ISTRIKU SEPERTI PARANORMAL

ISTRIKU SEPERTI PARANORMAL
PART 52 - MENDAPATKAN PEKERJAAN BARU


__ADS_3

Assalamualaikum, teman-teman apa kabar? Semoga teman-teman dalam keadaan sehat walafiat. Mohon maaf lahir bathin ya, selamat menjalankan ibadah puasa Ramadhan bagi teman-teman muslim yang menjalankannya. Mohon maaf Author baru muncul lagi, hehe.


Selamat membaca teman-teman ...


***


Lili melihat kontak asing di ponselnya, tiba-tiba saja dia teringat kembali pada surat lamaran kerja yang dia kirimkan tadi malam.


'Apa ini panggilan dari perusahaan yang aku kirimkan surat lamaran kerja tadi malam?' batin Lili.


Lili lantas menjawab panggilan itu, pertama kali yang terdengar adalah suara wanita dan itu membuatnya langsung terdiam ketika wanita itu tiba-tiba saja menyebutkan namanya dan bahkan menyebutkan nama perusahaan yang jelas sekali masih dia ingat bahwa baru tadi malam dia mengirimkan surat lamaran kerja itu kepada perusahaan tersebut.


'Halo, apa benar ini dengan Non Liliana Sasongko?' tanya wanita itu lagi yang akhirnya membuat Lili tersadar.


'Maaf, dengan siapa saya bicara?' tanya Lili.


Wanita itupun menjelaskan dari mana dia berasal dan benar saja dugaan awal Lili, wanita itu menghubunginya karena telah menerima surat lamaran kerja Lili tadi malam. Hanya saja, yang membuat Lili shock adalah dia tak menyangka dia akan mendapatkan panggilan dalam waktu secepat itu. Lili bahkan lebih shock lagi ketika wanita itu memintanya datang hari itu juga untuk melakukan interview di perusahaan tersebut.


'Bagaimana Nona Lili? Apakah Anda bersedia hadir, untuk interviewnya akan kami adakan dipukul sepuluh nanti,' ucap wanita itu.


'Oh ya, tentu saya akan hadir. Terima kasih,' ucap Lili singkat seraya tersenyum gugup, rasanya masih tak percaya dia akan secepat itu mendapatkan panggilan interview. Lili merasa yakin akan mendapatkan pekerjaan itu karena dia merasa memiliki pengalaman.


'Kalau begitu sampai jumpa,' ucap wanita itu, kemudian telepon itupun berakhir.


Lili menarik napas dalam-dalam dan mengembuskannya dengan agak cepat. Dia lantas tersenyum seraya memegang ponselnya penuh antusias. Dia kemudian kembali melihat pengasuh Maisy dan pengasuh Maisy tampak sedikit heran melihat Lili yang tersenyum seraya melihatnya.


"Oh ya, saya akan pergi keluar sebentar. Saya akan titip Maisy padamu," ucap Lili.


"Ya, Nyonya. Tapi, apa yang membuat Nyonya tersenyum?" ucap sang pengasuh.


Lili lagi-lagi tersenyum dan mendekati Maisy. Dia lantas mengecup pipi Maisy dan kembali melihat pengasuh Maisy.


"Kamu akan tahu nanti, saya akan lanjut membuat sarapan dulu," ucap Lili dan kembali ke dapur. Dia pun kembali melanjutkan pekerjaannya.


Setelah selesai, dia sarapan ditemani oleh pengasuh Maisy yang juga membantu menyuapi Maisy sarapan.


"Saya akan siap-siap sekarang," ucap Lili seraya melihat pengasuh Maisy begitu dia telah menyelesaikan sarapannya, dia mengangkat piring sarapannya sendiri dan pergi ke dapur. Setelah itu dia pergi ke kamarnya dan mulai bersiap-siap.

__ADS_1


Selang beberapa menit, Lili pergi dari rumah dan menuju alamat yang sudah diberikan sebelumnya oleh wanita yang menghubunginya tadi.


Begitu sampai di tempat tujuan, Lili keluar dari mobil dan melihat tepat di hadapannya ada sebuah bangunan yang mirip seperti ruko, bangunan itu tampak tak terlalu besar dan itu membuatnya sedikit ragu.


'Apa benar ini tempatnya?' batin Lili. Lili melihat kembali alamat yang dia dapatkan sebelumnya untuk memastikan bahwa dia tak salah mendatangi alamat itu.


Lili lantas menghela napas lega setelah yakin bahwa dia tak salah alamat. Setelah itu dia mulai akan memasuki bangunan itu dan bersamaan dengan itu seorang wanita pun membuka pintu bangunan itu, membuat Lili sedikit terkejut.


"Maaf? Apa Anda Nona Lili?" tanya wanita itu.


"Ya," ucap Lili seraya memperhatikan penampilan wanita itu yang terlihat rapi.


"Oh perkenalkan, saya yang menghubungi Anda melalui telepon tadi pagi," ucap wanita itu seraya menyodorkan tangannya.


Lili pun dengan sigap menjabat tangan wanita itu. Wanita itu lantas meminta Lili duduk sebentar di sebuah kursi.


"Saya akan segera kembali dan kita akan memulai interview-nya," ucap wanita itu seraya tersenyum.


"Ya," ucap Lili yang juga tersenyum.


"Nona Lili mari ikut ke ruangan saya!" ucap wanita itu dan Lili pun bangkit dari duduknya. Dia mengikuti wanita itu menuju sebuah ruangan dan duduk berhadapan dengan wanita itu.


"Nona Lili, sebelumnya saya ingin menanyakan kenapa Anda keluar dari perusahaan yang sebelumnya? Bukankah itu perusahaan besar?" ucap wanita itu.


Lili pun tersenyum.


"Ya, saat itu saya memutuskan berhenti bekerja karena saya akan menikah," ucap Lili.


Wanita itu menghela napas.


"Sayang sekali, lalu kenapa sekarang Anda membutuhkan pekerjaan?" ucap wanita itu terlihat bingung.


Lili menarik napas dalam-dalam dan mengembuskannya dengan perlahan.


"Mohon maaf, saya tak bisa menjelaskan alasannya karena itu adalah alasan pribadi. Tapi Anda benar, sekarang saya memang membutuhkan pekerjaan," ucap Lili.


"Saya mengerti," ucap wanita itu dan lantas mengangguk.

__ADS_1


"Nona Lili, Anda harus tahu bahwa perusahaan ini adalah perusahaan baru dan mungkin Anda sudah tahu itu sebelumnya. Jika melihat dari pengalaman kerja Anda sebelumnya, jujur kami sangat membutuhkan orang seperti Anda untuk membantu perusahaan ini. Tapi Anda juga tak perlu khawatir, untuk Anda kami telah menyiapkan gaji yang akan membuat Anda tertarik untuk bergabung dengan perusahaan kami," ucap wanita itu kemudian tersenyum.


Lili terdiam sejenak. Mendengar ucapan wanita itu, apakah itu artinya wanita itu menerimanya bekerja di perusahaan itu? Lili tak tahu pasti posisi apa yang dimiliki wanita yang sekarang sedang duduk di hadapannya, tetapi dia yakin wanita itu adalah orang penting di perusahaan itu.


"Anda bisa melihat berkas ini, jika Anda setuju Anda bisa bekerja di perusahaan kami," ucap wanita itu seraya menyodorkan sebuah berkas. Berkas itu adalah apa yang diambil oleh wanita itu di dalam mobil tadi dan Lili sempat melihatnya.


Lili lantas mengambil berkas itu dan mulai membukanya. Dia sedikit terkejut melihat nominal gaji yang akan didapatkannya jika bekerja di perusahaan itu. Dia pikir, gaji yang akan dia dapatkan di perusahaan itu akan lebih kecil dari gajinya di perusahaan sebelumnya. Namun, nyatanya gaji di perusahaan yang bahkan belum lama dikatakan masih perusahaan baru oleh wanita di hadapannya itu ternyata lebih tinggi dari gaji yang didapatkannya di perusahaan sebelumnya.


Lili lantas kembali melihat wanita itu dan tersenyum.


"Saya setuju," ucap Lili dan wanita itu pun tersenyum.


"Pilihan yang tepat, Nona Lili. Kalau begitu, selamat bergabung dengan perusahaan kami," ucap wanita itu seraya menyodorkan tangannya di hadapan Lili.


Lili pun menjabat tangan wanita itu.


"Jadi, kapan saya harus mulai bekerja?" ucap Lili.


"Besok," ucap wanita itu. Lili pun tersenyum senang.


"Saya mengerti," ucap Lili.


"Kalau begitu, sampai jumpa besok pagi," ucap wanita itu.


"Terima kasih," ucap Lili dan pamit pada wanita itu. Lili keluar dari bangunan itu dan kembali ke mobil.


Di sana dia mengembuskan napas lega. Dia kembali tersenyum, dia benar-benar tak menyangka keberuntungan akan memihak padanya. Dia pikir akan sulit mendapatkan pekerjaan setelah 2 tahun lamanya dia tak bekerja, tetapi ternyata dia semudah itu mendapatkan pekerjaan.


Lili pun teringat pada Adit.


'Aku harus berterima kasih pada Adit, berkat dia aku mendapatkan pekerjaan sekarang,' gumam Lili seraya tersenyum senang.


Setelah itu, Lili menyalakan mesin mobilnya dan bersamaan dengan itu ada sebuah mobil berhenti di area tersebut. Lili pun tak sengaja melihat pengemudi itu keluar dari mobil ketika Lili mulai memundurkan mobilnya. Lili kemudian mulai melajukan mobilnya meninggalkan area tersebut.


Di perjalanan, Lili teringat kembali pada pengemudi mobil tadi.


'Kenapa sepertinya aku pernah melihat orang tadi? Tapi di mana, apa dia teman lamaku?' gumam Lili bertanya-tanya.

__ADS_1


__ADS_2