
Clara melihat teman-temannya lagi, setelah itu dia meminta izin untuk bicara dengan menantunya. Clara lantas membawa Lili ke meja Lili. Dia pun duduk bersama Lili di sana.
"Kerja bagaimana?" tanya Clara bingung.
"Apa Leo belum mengatakannya pada Mami?" tanya Lili.
Clara menggelengkan kepalanya. Beberapa hari ini dia tak bertemu Leo, bahkan juga tak berkomunikasi dengan Leo. Karena itu dia tak tahu apa saja yang dialami oleh anaknya itu.
"Sebenarnya sudah sejak kemarin aku mulai bekerja," ucap Lili.
"Tapi kenapa? Apa yang terjadi sehingga kamu bekerja?" tanya Clara.
Lili terdiam seraya menundukkan kepalanya. Clara kemudian meraih tangan Lili dan menggenggamnya.
"Lili, ada apa sebenarnya? Apa terjadi masalah sehingga kamu harus bekerja? Bukankah Leo masih bekerja di perusahaan?" tanya Clara.
"Ya, Mi. Leo masih bekerja dan aku bekerja juga karena setelah kami bercerai nanti aku --"
"Apa?" Clara terkejut bukan main mendengar ucapan Lili. Lili yang juga terkejut melihat reaksi Clara bahkan sampai tak menyelesaikan ucapannya.
"Apa maksud, ha? Bercerai apanya? Jangan bercanda dengan Mami, Lili!" ucap Clara.
"Maaf, Mi. Sebenarnya ini keputusan yang berat, tapi mau bagaimana lagi? Aku sudah tak bisa mempertahankan pernikahanku dengan Leo," ucap Lili terlihat sedih.
Clara memegang dadanya, dia benar-benar shock. Dia pun akhirnya terdiam untuk beberapa saat.
Lili juga diam lantaran menjadi tak enak hati melihat mertuanya shock seperti itu. Beruntung dia tahu mertuanya itu tak memiliki riwayat sakit jantung sehingga tak sampai terjadi sesuatu yang mengerikan.
Clara kemudian menarik napas dalam-dalam dan mengembuskannya dengan perlahan.
"Baiklah, katakan pada Mami apa yang sebenarnya terjadi?" ucap Clara.
"Untuk itu aku tak ingin mengatakan apapun, yang jelas sekarang aku dan Leo sudah pisah rumah," ucap Lili.
Clara kembali dibuat terkejut mendengar anak dan menantunya itu ternyata telah pisah rumah.
'Bagaimana bisa aku tak tahu apapun selama ini?' batin Clara.
Clara kemudian teringat pada Leo. Apa mungkin Leo melakukan sesuatu sehingga membuat pernikahannya dengan Lili hancur?
"Mami akan menghubungi Leo sekarang," ucap Clara dan mengambil ponselnya.
Lili pun menahan Clara.
"Jangan, Mi. Leo mungkin akan marah jika tahu aku yang mengatakan ini pada Mami. Aku yakin, nanti juga Leo akan memberitahu Mami tentang ini," ucap Lili.
"Apa-apaan kamu ini? Apa kamu tak tahu jantung Mami hampir saja copot!" ucap Clara terdengar marah.
Lili pun menarik tangannya dan Clara akhirnya menekan panggilan menuju kontak Leo. Tak lama Leo menjawab panggilannya.
'Di mana, Leo?' tanya Clara.
'Di rumah, ada apa Mami menghubungiku? Tumben sekali,' ucap Leo.
'Pulanglah ke rumah malam ini,' ucap Clara.
'Pulang? Memangnya ada apa, kenapa mendadak sekali?' tanya Leo.
'Pulang ke rumah orangtua apa harus selalu ada alasan dulu?' tanya Clara.
__ADS_1
'Bukan begitu, aku hanya kaget Mami memintaku pulang tiba-tiba,' ucap Leo.
'Ya Mami ingin bertemu denganmu, memangnya tak boleh?' ucap Clara dan mengakhiri telepon sebelum Leo bisa mengatakan sesuatu.
Clara kemudian melihat Lili. Tatapannya masih terlihat tak senang.
"Maaf, aku telah membuat Mami terkejut," ucap Lili.
"Apa kamu pikir hanya terkejut? Kalian benar-benar Keterlaluan, mengambil keputusan sebesar ini tapi tak memberitahu Mami dan Papi, kalian anggap apa kami ini?" ucap Clara.
Lili akan mengatakan sesuatu, tetapi Clara justru bangkit dari kursinya.
"Mami akan pulang," ucap Clara dan meninggalkan Lili.
Lili pun melihat mertuanya itu pergi ke meja teman-temannya. Dia terlihat pamit pada teman-temannya.
Tak lama pesanan makan malam Lili tiba, Lili pun memilih menyantap makan malamnya setelah Clara benar-benar meninggalkan restoran.
***
Waktu berlalu, Clara akhirnya sampai di kediamannya. Dia melihat Leo sedang bersama papinya di dekat anak tangga.
"Clara, kamu meminta Leo datang ke sini. Ada apa memangnya?" tanya Bram.
Leo yang mendengar papinya menyebut sang mami lantas berbalik dan melihat maminya yang rupanya sedang mendekat padanya.
"Apa benar kalian akan berpisah?" tanya Clara begitu sampai di hadapan Leo.
"Siapa?" tanya Leo dan Bram.
Ya, anak dan papi itu mengucapkan kata yang sama di waktu bersamaan.
Clara lantas melihat Bram.
Bram sontak melihat Leo. Dia terkejut mendengar Leo akan berpisah. Leo juga terlihat terkejut sekarang.
"Apa ini, Leo?" ucap Bram.
"Siapa yang bilang begitu?" tanya Leo.
"Istrimu!" ucap Clara.
Leo lagi-lagi terkejut.
"Mana mungkin kami akan berpisah," ucap Leo menyangkal.
"Lalu kenapa istrimu bicara seperti itu? Kenapa juga dia sekarang bekerja?" ucap Clara.
Bram lagi-lagi terkejut mendengar ucapan Clara.
"Apa lagi ini, Leo? Bagaimana bisa Lili bekerja? Apa Kakakmu memecatmu dari perusahaan?" tanya Bram.
"Tidak, aku masih bekerja dan untuk masalah Lili bekerja, aku juga tak tahu mengapa dia tiba-tiba ingin bekerja. Itu bukan kemauanku," ucap Leo.
Leo benar-benar terkejut mendengar Lili lah yang memberitahu maminya. Padahal, dia sudah berusaha menutupi masalahnya karena ingin berusaha untuk memperbaiki hubungannya dengan Lili. Dia juga merasa yakin pernikahannya dengan Lili masih bisa dipertahankan karena itu dia meras tak perlu menceritakan masalah rumah tangganya pada orangtuanya.
"Lalu kenapa kalian akan berpisah?" tanya Clara.
Leo pun terdiam.
__ADS_1
"Katakan, Leo!" bentak Clara.
"Bukankah Lili yang mengatakan begitu pada Mami? Lalu kenapa tak Mami tanyakan apa yang membuatnya bisa bicara seperti itu? Aku bahkan tak pernah merasa pernah mengatakan akan menceraikannya," ucap Leo.
Clara menatap Leo dengan curiga.
"Aku pikir memanggilku ke sini karena ada masalah apa, ternyata Mami hanya ingin mengatakan omong kosong. Jika Mami percaya padanya dan ingin tahu, tanyakan saja padanya!" kesal Leo.
"Kalau begitu antar Mami ke rumahmu, Mami ingin bertemu Lili," ucap Clara.
Leo terdiam, dia ingat Lili sudah tak tinggal di rumahnya.
Leo lantas mengusap tengkuknya. Dia sedang memikirkan cara untuk membuat Clara tak pergi ke rumahnya sekarang. Leo kemudian teringat pada ucapan maminya sebelumnya, sudah jelas itu artinya maminya bertemu dengan Lili di luar.
"Lili tak ada di rumah sekarang," ucap Leo.
"Tak masalah, Mami akan menunggunya pulang. Selagi menunggu, Mami akan menemani Maisy tidur, jika perlu Mami akan menginap di rumahmu," ucap Clara.
'Astaga, Mami benar-benar!' batin Leo kesal.
"Kenapa diam? Ayok ke rumahmu sekarang, Papi juga akan ikut dengan Mami," ucap Clara.
Leo akhirnya mengembuskan napas kasar.
"Lili tak ada di rumah, Mami menunggu juga percuma, dia takkan pulang ke rumah," ucap Leo.
"Memangnya kenapa? Jangan bilang kalian tak lagi tinggal bersama?" ucap Bram.
"Ya, Lili keluar dari rumah beberapa hari yang lalu," ucap Leo.
Clara tersenyum sinis. Anaknya itu memang takkan bisa membohonginya.
"Mami memang sudah tahu Lili tak lagi tinggal di rumahmu, kamu tak bisa membohongi Mami, Leo!" tegas sang mami.
Leo mengusap wajahnya.
"Jadi kalian benar-benar akan bercerai?" tanya Bram.
"Tentu saja tidak!" ucap Leo dengan cepat.
"Papi harap begitu," ucap Bram.
'Aku juga,' bagi Leo.
"Kalau begitu pulanglah ke rumahmu," ucap Bram dan berbalik. Dia akan pergi dari sana. Namun, Clara menahan tangannya.
Bram pun kembali melihat Clara.
"Kita tak boleh ikut campur, Clara. Biarkan mereka menyelesaikan masalah mereka," ucap Bram.
"Tapi, Bram. Bagaimana bisa kamu sesantai ini? Kamu tahu ada Maisy, akan sangat kasihan jika orangtuanya --"
"Lalu aku harus bagaimana? Jika ini pernikahanku tentu saja aku takkan lepas tangan. Tapi ini pernikahan anak kita, biarkan dia menyelesaikan masalah dengan istrinya. Aku tak ingin ikut campur," ucap Bram.
"Ya, kalian jangan ikut campur ke dalam masalah rumah tanggaku jika tak ingin masalahku semakin rumit. Aku bisa menanganinya sendiri! Lili juga hanya marah padaku, aku tahu setiap dia marah dia selalu seperti ini. Dia akan baik lagi," ucap Leo dan berbalik. Dia pergi dari sana.
"Kamu lihat, kenapa tak bisa percaya pada anakmu sendiri?" ucap Bram.
"Aku khawatir pada Maisy, Bram. Apa kamu tak khawatir pada cucumu?" tanya Clara.
__ADS_1
"Aku akan mengambil dan merawatnya jika perlu, kamu terlalu khawatir akan sesuatu yang bukan menjadi urusanmu," ucap Bram dan meninggalkan Clara.
Clara terdiam heran. Suaminya itu benar-benar keterlaluan. Ibu mana yang tak khawatir jika mendengar pernikahan anaknya hancur? Dia juga sangat khawatir pada Maisy karena biasanya dalam setiap perceraian pasti anaklah yang akan menjadi korbannya. Clara tak ingin pertumbuhan cucunya itu terganggu karena perceraian orangtuanya.