Janda Kembang Season 2 ( Ternoda )

Janda Kembang Season 2 ( Ternoda )
Penyesalan Zahrani


__ADS_3

''Hiks.. maafkan aku Kak.. aku salah karena terlalu menuruti ego ku. Hingga berakibat sefatal ini. Aku pikir, Kakak memang sengaja cuek padaku. Makanya aku lebih dekat dengan nya. Maafkan aku Kak.. aku menyesal..'' lirih Zahra masih dalam pelukan Rayyan.


Mereka berdua tersedu. ''Hiks.. nggak sayang. Kamu nggak salah. Kakak lah yang salah. Kaka terlalu dingin padamu, hingga mengakibatkan dirimu berpaling dari Kakak. Hiks.. maaf sayang.. kakak hanya menjaga dirimu.. itu saja.. karena setiap kali berdekatan dengan mu, godaan setan itu selalu datang untuk bisa menyentuhmu. Sementara dirimu belum halal untuk ku sentuh. Hiks.. maafkan kakak sayang .. maaf..'' lirih Rayyan masih dengan memeluk tubuh ringkih Zahra.


''Hiks.. aaaaaa.. aku menyesal Kak.. aku sungguh-sungguh menyesali nya! Hiks.. kenapa aku tidak menuruti kata hatiku? Hiks.. sekarang jadi sudah menjadi bubur. Apa yang bisa aku lakukan sekarang? Semuanya sudah hancur Kak. Hancur! Hiks.. aaaaaa....'' Zahra semakin tersedu di dalam pelukan Rayyan.


Begitu juga dengan Rayyan. Sakit sekali rasanya bila mengingat kejadian naas dimana Zahra di nodai. Rayyan tidak bisa melakukan apapun saat itu. Tubuhnya membeku di tempat.


''Hiks.. apa yang harus aku lakukan Kak? Jika aku terbukti hamil anak dari pemuda itu? Apakah Kakak akan pergi dariku jika tau aku hamil darah dagingnya??''


Deg!


Deg!


Rayan terkejut. Ia mengurai pelukannya dan menatap Zahra. ''Apa maksudmu? Tidak mungkin secepat itu! Kalian melakukan nya...'' ucapan Rayyan terhenti saat sekilas perkataan Papi Gilang dan Mami Alisa tadi.


Tubuhnya gemetar. Zahra menatap nya dengan sendu. ''Hiks.. aku baru saja selesai haid kak. Tidak menutup kemungkinan jika aku akan hamil darah dagingnya! Bukankah jika aku selesai haid, itu berarti waktu suburku?? Dan otomatis aku bisa dibuahi olehnya! Berarti... A-aku akan hamil?!''


Deg!


''Ha-hamil anaknya?!'' seru Zahra dengan tubuh bergetar.


Rayyan pun sama terkejutnya dengan Zahra. Mereka berdua saling bertatapan dengan tatapan kosong.


''Hiks.. Kak Rayyan..'' lirih Zahra masih dengan terisak.


Rayyan menoleh padanya. ''Kakak tidak akan meninggalkan mu. Sekali Kakak mengucap janji atas namamu dari Papa Reza. Maka sampai kapanpun kamu istriku! Dan juga bayi Yang akan hadir setelah ini, ia akan menjadi anakku! Tak kan kubiarkan dia mendapatkan anak ini! Dia milikku! Dia anakku! Kamu tidak usah takut. Kakak tidak akan pergi meninggalkan mu. Hem?''


Zahra terharu. Ia semakin erat memeluk tubuh Rayyan. ''Terimakasih Kak.. aku sayang banget sama Kakak.. aku cinta banget sama Kakak. Aku berharap, jika suatu saat aku di jemput oleh Allah, maka aku ingin terlahir kembali dalam keadaan suci dan bersih. Tidak ternoda seperti ini. Aku ingin, Kakak mendapati diriku dengan tubuhku dan jiwaku yang baru. Ku harap, jika suatu saat ini terjadi, maka tolong terima kehadiran ku. Jangan berpaling dan jangan menghindar! Aku pergi untuk kembali. Ingat pesanku, Kak..''


Rayyan menatap Zahra dengan bingung. Ia mengernyitkan dahinya selaras dengan alisnya pun ikut menukik tajam.

__ADS_1


Zahra terkekeh. ''Sudah, jangan di pikirkan. Semua ini sudah berlalu. Aku harap, kakak tetap disampingku walau apapun yang terjadi. Hem?'' katanya pada Rayyan yang masih saja menatap nya.


Zahra mendekati wajah Rayyan, membuat Rayyan melototkan matanya. ''Kamu mau apa?'' tanya pada Zahra.


Zahra tersenyum, ''Ingin mengambil ciuman pertama mu! Tapi...'' Zahra menunduk saat mengingat dirinya yang tidak pantas untuk disentuh oleh Rayyan.


Ia mengurai pelukannya dari tubuh Rayyan dan berdiri di meja nakas untuk mengambil sesuatu dan diberikan kepada Rayyan.


''Minumlah. Kakak pasti haus. Aku mau ke kamar mandi sebentar. Kebelet!'' katanya pada Rayyan yang mematung melihat raut wajah Zahra yang berubah drastis saat tadi ia menolak nya.


''Maaf Ra.. kakak belum siap.. lagipun kamu...'' gumamanya terhenti saat melihat Zahra telah kembali dari kamar mandi dan tersenyum lembut padanya.


''Aku tidur ya, Kak? Kakak mau tidur juga? Kalau iya, sini!'' katanya pada Rayyan.


Sembari menepuk-nepuk sisi kosong di sebelah nya. Rayyan mencoba untuk tersenyum. ''Ya, kakak juga capek dan ngantuk!'' sahutnya.


Dengan segera ia merangkak naik ke tempat tidur Zahra dan masuk di dalam selimut yang sama. Zahra tersenyum. Mereka tidur dengan saling berhadapan.


''Ya, aku tau itu..'' lirih Zahra.


Ia memegang tangan Rayyan yang ada di pipinya. Ia mencoba memejamkan matanya, dan ya. Lambat laun mata itu pun tertutup juga. Rayyan mengulas senyum tipis di bibirnya.


Namun, senyum itu surut saat mengingat jika Zahra pasti akan hamil setelah ini.


Beruntung nya aku ada Papi dan Mami yang selalu setia memberikan arahan dan nasehat padaku. Jika tidak, pastilah saat ini aku sudah melakukan kesalahan karena menyirami ladang yang bukan untukku.


Ya Allah.. jika sampai itu terjadi.. maka aku akan menjaga mereka berdua semampuku. Takkan ku biarkan pemuda itu mengambilnya dariku. Zahrani dan anaknya kelak, adalah anakku! Keturunanku! Walaupun nanti ia menyangkal nya. Aku tidak peduli. Yang penting, bagiku Zahra.


Zahra sekarang sampai nanti tetap akan menjadi istriku. Sampai kapanpun. Takkan ku biarkan pemuda itu merebutnya dariku! Itu janjiku.


Rayyan menutup matanya dengan tangan memeluk tubuh Zahra. Kedua kening dan nafas itu saling beradu.

__ADS_1


Zahra semakin erat memeluk tubuh Rayyan. Ia tersenyum dalam tidurnya.


Maafkan aku suamiku.. aku Tidak pantas untuk kamu sentuh. Tapi entah mengapa, keinginan itu tiba-tiba muncul. Aku ingin sekali menciummu.


Maafkan aku.... aku memang tidak bisa kau sentuh. Karena diriku sudah ternoda. Bukan aku Tidak tau, jika kau menolak ku. Aku akan menahan keinginan ini.


Aku akan berusaha menjauh dan menghindar saat bersamamu. Tapi entah mengapa, aku sangat ingin tidur di pelukanmu seperti ini. Maafkan aku suamiku.. aku menyesal.. jika saja aku menuruti ucapan mu dulu, bahwa aku tidak boleh terlalu dekat dengannya, maka semua ini pasti tidak akan terjadi.


Aku benar-benar menyesal Kak.. maafkan aku..


Lirih Zahra di dalam hati. Tangan itu semakin erat memeluk tubuh Rayyan. Sangat nyaman. Hingga ia terlena dengan bau tubuh Rayyan yang begitu memabukkan.


Ya, semuanya telah terjadi. Apa yang bisa di perbuat sekarang selain hanya bisa pasrah. Penyesalan memanglah selalu datang terlambat.


Jika di awal, pastilah pendaftaran namanya. Mereka berdua terlelap begitu nyaman, walau dalam hati dan pikiran masing-masing masih terngiang dan teringat kejadian dimasa-masa mereka bersama dulu.


Rayan dan Zahra adalah sepasang anak manusia yang telah dikatakan dengan tali perjodohan.


Seharusnya pernikahan itu terjadi ketika umur mereka genap sembilan belas tahun untuk Rayyan dan delapan belas tahun untuk Zahra.


Tapi sayang, karena kejadian buruk itu mereka terpaksa dinikahkan secepatnya. Demi menutup aib Zahra dari semua orang.


💕💕💕💕


Cerita Zahra nggak panjang-panjang ye?


Jika masalah mereka sudah selesai, maka akan end. Akhir bulan akan end.


Tapi tenang.. othor udah punya sekuelnya kok.


Pantengin terus ye? Follow akun othor ye, biar kalian tau jika othor udah rilis cerita baru lagi.

__ADS_1


__ADS_2