ISTRIKU SEPERTI PARANORMAL

ISTRIKU SEPERTI PARANORMAL
PART 60 - BERTEMU MAMI MERTUA


__ADS_3

Sementara itu tak lama setelah kepergian Leo dari kediaman Florence, Lili sampai di kantor Florence. Dia melihat Lysa dan menghampiri Lysa. Sayangnya, Lysa langsung menghindarinya.


Lili pun jadi merasa tak enak hati pada Lysa.


'Semua ini gara-gara Florence, aku benar-benar membencinya,' batin Lili.


Padahal, niat Lili ingin selalu menjaga hubungan baik dengan siapapun, termasuk dengan Lysa. Sayangnya niat baiknya dihancurkan oleh Florence.


"Senang sekali akhirnya aku melihatmu tetap bekerja di sini, Lili," ucap seseorang, sontak Lili berbalik dan rupanya itu adalah Florence.


Florence berjalan mendekati Lili.


"Karyawan yang baik," ucap Florence seraya menepuk bahu Lili. Lili pun langsung menepis tangan Florence.


Setelah itu Lili mengambil sebuah cek dan menyodorkannya pada Florence.


"Ambil ini dan tulis saja nominal kerugian perusahaanmu, aku akan keluar dari perusahaanmu," ucap Lili.


Florence mengambil cek itu dan melihat nama Leo di dalam cek itu. Ya, cek itu ditandatangani oleh Leo.


"Aku tak menerima cek ini," ucap Florence dan merobeknya.


Lili pun kesal melihat itu.


"Aku sudah berniat baik membayar kerugian perusahaanmu meski akulah yang sebenarnya dirugikan dalam hal ini, lalu kenapa kamu justru merobeknya?" ucap Lili.


"Aku tak menerima cek dengan nama orang lain," ucap Florence.


Lili mengerutkan dahinya.


"Kenapa kamu tak memakai uangmu sendiri? Aku akan setuju menghentikan kontrak kerjamu jika kamu membayar semua kerugiannya dengan uangmu sendiri," ucap Florence.


"Sungguh alasan yang konyol, lagipula apa kamu tak mengerti? Leo suamiku, jelas dia mendukungku untuk keluar dari perusahaanmu karena itu dia menandatangani cek itu agar aku bisa keluar dari perusahaanmu," ucap Lili.

__ADS_1


Lili sengaja mengatakan itu agar Florence terbangun dari mimpinya. Lili melakukan itu agar Florence sadar bahwa Leo sama sekali tak tertarik lagi pada Florence.


"Oh ya, aku baru ingat. Belum lama Leo datang ke sini, lho," ucap Florence kemudian tersenyum.


Senyuman Florence jelas sekali terlihat mengejek.


Lili mengepalkan tangannya. Suaminya itu tak ada kapoknya. Padahal baru tadi malam memohon agar dia mau kembali, tetapi pagi ini justru menemui Florence lagi, pikirnya.


"Aku tahu itu," ucap Lili.


Florence terdiam.


"Tentu saja sebelum datang ke sini Leo meminta izin dulu padaku," ucap Lili, kemudian tersenyum.


Florence mengepalkan tangannya. Setelah itu dia mencoba melewati Lili. Namun, dia kemudian berhenti sejenak dan bicara di dekat telinga Lili.


"Lakukan pekerjaan pertamamu, karena aku takkan pernah menghentikan kontrak kerjamu!" ucap Florence kemudian mencoba meninggalkan Lili.


"Aku bukan siapa-siapa di perusahaan ini, jadi aku takkan melakukan apapun atas perintahmu!" tegas Lili.


"Apa kamu tak kasihan pada Lysa?" ucap Florence.


"Apa urusannya denganku?" tanya Lili.


"Tentu saja semua tergantung padamu," ucap Florence seraya tersenyum penuh maksud.


"Lili, Lysa sangat membencimu sekarang karena aku menggantikannya denganmu dan aku akan memecatnya jika kamu keluar dari perusahaan ini!" ancam Florence.


"Apa maksudnya ini? Kenapa semuanya harus tergantung Lili?" ucap seseorang, sontak Lili dan Florence melihat orang itu.


Orang itu ternyata adalah Lysa. Lysa kemudian melihat Lili dengan tatapan tak senang, setelah itu dia meninggalkan Lili dan Florence.


"Apa sebenarnya maumu, ha? Aku tak memiliki hubungan apapun dengan Lysa, jadi jangan kaitkan dia dengan masalah ini!" geram Lili.

__ADS_1


"Terserah apa katamu, pilihanmu hanya ambil pekerjaanmu dan lakukan segera, atau Lysa kehilangan pekerjaannya," ucap Florence dan meninggalkan Lili.


Lili menggeram dalam hatinya. Ingin sekali dia mendorong Florence hingga terjatuh. Dia benar-benar kesal pada Florence.


Lili kemudian mencoba mencari Lysa. Namun, tiba-tiba ada sebuah pesan masuk ke ponselnya.


Pesan itu ternyata dari Florence. Florence menyuruhnya untuk datang ke sebuah hotel, di mana di hotel itu akan ada acara pernikahan dan perusahaan Florence lah yang menjadi wedding organizer-nya. Florence meminta Lili untuk mengawasi pekerjaan karyawan lain yang sedang bekerja di sana.


"Dia benar-benar menyulitkanku!" kesal Lili dan pergi dari kantor.


Lili akan mengurus Lysa nanti. Dia mungkin akan menjelaskan segalanya pada Lysa agar Lysa mengerti bahwa sejak awal bukan dia yang mencari masalah dengan Lysa, tetapi Florence lah yang sengaja ingin menyulitkannya.


Lili pun benar-benar datang ke hotel itu dan pergi ke ballroom hotel. Di sana dia melihat semua orang yang sedang bekerja dan ini adalah pertama kalinya dia melihat mereka semua.


Lili mencoba melakukan pekerjaannya meskipun dia sama sekali tak memiliki pengalaman tentang itu. Hingga akhirnya jam makan siang tiba dan semua orang mulai beristirahat. Lili juga keluar dari ballroom dan pergi ke restoran yang ada di hotel itu. Dia memesan makan siang di sana.


Di tengah menunggu makan siangnya tiba, Lili melihat ke sampingnya. Ada beberapa orang yang baru saja duduk di sana.


"Kamu di sini?" tanya orang itu yang juga melihat Lili, sontak Lili bangkit dari duduknya dan menghampiri orang itu.


"Mami apa kabar?" tanya Lili.


Ya, itu Clara. Dia mami mertua Lili. Dia datang dengan dua orang temannya yang terlihat jelas sekali mereka dari kalangan sosialita.


"Mami baik, apa kamu sendirian di sini? Di mana Maisy?" tanya sang mami.


"Ya, aku sendiri. Maisy di rumah," ucap Lili.


"Kenapa tak mengajaknya?" tanya Clara terlihat bingung.


"Aku ke sini untuk bekerja, Mi. Jadi tak mungkin membawa Maisy," ucap Lili.


Mendengar ucapan Lili, Clara pun langsung melihat teman-temannya.

__ADS_1


'Ya ampun, apa aku tak salah dengar? Bagaimana mungkin menantuku bekerja, apa anakku kekurangan uang sehingga tak memberi istrinya cukup uang?' batin Clara shock.


__ADS_2