
Waktu berlalu.
Lili memandangi wajah Maisy. Wajah polos itu membuat hati Lili sedih sekarang. Apakah pilihan untuk bercerai dengan Leo adalah pilihan yang tepat? Bagaimana perasaan Maisy jika tahu bahwa papi dan maminya tak lagi bersama? Itu pasti akan menyakiti hati Maisy dan tentu itupun menyakiti hati Lili.
Lili tak pernah menginginkan perpisahan dengan Leo tetapi hatinya benar-benar telah dihancurkan oleh Leo. Meskipun Leo berulang kali melakukannya tetapi dia yang selalu berharap Leo akan benar-benar berubah nyatanya lagi dan lagi menyakiti hatinya. Kesabarannya selalu dipermainkan oleh Leo dan Leo lupa bahwa dia hanya manusia biasa yang bisa merasakan lelah.
Selama ini juga Lili memikirkan Maisy yang masih kecil, dia yang tak bisa jauh dari Maisy sudah jelas harus meninggalkan Maisy jika dia berpisah dengan Leo, dia tentu harus bekerja untuk menghidupi dirinya dan Maisy. Selama ini dia mempertimbangkan banyak hal sehingga dia bisa bertahan. Namun, kali ini dia benar-benar marah pada Leo.
Bagaimana tidak? Video yang Leo lihat di ponsel Lili adalah video kebersamaan Leo dengan Sisil. Video itu sangat menyakiti hati Lili dan Lili benar-benar merasa dihancurkan oleh Leo. Melihat video itu membuat Lili tak bisa memikirkan apapun selain ingin berpisah dengan Leo.
Lili tersentak ketika pintu kamar terbuka, dia pun melihat ke pintu dan ternyata itu adalah Leo. Dia lantas kembali melihat Maisy.
"Lili, aku bisa menjelaskannya padamu. Aku benar-benar tak tahu kenapa video itu sampai padamu, aku sama sekali tak berniat menyakitimu," ucap Leo. Namun, Lili mengabaikan apa yang Leo katakan.
Leo pun menghampiri Lili dan memaksa Lili untuk berhadapan dengannya.
"Lili aku bersumpah, sejak aku memecat Sisil, sejak saat itu juga aku tak lagi berhubungan dengannya. Dan untuk video itu, aku benar-benar tak tahu bagaimana bisa dia mendapatkannya karena aku tak pernah merekamnya. Kamu boleh periksa ponselku, aku pastikan tak ada apapun tentang Sisil di dalam ponselku," ucap Leo. Lili mengepalkan tangannya, dia semakin marah pada Leo.
Leo benar-benar keterlaluan. Dia bicara seakan membenarkan perselingkuhannya dengan Sisil dan bahkan dengan tak tahu malunya dia justru mengatakan bahwa dia tak pernah merekam video itu. Apakah Leo pikir dengan menyembunyikan perselingkuhannya maka perbuatannya takkan pernah diketahui siapapun termasuk olehnya? Leo mungkin lupa bahwa serapat apapun menutupi bangkai maka jika tiba saatnya bau bangkai itu akan tercium juga.
"Lili, aku mohon maafkan aku, ini yang terakhir kalinya," ucap Leo terdengar memelas. Namun, meski begitu Lili sama sekali tak merasa iba.
Lili justru kembali teringat pada video itu yang dikirim langsung oleh kontak asing yang akhirnya dia tahu bahwa kontak itu adalah kontak Sisil. Video itu tak hanya ada satu, melainkan entah itu di sebuah kamar ataupun di dalam kantor Leo, telah benar-benar dikirim oleh Sisil ke kontaknya dan tentu saja dia menjadi sangat marah. Dia yang sejak dua hari lalu hanya berniat untuk mengerjai Leo karena dia tahu Leo takkan menyiapkan kejutan apapun di hari ulang tahunnya, nyatanya justru dialah yang dibuat terkejut dan pada akhirnya dia tak bisa menahan diri untuk tak marah pada Leo.
Mungkin dia masih sanggup menahan dirinya jika saja dia tak melihat apa yang dilakukan Leo terhadap Sisil. Meski selama ini dia sudah mencurigai adanya hubungan terlarang antara Leo dan Sisil karena saat itu dia pernah memeregoki Leo dan Sisil yang begitu dekat. Namun, tentu saja dia tak menyangka Leo akan benar-benar melakukan perbuatan menjijikan.
__ADS_1
Plak!
Sebuah tamparan akhirnya Lili layangkan di pipi Leo, Leo pun terkejut dengan itu dan akhirnya terdiam.
"Kamu telah menghancurkan pernikahan kita dan kamu masih bisa bicara seakan-akan dirimu tak pernah melakukan apapun!" geram Lili.
Leo mengepalkan tangannya.
"Aku tak ingin bercerai denganmu," ucap Leo seraya menatap Lili dengan serius.
Bukannya senang mendengar Leo tak ingin berpisah dengannya, tetapi dia justru semakin marah pada Leo. Bagaimana bisa dia bersikap tenang ketika melihat suaminya melakukan hal tak pantas dengan wanita lain? Meski dia tak melihatnya secara langsung, tetapi dengan melihat video itu sama saja dia menyaksikan seperti apa perbuatan Leo di luar sana. Bahkan dengan tak tahu malunya Leo menjadikan kantornya sebagai tempat untuk berbuat hal kotor bersama wanita lain.
"Leo, kamu pasti tahu bahwa perselingkuhan adalah sesuatu yang tak bisa ditolerir dalam pernikahan, tetapi selama ini aku selalu berusaha menerimamu apapun yang kamu lakukan padaku. Tapi lihatlah, dengan tak tahu malunya kamu justru memanfaatkan kesabaranku, jika kamu pikir aku tak memiliki batas kesabaran dan dengan lugunya akan memaafkanmu lagi dan lagi maka kamu salah besar, Leo. Karena kali ini aku tak bisa memaafkan dirimu!" geram Lili dan mencoba menjauhi Leo. Namun, Leo bergegas menahan tangan Lili.
Lili menyingkirkan tangan Leo dan kembali melihat Leo.
"Aku menghukummu? Bahkan hukuman seberat apapun takkan cukup untuk membuatmu mengerti bahwa segalanya telah hancur, Leo!" tegas Lili.
"Lili, apa kamu lupa dengan apa yang pernah kamu katakan? Kamu selalu bilang kita punya Maisy, dan pernikahan ini bertahan sampai saat ini karena ada Maisy, lalu kenapa kamu justru tak bisa bertahan sekali lagi dan berikan aku kesempatan sekali lagi? Aku berjanji ini yang terakhir kalinya," ucap Leo.
Napas Lili memburu mendengar apa yang Leo katakan.
Plak!
Sebuah tamparan lagi-lagi mendarat di pipi Leo. Ya, Lili kembali menampar Leo.
__ADS_1
Bagaimana bisa dia bersikap tenang ketika melihat suaminya melakukan hal tak pantas dengan wanita lain? Meski dia tak melihatnya secara langsung, tetapi dengan melihat video itu sama saja dia menyaksikan seperti apa perbuatan Leo di luar sana. Bahkan dengan tak tahu malunya Leo menjadikan kantornya sebagai tempat untuk berbuat hal kotor bersama wanita lain.
"Apa karena aku terus bertahan dan memaafkanmu karena itu kamu sampai tak memiliki hati dan terus saja menyakitiku, ha? Di mana sebenarnya pikiranmu? Memang benar aku memaafkanmu karena aku memikirkan Maisy, tapi seharusnya kamu tahu bahwa aku juga tak pernah menginginkan pernikahan ini hancur. Aku berusaha menjaganya, tapi kamu terus saja mencoba menghancurkannya dengan semua hal menjijikan yang kamu lakukan di luar sana!" geram Lili.
"Aku bersumpah aku takkan mengulanginya lagi," ucap Leo.
"Terserah apa katamu. Aku takkan merubah keputusanku, ada atau tidak dirimu dalam hidup Maisy, selama aku masih bernapas, aku yakin akan mampu menjadi Mami sekaligus Papi untuk Maisy!" tegas Lili dan meninggalkan Leo.
Leo pun mengepalkan tangannya dan menendang tempat tidur Maisy di tengah perasaan sangat marah karena dia benar-benar tak bisa membujuk Lili.
Apa yang Leo lakukan lantas membuat Maisy terkejut dan sampai terbangun lalu menangis. Leo pun bergegas menepuk pelan kaki Maisy dan berharap Maisy akan tidur kembali. Namun, Maisy justru semakin menangis.
Leo akhirnya menggendong Maisy dan mencoba menenangkan Maisy hingga akhirnya Maisy tidur kembali. Leo lantas mengusap punggung Maisy.
"Sayang, Mamimu benar-benar marah pada Papi. Dia benar-benar tak mau memaafkan Papi. Apa Papi harus berpura-pura ingin bunuh diri sampai Mamimu mau memaafkan Papi?" ucap Leo terdengar putus asa. Kali ini benar-benar tamat sudah riwayatnya.
Leo tersentak ketika tiba-tiba seseorang mencoba mengambil Maisy, dia pun terkejut ketika melihat Lili lah yang ternyata mencoba mengambil Maisy dari gendongannya.
"Kamu benar-benar sudah gila, beraninya kamu meracuni pikiran anakku!" geram Lili memindahkan Maisy ke gendongannya.
"Aku tak bermaksud begitu, aku hanya mencoba bicara dengan Maisy," ucap Leo.
Lili menggelengkan kepalanya, dia pun bergegas membawa Maisy ke kamar lain. Leo pun kembali menendang tempat tidur Maisy.
'S*alan, apa yang harus aku lakukan sekarang? Bagaimana jika dia benar-benar meninggalkanku?' batin Leo geram.
__ADS_1