ISTRIKU SEPERTI PARANORMAL

ISTRIKU SEPERTI PARANORMAL
PART 48 BERTEMU MANTAN ATASAN


__ADS_3

Lili melihat pria itu yang masih saja diam, raut wajah pria itu tampak bingung.


"Apapun itu, yang penting tidak bekerja aneh-aneh. Aku membutuhkan pekerjaan sekarang," ucap Lili.


Ya, Lili akhirnya menemui temannya yang pernah menawarkan untuk kembali bekerja padanya. Pria berdarah Indonesia itu adalah Aditya Gunawan. Usianya sekarang sudah menginjak 35 tahun dan dia adalah orang yang pernah menjadi atasan Lili.


Meski begitu, setelah Lili menikah dan memutuskan untuk tidak lagi bekerja, keduanya sangat jarang berkomunikasi. Keduanya sama-sama membatasi komunikasi mereka demi menjaga satu sama lain. Namun, tentu saja hubungan mereka tetap baik dan tak pernah ada masalah apapun hingga sekarang.


"Maaf sekali, Lili. Aku memang pernah menawarkan padamu agar kamu kembali bekerja di perusahaanku, tapi saat itu posisi manager keuangan belum terisi. Aku pikir karena saat itu kamu menolak tawaranku, jadi aku memilih orang lain untuk mengisi posisi ini," ucap pria yang biasa disapa Adit itu.


Lili menarik napas dalam-dalam dan mengembuskannya dengan perlahan. Dia terlambat mengambil tawaran itu, dia pikir kesempatan itu masih bisa dia dapatkan sekarang. Sangat amat di sayangkan, pikirnya. Namun, dia juga tak tahu akan terjadi hal seperti ini, dia bahkan sebelumnya tak terpikir untuk kembali bekerja tetapi sekarang dia tak mungkin diam tanpa bekerja, apalagi dia sudah mengambil keputusan untuk berpisah dengan Leo, itu artinya dia takkan menjadi tanggungjawab Leo lagi.


"Oh ya, jika tak salah aku pernah melihat sebuah informasi tentang lowongan pekerjaan, kebetulan saat mencari posisi manager keuangan untuk perusahaanku, perusahaanku juga membuka lowongan pekerjaan di situs yang sama dengan perusahaan itu. Perusahaan itu sedang membuka lowongan pekerjaan, jika kamu mau aku akan mencoba mencari kembali informasi itu dan mengirimkannya padamu," ucap Aditya.


"Benarkah, perusahaan apa itu?" tanya Lili.


"Jika tak salah ingat perusahaan itu membuka jasa EO dan setahuku sedang mencari orang untuk mengisi bagian keuangan, ini keahlianmu karena itu aku coba mengatakannya padamu. Kamu mungkin bisa mencobanya, tapi aku tak tahu apakah perusahaan itu perusahaan besar atau bukan," ucap Aditya.


Lili pun tersenyum.


"Tidak masalah, besar atau kecil yang penting aku bisa mendapatkan penghasilan. Paling tidak, aku akan mencobanya," ucap Lili, dan kembali tersenyum. Dia terlihat antusias. Namun, Aditya justru merasa bingung.


Dia lantas melihat Maisy. Maisy masih sekecil itu dan Lili ingin bekerja, rasanya amat tak mungkin jika tak terjadi sesuatu pada Lili. Pasalnya, dia tahu setelah Lili menikah suami Lili melarang Lili untuk bekerja, apalagi yang dia tahu suami Lili adalah anak dari seorang pengusaha kaya raya, tak mungkin suami Lili akan membiarkan Lili bekerja demi penghasilan yang dia yakini suami Lili lebih dari mampu memberikannya tanpa Lili harus bekerja, pikirnya.


"Aku tak tahu kamu sangat membutuhkan pekerjaan, Lili. Tapi maaf jika aku lancang, apa ada masalah dengan keuanganmu dan suamimu?" tanya Aditya.


Lili pun menggeleng kepalanya.


"Lalu, bukankah dia melarangmu bekerja? Apalagi aku tahu dia anak seorang pengusaha kaya raya, kupikir memang mustahil ada masalah keuangan dengannya. Tapi aku tetap tak mengerti kenapa kamu ingin bekerja?" ucap Aditya terlihat bingung.


"Aku tak bisa mengatakan masalah pribadiku padamu, pada siapapun itu," ucap Lili, kemudian tersenyum.


"Baiklah, aku mengerti. Jika kamu memang ingin mencobanya, aku akan mencari informasi itu lagi dan kamu mungkin bisa mencoba melamar pekerjaan di sana," ucap Aditya.


Lili mengangguk.

__ADS_1


"Terima kasih banyak, Dit. Kamu mau direpotkan olehku," ucap Lili.


Aditya tersenyum.


"Tak masalah. Kita teman 'kan? Meski sejak kamu menikah aku tak berani lagi menghubungimu, tapi aku tetap mengingatmu," ucap Aditya, kemudian tersenyum. Lili pun kembali tersenyum.


Setelah membicarakan masalah itu, Lili dan Aditya akhirnya mengakhiri pertemuan mereka. Mereka keluar dari kafe dan ketika sampai di luar, Lili mencoba memesan taksi online.


"Kamu tak membawa mobil?" tanya Aditya.


"Tidak, aku tak punya mobil sekarang," ucap Lili.


Aditya mengerutkan dahinya, lagi-lagi dia merasa ada yang aneh. Bagaimana bisa Lili tak memiliki mobil sedangkan yang dia tahu sebelumnya Lili memiliki mobil sendiri. Aditya lagi-lagi merasa penasaran tetapi dia teringat ucapan Lili sebelumnya yang mengatakan Lili tak bisa menceritakan masalah pribadinya pada orang lain.


Ya, Lili memang tak membawa mobil dari rumah. Itu karena mobil itu pemberian Leo. Dia tak membawa apapun dari rumah Leo selain pakaiannya, pakaian Maisy dan kebutuhan Maisy lainnya.


"Apa kamu akan kembali ke rumah?" tanya Aditya dan Lili menggelengkan kepalanya.


"Jadi?" ucap Aditya.


"Kalau begitu tunggu aku," ucap Aditya dan akan meninggalkan Lili.


"Menunggumu?" tanya Lili. Aditya kembali melihat Lili.


"Biarkan aku mengantarmu dan Maisy ke rumah temanmu," ucap Aditya.


"Tak perlu, kamu harus kembali ke kantor 'kan?" ucap Lili.


Aditya melihat jam yang melingkari pergelangan tangannya.


"Mungkin tidak sekarang, satu jam lagi akan memasuki waktu jam makan siang," ucap Aditya.


"Tapi tak perlu mengantarku, aku bisa memesan taksi," ucap Lili.


"Lili, jika ada suamimu aku juga takkan berani mengantarmu. Sekarang biarkan aku mengantarmu," ucap Aditya.

__ADS_1


Lili menghela napas dan berniat mengatakan sesuatu. Namun, Aditya sudah pergi lebih dulu. Dia mengambil mobilnya dan menjemput Lili di depan pintu masuk kafe. Setelah itu dia mengantar Lili ke rumah temannya.


Sesampainya di rumah yang baru Lili beli, Lili pun berniat keluar dari mobil Aditya. Namun, sebelum itu dia mengucapkan terima kasih karena Aditya sudah mengantarnya.


"Tak masalah, aku senang," ucap Aditya, kemudian tersenyum.


"Baiklah, aku akan turun sekarang," ucap Lili dan Aditya membantu mengeluarkan stroller Maisy.


Setelah selesai, Aditya melihat ke pintu pagar.


"Jadi ini rumah temanmu?" tanya Aditya dan diangguki oleh Lili.


"Kenapa sepi?" tanya Aditya.


Lili lantas melihat ke pintu pagar. Ya, tentu saja rumah itu sepi, pikirnya. Pemilik rumah itu yang tak lain dia sendiri sedang di luar sekarang. Dia sengaja tak memberitahu Aditya bahwa dia akan tinggal di rumah itu tanpa suaminya. Dia sengaja mengatakan bahwa rumah itu adalah rumah temannya agar tak menimbulkan banyak pertanyaan. Dia tak ingin mengatakan apapun tentang masalah pribadinya Aditya.


"Temanku hanya tinggal sendirian di rumah ini, aku sudah mengatakan akau akan datang ke sini dan aku akan masuk setelah kamu pergi," ucap Lili.


"Oh baiklah, kalau begitu aku akan pergi sekarang," ucap Aditya dan kembali memasuki mobil. Tak lama dia melajukan mobilnya meninggalkan area tersebut.


Lili lalu mengambil kunci rumah dari dalam tasnya dan mulai membuka pintu pagar rumah itu. Setelah itu dia memasuki rumah bersama Maisy. Dia lantas membawa Maisy yang sedang tidur ke kamar dan menidurkannya di kamar itu. Setelah itu dia mengambil ponselnya dan memeriksa ponselnya.


Lili ingat sebelumnya Leo terus mencoba menghubunginya. Namun, dia mengabaikan panggilan Leo. Perhatiannya lantas tertuju pada pesan dari Leo. Dia pun membuka pesan itu.


'Sayang, ayok bertemu dan kita bicara baik-baik. Jangan menghilang seperti ini, aku mencoba mencarimu ke rumah yang kamu beli, tapi kamu tak ada di sana. Di mana kamu dan Maisy sekarang? Biarkan aku menjemput kalian.'


Lili terkejut ketika membaca Leo mendatangi rumah ini. Dia pun bergegas pergi ke jendela dan melihat ke luar pintu pagar. Namun, tak ada siapapun di sana. Dia lantas melihat waktu masuknya pesan itu, ternyata pesan itu sudah masuk sekitar 1 jam yang lalu.


'Jadi dia benar-benar mencariku dan Maisy ke sini?' batin Lili.


Sebenarnya Lili tak terpikir Leo akan mencarinya ke rumah itu. Lili pikir Leo takkan memikirkan tentang rumah itu. Lili menarik napas dalam-dalam dan mengembuskannya dengan agak kasar.


'Jika saja aku tahu akan ada kejadian seperti ini, aku akan diam-diam saja dan takkan memberitahukan tentang pembelian rumah ini padanya,' gumam Lili.


Seketika Lili menjadi menyesal telah memberitahu tentang rumah itu pada Leo.

__ADS_1


__ADS_2