biasanya, Leo tak seperti ini. Itulah mengapa dia merasa asing dengan sikap Leo sekarang. Namun, momen seperti ini adalah pertama kalinya bagi Maisy. Tentu saja Lili yang sejak awal kelahiran Maisy mengharapkan Leo akan memperhatikan Maisy dan dekat dengan Maisy, Lili takan menyiakan momen ini.


Lili pun bergegas menemui pengasuh Maisy dan memintanya membelikan pakaian Maisy. Beruntung hotel itu dekat ke Mall di pusat kota. Meskipun harus naik kendaraan, tetapi setidaknya takan makan waktu sampai setengah jam. Dia juga meminta pengasuh Maisy untuk membelikan pakaian santai untuknya dan Leo. Lili pikir, pengasuh Maisy yang sudah bekerja sejak Maisy lahir, sudah tahu seperti apa pakaian yang biasa dia dan Leo kenakan jika di rumah.


***


Waktu berlalu, Leo, Lili, Maisy dan pengasuhnya pergi ke kolam renang di hotel itu. Maisy dengan ditemani oleh Leo, tampak duduk di tepi kolam dan terlihat sangat senang bermain air, kakinya terus menerus memainkan air.


Lili yang sejak tadi hanya duduk memperhatikan ayah dan anak itu merasakan perasaan yang hangat. Dia benar-benar senang melihat Maisy bisa sedekat itu dengan Leo. Jika saja Maisy sudah bisa mengucapkan banyak kata, mungkin dia akan mengatakan dia bahagia bisa bermain bersama Leo. Momen seperti ini benar-benar langka sehingga Lili tak tahan untuk tak mengabadikannya. Dia mengambil ponselnya dan merekam momen hangat antara ayah dan anak itu.


Dia lalu melihat kembali rekaman video yang dia ambil dan tersenyum sepanjang melihatnya. Dia memperhatikan ekspresi Leo di dalam video itu. Leo tampak natural dan terlihat benar-benar menikmati waktunya.


'Sebenarnya, apa yang terjadi padanya? Kenapa aku merasa dia berubah?' batin Lili bingung.


Lili lalu melihat Leo yang masih asik bermain dengan Maisy. Jantungnya tiba-tiba saja berdegup cepat. Jika saja sikap Leo terus seperti ini, dia mungkin akan jatuh cinta lagi dan lagi pada Leo.


Tak peduli seperti apa perbuatan Leo padanya, entah itu menyakitinya atau tidak, tetapi tak ada yang lebih menyakitkan jika dibandingkan dengan melihat Leo mengabaikan Maisy. Maisy adalah darah daging Leo, Lili tak menginginkan banyak hal dari Leo. Lili bahkan tak menginginkan perhatian dari Leo, Lili hanya menginginkan Leo bisa mengingat dirinya sudah mempunyai anak dan bersikap layaknya seorang ayah yang menyayangi anaknya.


Perlahan mata Lili memerah, air mata mulai membendung matanya saat melihat Leo yang terus menerus mengecup pipi Maisy sehingga Maisy tak henti-hentinya tertawa. Lili benar-benar bahagia, seolah dia sedang bermimpi dia telah merasakan sebuah keluarga yang hangat.


Lili tersentak ketika Leo tiba-tiba melihatnya. Lili pun bergegas memalingkan wajahnya dan mengambil jusnya. Dia meminumnya dan enggan melihat Leo kembali. Dia hampir saja menangis dan dia tak ingin Leo melihatnya menangis.

__ADS_1


"Sust, ambil Maisy dulu!" teriak Leo seraya melihat pengasuh Maisy. Pengasuh Maisy pun bergegas mengambil Maisy dan Leo mulai keluar dari kolam. Dia menghampiri Lili. Lili pun terlihat terkejut saat melihatnya mengambil gelas jus yang ada di dekat Lili.


"Kamu tak berenang?" tanya Leo.


"Tidak, aku di sini saja," ucap Lili.


Leo pun mengangguk dan berbalik. Dia berjalan ke tepi kolam dan kembali melihat Lili.


"Oh ya, bantu aku sebentar," ucap Leo.


"Kenapa?" tanya Lili.


"Ke sini dulu, bantu aku sebentar," ucap Leo seraya mengulurkan satu tangannya.


Lili pun mendekati Leo dan sedetik kemudian Leo justru menariknya terjun bersama ke dalam kolam. Lili sontak saja kelabakan dan berusaha mengangkat kepalanya ke permukaan. Begitu kepalanya muncul di permukaan, dia terbatuk-batuk dan mencoba menyeka air di wajahnya.


"Hey!" Lili berteriak seraya memejamkan matanya ketika tiba-tiba tubuhnya terangkat dan sebuah tangan menahan tubuhnya menjadi berada di dekapan orang itu. Dia pun memberontak, entah siapa yang sudah berani melakukan itu padanya.


"Ha-ha-ah ..."


"Keterlaluan!" kesal Lili seraya lagi-lagi memukul bahu orang itu.


Ya, orang itu Leo.


"Sayang tenanglah," ucap Leo.


"Tenang apanya? Sudah aku katakan aku akan duduk saja, kamu justru menarikku. Bajuku basah sekarang!" kesal Lili.


Leo terkekeh.


"Kamu belum mandi, sekalian saja mandi bersamaku," ucap Leo.


Sekali lagi Lili memukul bahu Leo.


"Lagipula, bukankah ini menyenangkan? Aku pikir, liburan dadakan ini membuatku melupakan kesibukanku," ucap Leo.


Lili berenang ke tepi kolam dan bersandar di dinding kolam. Dia melihat Leo yang menghampirinya. Leo juga ikut bersandar bersama Lili. Lili di sana kembali terbatuk-batuk.

__ADS_1


"Ada air yang masuk ke hidungku," ucap Lili seraya memegang hidungnya. Dia berharap hidungnya takan seperih sekarang.


Lili tersentak ketika Leo tiba-tiba meraih wajahnya sehingga wajahnya berhadapan dengan wajah Leo. Leo mendekatkan wajahnya ke wajah Lili, membuat Lili terkejut. Entah apa yang akan Leo lakukan. Lili pun mencoba menjauhkan wajahnya dan Leo melepaskannya.


Leo lalu melihat ke arah pengasuh Maisy dan meminta pengasuh Maisy mengambilkan jus milik Lili. Setelah mendapatkan jus itu, Leo memberikan jus itu pada Lili dan Lili meminumnya. Setelah selesai, Leo mengembalikan jus itu pada pengasuh Maisy.


"Apa sudah lebih baik?" tanya Leo.


Lili menarik napas dalam-dalam dan mengembuskannya dengan perlahan. Dia lantas mengangguk.


"Lain kali jangan mendorongku," ucap Lili.


"Ya," ucap Leo.


'Dia saja yang terlalu panik, padahal bisa berenang,' batin Leo.


Entah bagaimana akhirnya mereka bisa sama-sama menikmati momen itu. Bahkan tak hanya keduanya, Maisy pun ikut bersama mereka. Mereka tampak seperti keluarga yang harmonis. Maisy juga tampak menikmati momen kebersamaannya dengan kedua orangtuanya itu.


Setelah merasa cukup, Leo meminta pengasuh Maisy untuk membawa Maisy dan membersihkan tubuh Maisy. Sementara itu, dia masih duduk di tepi kolam. Sudah lama sekali dia tak berenang, meski di rumahnya ada fasilitas kolam renang, tetapi mengajak anak istrinya pergi keluar dan melakukan hal seperti ini sekarang ternyata bukanlah hal yang buruk.


***


Waktu berlalu, Leo dan Lili sudah kembali ke kamar. Leo sudah membersihkan tubuhnya, sedangkan Lili baru saja keluar dari kamar mandi. Dia baru saja selesai mandi.


Lili lantas mengambil paper bag yang berisikan pakaian baru yang sebelumnya dibelikan oleh pengasuh Maisy. Leo yang melihat hal itu pun lantas menghampirinya dan memeluknya dari belakang. Lili pun melihat Leo dari cermin besar di depannya


"Meski dadakan, tapi ini liburan terbaik bersamamu," ucap Leo.


Lili terdiam.


"Kamu tahu 'kan, tak banyak waktu kita di luar. Aku ingin melakukan banyak hal denganmu, meskipun itu sangat sulit. Tapi ..."


Leo menghentikan ucapannya sejenak dan membuat posisi Lili berhadapan dengannya.


"Terima kasih sudah menemaniku, aku bersenang-senang," ucap Leo, kemudian tersenyum.


Lili lagi-lagi terdiam. Dia lantas memperhatikan punggung Leo dari cermin di depannya. Leo berjalan menjauhinya. Entah apa yang Lili pikirkan setelah mendengar ucapan Leo.

__ADS_1


__ADS_2