
Lili dan beberapa karyawan kantor lainnya sudah berada di kantor baru. Tak di sangka ternyata kantor baru itu berada dekat dengan kediaman sang pemilik kantor tersebut.
Ya, sebelumnya Lysa memberitahu Lili bahwa atasan mereka tinggal tepat di kediaman dua lantai yang berada tak jauh dari kantor tersebut. Namun, entah mengapa sejak tadi Lili belum juga bisa melihat atasan barunya.
Acara peresmian itu akan dimulai pukul 10 pagi ini, dan masih tersisa waktu 35 menitan lagi untuk dimulainya acara.
Lili lantas melihat Lysa yang menerima panggilan telepon dan setelah selesai bicara di telepon Lysa lantas menghampiri Lili.
"Lili, aku dipanggil oleh atasan. Aku akan ke rumahnya dulu ya," ucap Lysa.
"Baiklah, aku akan menunggumu di sini," ucap Lili dan Lysa bergegas menuju kediaman sang atasan. Sementara itu, Lili menunggu di sana.
Selang beberapa menit sebelum acara akan dimulai, Lysa kembali ke kantor dan mengatakan bahwa atasan mereka akan segera datang ke kantor.
"Tapi Lili, apakah aku bisa minta tolong padamu?" ucap Lysa.
"Ya, tentu saja. Apa itu?" ucap Lili.
"Kita butuh buket bunga," ucap Lysa.
Lili pun terdiam.
"Bisakah kamu membelikannya untukku? Aku benar-benar tak tahu bahwa akan ada tamu spesial yang akan datang hari ini. Atasan kita memintaku untuk membelikan bunga untuk nanti diberikan pada orang itu, tapi aku masih sibuk sekarang dan tak mungkin pergi," ucap Lysa.
"Ya, tentu saja aku bisa membelikannya. Apakah di sini ada toko bunga terdekat? Jika ada, aku akan membelikannya di sana saja," ucap Lili.
"Aku tak yakin, tapi coba saja lihat-lihat di sepanjang komplek ini," ucap Lysa.
Lili pun mengangguk dan mengambil uang yang disodorkan Lysa. Setelah itu dia bergegas meninggalkan kantor.
Sementara itu di sisi lain, tepatnya di perjalanan. Leo sedang mengemudikan mobilnya menuju tempat peresmian kantor baru Florence.
Sesampainya di tempat yang dituju, Leo memarkirkan mobilnya di depan sebuah pintu pagar yang masih tertutup. Dia lantas mengambil ponselnya dan menekan panggilan menuju kontak Florence. Florence pun langsung menjawab panggilannya.
'Aku sudah sampai di depan pintu pagar rumahmu,' ucap Leo.
__ADS_1
'Aku akan meminta security untuk membukakan pintunya, pintunya belum dibuka karena acaranya masih beberapa menit lagi,' ucap Florence.
'Baiklah,' ucap Leo dan panggilan itupun berakhir.
Tak lama seorang security membukakan pintu pagar dan Leo mengemudikan mobilnya memasuki area kediaman Florence. Ya, itu karena kantor Florence begitu dekat dengan kediaman Florence.
Setelah itu Leo keluar dari mobilnya dan security itu menghampiri Leo. Dia mengajak Leo untuk memasuki kediaman Florence terlebih dahulu karena itulah yang diperintahkan oleh Florence pada security tersebut. Leo lantas mengikuti security itu.
Begitu sampai di ruang tamu, dia disambut oleh Florence. Layaknya teman yang sangat akrab, Florence dan Leo bahkan saling bercipika-cipiki.
"Terima kasih sudah datang, Leo," ucap Florence.
"Tak masalah," ucap Leo seraya tersenyum.
"Tunggulah dulu di sini, kita akan ke kantorku jika acaranya akan segera dimulai," ucap Florence.
Leo mengangguk dan duduk di sebuah sofa. Dia lantas melihat Florence yang mulai menjauhinya. Entah apa yang akan Florence lakukan, Leo pun akhirnya kembali berdiri dan melihat tepat ke arah kantor baru Florence. Entah apa yang ada dipikirannya sekarang, mungkinkah dia merasa bangga karena akhirnya wanita yang pernah sangat bergantung padanya itu sekarang telah memiliki usaha sendiri?
"Leo!"
"Bisakah kamu menemaniku saat peresmian?" ucap Florence.
"Aku sudah di sini, aku memang datang untuk menghadiri peresmian kantor barumu," ucap Leo.
"Maksudku bukan begitu," ucap Florence.
Leo mengerutkan dahinya.
"Maksudku, bisakah kamu berdiri di sampingku saat peresmian dimulai nanti?" ucap Florence.
Leo menghela napas.
"Aku mohon," ucap Florence terlihat memelas.
"Baiklah," ucap Leo dan Florence pun tersenyum penuh antusias.
__ADS_1
Begitu acara akan dimulai dan terlihat para tamu undangan sudah hadir di kantor Florence, Florence dan Leo keluar dari kediaman itu. Mereka awalnya berjalan masing-masing. Namun, begitu mendekati kantor Florence, Florence meraih lengan Leo sehingga Leo kini menggandeng Florence. Leo pun menoleh pada Florence.
"Kamu tamu spesial untuk hari ini, kamu tahu kenapa?" tanya Florence.
Leo tak mengatakan apapun. Setelah itu, Florence berhenti dan berdiri di hadapan Leo.
"Karena ini takkan terjadi jika bukan karenamu," ucap Florence.
"Sudah aku katakan padamu, aku tak melakukan apapun," ucap Leo.
"Siapa bilang? Kamu menyakitiku, Leo. Kamu menghancurkanku di masa lalu," ucap Florence.
Leo pun terdiam kembali, dia sedikit terkejut karena mendengar Florence membahas itu lagi. Dia pikir Florence telah benar-benar melupakannya seperti yang pernah Florence katakan sebelumnya.
"Tapi jika kamu tak menyakitiku, aku takkan bisa bangkit dan mendapatkan semua ini sekarang. Karena itu, meski aku sempat kecewa padamu, aku juga berterima kasih pada masa lalu kita," ucap Florence, kemudian tersenyum.
"Kamu orang yang positif sekali," ucap Leo, kemudian tersenyum.
Mereka pun melanjutkan langkah mereka dan tak lama acara pun dimulai. Leo benar-benar berdiri di samping Florence, di mana di hadapan mereka ada sebuah pita yang terikat yang nantinya akan dilakukan pengguntingan oleh Florence ketika kantor baru itu telah benar-benar diresmikan. Namun, sebelum itu, Florence memberikan kata-kata sambutannya terlebih dahulu.
Setelah selesai, Florence melihat asistennya dan menanyakan sesuatu pada asistennya itu. Tepat ketika asistennya akan menjawab pertanyaan Florence, asistennya itu dikejutkan oleh seseorang yang baru saja muncul di belakangnya. Orang itu masuk melalui pintu belakang kantor tersebut sehingga tak bisa melihat wajah Florence yang berada tepat di depan asistennya dalam posisi memunggungi asistennya.
Sebelumnya, dia sempat melihat di depan kantor Florence sudah ramai, karena itu dia tak berani masuk melalui pintu depan kantor.
Asisten Florence lantas melihat orang itu.
"Ya ampun, akhirnya kamu datang. Kenapa lama sekali?" ucap asisten Florence, kemudian menghela napas lega.
"Maafkan aku, aku harus mencari di tempat yang jauh," ucap orang itu dan memberikan sesuatu pada asisten Florence.
"Mana?" ucap Florence, dan hal itu mengundang perhatian orang yang baru saja memberikan sesuatu pada asisten Florence.
Orang itu terdiam melihat Florence, dia merasa familiar dengan wajah Florence. Sementara itu, Florence tampaknya tak mengenal orang itu dan langsung saja mengambil sesuatu dari tangan asistennya. Dia pun memberikannya pada Leo dan hal itu membuat orang itu tercengang ketika melihat wajah Leo dari samping.
'Apa-apaan ini? Kenapa dia ada di sini?' batin orang itu shock. Jantungnya tiba-tiba berdetak kencang.
__ADS_1