ISTRIKU SEPERTI PARANORMAL

ISTRIKU SEPERTI PARANORMAL
PART 65 - APA YANG SEDANG LILI RENCANAKAN?


__ADS_3

Ke esokan harinya.


Lili memasuki mobilnya dan melajukannya meninggalkan rumah. Tadi malam setelah pengacara pergi dari rumahnya, dia membuat janji temu dengan seseorang dan hari ini dia akan datang ke sebuah restoran untuk menemui orang itu.


Ketika sampai di restoran yang dituju, Lili melihat orang itu sudah datang lebih dulu. Dia lantas menghampiri orang itu.


"Aku pikir setelah kamu mencoba melarikan diri dari perusahaanku kamu takkan berani menemuiku, tak kusangka ternyata kamu cukup berani memintaku untuk menemuimu," ucap orang itu.


Lili tersenyum dan duduk di hadapan orang itu.


"Kenapa kamu ingin bertemu denganku?" tanya orang itu.


"Florence, bukankah kamu sangat membenciku karena aku merebut Leo darimu?" ucap Lili.


Ya, itu Florence. Setelah semalaman dia memikirkan tentang kesepakatan yang Leo buat, dia justru memutuskan untuk bertemu dengan Florence.


"Tentu saja, kamu tak perlu menanyakan seberapa bencinya aku padamu," ucap Florence.


Lili menghela napas.


"Jadi kamu masih memiliki keinginan untuk membuat pernikahanku dengan Leo hancur?" ucap Lili.


"Benar sekali, aku sangat ingin menghancurkan pernikahanmu dengan Leo sama seperti kamu yang telah menghancurkan hubunganku dengan Leo!" ucap Florence, kemudian tersenyum sinis.


"Kalau begitu aku akan memberimu kesempatan," ucap Lili, sontak Florence menatap Lili bingung.


'Apa katanya? Apa aku tak salah dengar?' batin Florence.


Tak hanya bingung, Florence juga sangat terkejut karena Lili tiba-tiba bicara seperti itu. Bagaimana tidak? Rasanya sangat tak masuk akal mendengar istri dari pria yang ingin dia rebut justru menyetujui niat buruknya. Apa mungkin Lili sudah gila? Pikirnya.


"Aku akan memberimu kesempatan untuk bisa menghancurkan pernikahanku dengan Leo, bagaimana?" ucap Lili, kemudian tersenyum.


"Kamu tersenyum? Sungguh? Apa kamu sudah gila?" ucap Florence heran.


Lili menghela napas dan kembali tersenyum.


"Aku gila atau tidak itu bukan urusanmu, tapi sekarang dengan tulus aku memberimu kesempatan untuk bisa mengambil hati Leo lagi, bukankah seharusnya kamu senang?" ucap Lili.


"Hey Lili!" Florence bangkit dari kursinya. Dia menatap Lili dengan kesal.


Sekarang dia mulai menyadari bahwa Lili sedang mempermainkannya. Dia kembali ingat saat Leo menemuinya dan mengatakan semua yang dia katakan pada Lili, Lili pasti sedang merencanakan sesuatu untuk melawannya, pikirnya.


"Apa yang kamu rencanakan dengan memintaku merebut hati Leo kembali, ha?" ucap Florence curiga.


"Aku merencanakan sesuatu? Tentu saja tidak," ucap Lili.

__ADS_1


Florence mengerutkan dahinya, entah mengapa dia tak yakin dengan ucapan Lili. Lili pasti sedang berbohong, pikirnya.


"Aku hanya ingin bercerai dengan Leo," ucap Lili seraya menatap Florence serius.


Florence pun terkejut mendengar ucapan Lili. Dia lantas melihat sebentar ke sekelilingnya dan setelah itu kembali duduk.


"Apa maksudmu sebenarnya?" ucap Florence.


"Ya, aku ingin bercerai dengan Leo, tapi aku tak memiliki alasan untuk itu. Karena itu aku butuh alasan untuk bisa bercerai dengan Leo," ucap Lili.


Florence kembali dibuat terkejut. Dia benar-benar tak habis pikir pada Lili. Bukankah dengan mengatakan begitu itu artinya Lili ingin mencari kesalahan Leo?


"Kamu benar-benar sudah gila, apa maksudmu kamu ingin menjebak Leo dengan membuat Leo seolah-olah mengkhianatimu sehingga kamu bisa memakai alasan itu untuk bercerai dari Leo?" ucap Florence.


"Tepat sekali," ucap Lili.


Florence memalingkan wajahnya ke sisi lain. Dia lantas memijat tengkuknya.


'Dia bahkan lebih gila lagi, ternyata dia sangat licik. Jangan-jangan selama ini dia juga yang menjebak Leo agar mau tidur dengannya sampai dia hamil anaknya Leo,' batin Florence curiga.


"Aku sudah mengatakan tujuanku menemuimu, kamu akan mengambilnya atau tidak semua terserah padamu. Tapi saranku lebih baik kamu mengambil kesempatan ini dan jangan khawatir, aku takkan melibatkanmu jika pada akhirnya aku dan Leo benar-benar berpisah," ucap Lili kemudian bangkit dari kursinya. Dia lantas meninggalkan Florence.


Florence pun hanya mampu terdiam, baru kali ini dia menemukan kasus gila seperti ini. Yang lebih membuatnya terkejut, rupanya Lili tak sebaik yang dia kira atau mungkin juga yang Leo kira. Florence yakin Leo akan sangat terkejut jika tahu niat buruk Lili.


Florence pun terdiam untuk beberapa saat, tapi setelah itu dia justru menyeringai, dia tiba-tiba terpikirkan sesuatu.


Florence kemudian bangkit dari kursinya. Dia keluar dari restoran dan kembali ke mobilnya.


'Baiklah, ini juga keinginan wanita gila itu, jadi aku takkan keberatan untuk sedikit membantunya mencapai keinginannya,' gumam Florence penuh antusias. Dia sepertinya telah menemukan sebuah ide untuk membuat Leo dan Lili benar-benar berpisah.


***


Malam hari di kediaman Leo.


Leo baru saja menuruni anak tangga, setelah itu seorang asisten rumah tangga menghampirinya.


"Tuan, ada tamu di ruang tamu," ucapnya.


Leo mengerutkan dahinya.


"Siapa?" tanya Leo.


"Seorang wanita, tapi saya tak tahu namanya. Dia bilang teman Anda," ucapnya lagi.


Leo yang penasaran pun kemudian pergi ke ruang tamu, dia terkejut melihat Florence sedang duduk di ruang tamu.

__ADS_1


'Kenapa dia di sini? Dari mana dia tahu rumahku?' gumam Leo.


Leo kemudian menghampiri Florence dan Florence bangkit dari sofa.


"Hai, Leo," sapa Florence seraya tersenyum


"Dari mana kamu tahu rumahku?" ucap Leo penasaran. Dia yakin dia tak pernah memberitahu alamat rumahnya.


"Maaf, aku mendapatkan alamat rumahmu dari KTP Lili yang digunakan saat melamar pekerjaan di kantorku," ucap Florence.


Leo terdiam, jika itu benar maka rasanya mungkin saja karena alamat di KTP Lili sama dengan rumah itu. Jelas di KTP Lili juga Lili masih berstatus istrinya sehingga alamat tempat tinggal Lili pun belum berubah.


"Maaf aku pasti membuatmu terkejut, tapi aku tak tahan untuk diam saja setelah tadi siang Lili menemuiku dan mengatakan sesuatu padaku," ucap Florence.


"Apa maksudmu?" tanya Leo bingung.


"Leo, aku ingin kamu membuka matamu. Lili bukan wanita baik-baik, sebaiknya tinggalkan saja dia," ucap Florence.


Leo pun terkejut mendengar ucapan Florence. Entah apa maksudnya Florence bisa mengatakan semua itu? Memangnya sejauh apa hubungan Florence dan Lili sampai Florence bisa menilai Lili seperti itu? Pikirnya.


"Leo, hari ini Lili datang menemuiku dan memintaku untuk mendekatimu agar aku bisa merebut hatimu kembali. Apa kamu tahu apa tujuannya?" ucap Florence.


"Apa?" ucap Leo penasaran.


"Dia ingin berpisah denganmu tapi dia ingin membuatmu seolah melakukan kesalahan sehingga dia akan memakai kesalahanmu sebagai alasan untuk berpisah denganmu," ucap Florence.


Leo pun terdiam.


'Apa sebenarnya yang dia katakan? Apa dia sedang mabuk sehingga melantur?' batin Leo. Yang dikatakan oleh Florence rasanya sangat tak masuk akal, pikirnya.


"Kamu pasti takkan percaya padaku, tapi aku bersumpah aku tak berbohong. Dia mengatakan sendiri padaku, Leo. Kamu harus percaya padaku," ucap Florence.


"Jika itu benar, kenapa dia harus meminta bantuanmu untuk mencari kesalahanku?" ucap Leo.


"Karena aku pernah mengatakan aku ingin merebutmu dari Lili," ucap Florence, sontak Leo mengerutkan dahinya.


"Em ... Sebenarnya aku mengatakan itu hanya sebagai omong kosong saja, aku terlalu kesal pada Lili. Tapi aku tak menyangka dia justru menganggapnya serius," ucap Florence.


Leo terdiam mendengar ucapan Florence, dia tiba-tiba teringat pada ucapan Lili waktu itu yang pernah mengatakan hal yang sama juga padanya. Namun, saat itu dia dibuat bingung karena setelah menemui Florence, Florence justru tak mengakuinya.


Florence kemudian menghampiri Leo, Florence tampak menunjukan raut wajah menyesal.


"Aku benar-benar hanya bercanda waktu itu, kenyataannya aku sama sekali tak berniat menghancurkan pernikahanmu dengan Lili. Bagaimana mungkin aku yang masih mencintaimu ingin melihatmu hancur? Aku justru ingin kamu merasa bahagia. Tapi aku sangat shock saat tahu Lili memiliki rencana buruk seperti itu, jelas aku tak terima. Aku ingin kamu mengetahuinya agar kamu tahu siapa Lili yang sebenarnya, takkan ada wanita baik yang akan menghancurkan reputasi suaminya sendiri. Jelas-jelas Lili tak mencintaimu, dulu juga dia pasti sengaja menjebakmu sehingga dia akhirnya sampai hamil. Sekarang aku jadi curiga, jangan-jangan anak itu bukan anakmu," ucap Florence.


"Apa kamu sudah selesai bicara?" ucap Leo, sontak Florence terdiam.

__ADS_1


Entah mengapa tatapan Leo tiba-tiba tampak berubah, Leo terlihat tak senang, apa mungkin Leo tak percaya padanya? Pikirnya gelisah.


__ADS_2