
"Hai, Lili. Apa kabar?" tanya Florence, sontak Lili dibuat terkejut.
Ya, dia tak menyangka Florence yang sebelumnya melengos begitu saja ternyata justru masih mengenalnya.
"Aku tak menyangka bisa bertemu lagi denganmu setelah kapan ya terakhir kali kita bertemu?" ucap Florence seraya menunjukan raut wajah seakan dia sedang memikirkan kapan terakhir kali dia dan Lili bertemu.
Setelah itu Florence menjentikkan jarinya.
"Ah ya, aku baru ingat. Kita bertemu saat kamu datang ke apartemenku dan melihat Leo sedang bersamaku. Seingatku, itu terjadi sekitar 2 tahun lalu, benar 'kan?" ucap Florence, kemudian tersenyum.
Lili hanya diam menatap Florence. Entah apa maksud Florence mengatakan semua itu. Lili yang awalnya sudah tak ingin mengingatnya lagi, sekarang jadi teringat kembali pada kejadian itu.
Florence menghela napas dan menunjukan berkas di tangannya ke hadapan Lili.
"Aku sudah melihat berkas riwayat tentang dirimu, aku meminta Lysa menyalinnya dan aku merasa penasaran. Kenapa kamu bekerja? Apa Leo mencampakkanmu karena itu kamu tak lagi mendapatkan uang darinya?" ucap Florence, dan lagi-lagi tersenyum.
Lili mengepalkan tangannya. Dia benar-benar tersinggung dengan ucapan Florence. Apalagi melihat Florence tersenyum seperti itu, jelas sekali Florence sedang mengejeknya.
Florence kemudian semakin mendekati Lili, dia menatap Lili dengan serius sekarang.
"Itu yang Leo lakukan padaku, dan kamu tahu siapa penyebabnya?" ucap Florence.
Lili masih tetap diam, dia menatap Florence yang cukup dekat dengannya.
"Dirimu, dan dirimu sangat pantas mendapatkan apa yang aku dapatkan dulu!" ucap Florence pelan tetapi penuh penekanan.
"Kamu tahu sejak awal bahwa aku melamar pekerjaan di perusahaan ini, benar kan?" ucap Lili.
"Tentu saja aku tahu, aku takkan pernah melupakan wanita yang telah merebut kekasihku!" tegas Florence.
"Merebut katamu? Yang benar saja," ucap Lili, kemudian terkekeh.
Florence mengerutkan dahinya.
Lili kemudian menarik napas dalam-dalam dan mengembuskannya dengan perlahan.
"Aku tak pernah merebut siapapun, apalagi merebut Leo darimu. Dialah yang datang padaku, dan memilihku," ucap Lili, kemudian tersenyum.
__ADS_1
Kali ini sepertinya Lili ingin membalas senyum ejekan yang sebelumnya Florence tunjukan.
"Memilihmu? Kamu pikir kamu siapa? Apa kamu seorang putri yang patut dipilih oleh seorang pangeran? Benar-benar sangat konyol," ucap Florence, kemudian terkekeh.
Lili akan mengatakan sesuatu, tetapi Florence justru kembali bicara.
"Aku sama sekali tak percaya jika Leo mendatangi wanita murahan sepertimu. Wanita yang mau tidur dengan seorang pria tanpa mencari tahu siapa wanita yang sedang dekat dengan pria itu. Apa kamu pikir kamu begitu baik sehingga pantas dinikahi oleh Leo, ha? Kamu bahkan bukan tipe wanita yang Leo sukai dan jangan lupa, Lili. Tak ada perempuan baik dan tak murahan yang melahirkan anak di luar pernikahan!" tegas Florence.
"Florence!" bentak Lili. Namun, Florence tak peduli dengan itu. Dia menunjuk wajah Lili.
"Jika saja kamu tak hamil, Leo akan mencampakkanmu. Dia akan membuangmu bagaikan sampah, dan takkan pernah menikahimu!" geram Florence.
Lili kembali mencoba mengatakan sesuatu, tetapi Florence lagi-lagi mendahuluinya bicara.
"Itu artinya dirimu yang tak tahu malu, kamu melihat Leo memiliki banyak uang sehingga kamu melemparkan tubuhmu padanya, kamu benar-benar menjijikan, Lili!" geram Florence.
Lili mengepalkan tangannya. Tatapannya menunjukan kemarahan. Florence benar-benar keterlaluan karena telah menghinanya tanpa mengetahui segala kebenaran yang terjadi.
"Tutup mulutmu, Florence!" ucap Lili penuh penekanan.
"Aku takkan melakukannya sekarang, Lili! Aku takkan menutup mulutku setelah aku menahan diriku sejak dulu. Jika saja aku bisa, sudah sejak dulu aku akan memakimu, beraninya kamu menjadi penghancur hubunganku dengan Leo!" geran Florence seraya mendorong Lili.
"Tapi tenang saja, Lili. Meski dulu aku tak memakimu di depan wajahmu secara langsung, aku berdoa dalam hatiku agar kamu merasakan apa yang aku rasakan! Aku selalu berdoa, kamu dan Leo takkan pernah mendapatkan kebahagiaan dalam pernikahan kalian!" ucap Florence kemudian terkekeh.
Plak!
Florence terkejut ketika tiba-tiba Lili menamparnya.
"Aku tak lupa siapa wanita yang datang diam-diam ke Gereja dan menyaksikan Leo menikahiku, tetapi dengan tak tahu malunya wanita itu justru menerima Leo di dalam apartemennya padahal dia tahu bahwa Leo telah sah menikah denganku di hari itu!" geram Lili.
"Beraninya kamu!" geram Florence dan membalas menampar Lili.
Lili tentu saja terkejut, dia bahkan hampir terjatuh. Florence kemudian meraih bahu Lili dan mencengkeramnya.
"Aku bersumpah aku akan merebut kembali apa yang kamu rebut dulu, Lili. Aku takkan membiarkan kamu mendapatkan apapun yang seharusnya aku dapatkan!" tegas Florence dan mendorong tubuh Lili.
Setelah itu Florence melewati Lili, dia berniat keluar dari ruangan itu.
__ADS_1
"Florence!" panggil Lili, kemudian Florence menghentikan langkahnya dan kembali melihat Lili.
"Biar aku ingatkan tentang bagaimana kamu mengemis pada Leo agar Leo menyerahkan semua asetnya padamu, kamu tak tahu apa yang terjadi setelah kamu memintanya 'kan? Jadi biar aku beritahu yang sebenarnya," ucap Lili.
Florence terdiam.
"Leo berani memberikan semua aset yang dimilikinya asalkan tidak berpisah denganku, sayangnya Papi mertuaku terlalu baik sehingga dialah yang menyumbangkan sedikit uangnya untuk pengemis sepertimu! Kamulah yang lebih menjijikan, Florence. Kamulah yang sebenarnya wanita murahan, kamulah yang rela menukar tubuhmu dengan uang, dan jangan kamu pikir aku tak tahu apa saja yang terjadi antara dirimu dan Leo di masa lalu!" geram Lili.
Florence akan mengatakan sesuatu, tetapi Lili kali ini mendahului Florence.
"Asal kamu tahu, Florence. Leo tak pernah menyembunyikan apapun dariku termasuk masa lalunya denganmu!" tegas Lili.
Florence semakin marah mendengar ucapan Lili, dia kembali menghampiri Lili, dia akan menampar Lili lagi. Namun, kali ini Lili berhasil mencegah tangan Florence.
"Mulai detik ini aku mengundurkan diri dari perusahaanmu!" ucap Lili.
"Apa katamu?" tanya Florence.
"Aku tak sudi bekerja dengan wanita yang dengan terang-terangan mencoba menghancurkan pernikahanku!" tegas Lili.
Florence pun tertawa mendengar ucapan Lili, seakan ucapan Lili begitu lucu di telinganya. Florence kemudian mengambil sebuah berkas dari atas mejanya dan meletakkan berkas itu ke dada Lili. Lili kemudian memegang berkas itu.
"Jangan lupa, kamu akan berada di bawah kakiku selama kontrak kerja berlaku. Kamu takkan bisa melarikan diri dari genggamanku, Lili. Jadi nikmati saja pekerjaanmu," ucap Florence, kemudian tersenyum sinis. Setelah itu Florence melangkah menuju pintu.
Sebelum keluar dari ruangan itu, Florence kembali melihat Lili.
"Oh ya, Leo sangat manis 'kan? Dia bahkan datang mendampingiku di acara peresmian kantor ini, bukankah seharusnya sekarang kamu sadar diri? Leo tak pernah melupakanku, Lili. Dia masih mencintaiku, dan perasaannya padamu hanya sebatas rasa tanggung jawab tanpa adanya cinta," ucap Florence, kemudian tersenyum mengejek Lili.
Setelah itu Florence pun benar-benar keluar dari ruangan itu.
Lili meremas berkas itu.
'Aku tak mengerti, bagaimana bisa ada wanita seperti dia? Apa tak ada pria yang mau padanya, sampai dia bahkan ingin menghancurkan pernikahanku? Benar-benar sudah tak waras!' gumam Lili kesal.
Lili kemudian membuka berkas itu dan membacanya. Rupanya itu adalah berkas kontrak yang telah dia tandatangani sebelum.
Kontrak kerja itu berlaku selama 1 tahun dan selama satu tahun itu pula Lili tak boleh mengundurkan diri. Jika Lili melakukannya, Lili harus menanggung segala biaya kerugian perusahaan.
__ADS_1
Lili lantas meremas berkas itu.
'Jika saja sejak awal aku tahu pemilik perusahaan ini adalah dia, aku takkan mau melamar pekerjaan di sini. Betapa bodohnya aku tak mencari tahu siapa pemilik perusahaan ini lebih dulu!' batin Lili kesal.