Janda Kembang Season 2 ( Ternoda )

Janda Kembang Season 2 ( Ternoda )
Sama Persis


__ADS_3

Rayyan tiba dirumah Zahra sudah pukul sembilan malam. Karena jalanan tadi agar macet sedikit. Ia masuk setelah mengucapkan terimakasih kepada Pak supir yang telah bersedia mengantarnya pulang ke rumah Zahra.


Tiba disana, Zahra sudah menunggu Rayyan dengan tersenyum manis padanya. Rayyan terkejut. Senyum itu begitu berseri saat ini. Ia mendekati Zahra dengan perlahan. Tanpa memutus tatapan matanya dari Zahra. Istri nya.


''Assalamu'alaikum Kak? Kangen banget sama kamu? Ini kedua bayi kita juga merindukan mu?'' Katanya sedikit manja pada Rayyan.


Apa kabar dengan Rayyan? Pemuda tampan mirip Papi Gilang itu tertegun melihat tingkah manja Zahra padanya. Biasanya tidak seperti itu. Zahra lebih terlihat dewasa. Lagi dan lagi pikiran nya berkecamuk memikirkan hal yang akan terjadi.


Apakah itu suatu pertanda untuknya?


Rayyan termenung memikirkan hal itu. Dan tanpa ia sadari jikalau Zahra memperhatikan raut wajah Rayyan yang berubah menjadi sendu.


''Kak??''


''Eh?'' Rayyan terkejut ketika merasakan tubuhnya di peluk Zahra dari depan.


Rayyan menunduk, Zahra tersenyum manis padanya. ''Masuk yuk? dingin kak diluar..'' katanya semakin mengeratkan pelukannya pada tubuh hangat Rayyan yang sanagtbia suami bau tubuhnya.


Entah ada pada dengan Zahra, dari semenjak hamil ia ingin sekali dengan bau tubuh Rayyan. Bau tubuh Rayyan mengingatkan nah pada seseorang yang telah menodai nya. Sama persis. Harum parfum yang sama yang selalu Zahra sukai.

__ADS_1


Maka dari itu, Zahra bisa tenang karena bau harum tubuh Rayyan sama persis dengan pemuda itu. Entahlah. Zahra pun tidak mengerti. Jika di teliti lebih jauh, Zahra itu menyukai kedua lelaki berparas tampan yang selalu mengisi hari-harinya saat di sekolah.


Sekarang sudah tidak ada lagi pemuda itu tapi ada Rayyan yang sama persis dengan nya. ''Ayo Kak?'' ajak Zahra lagi padanya.


Rayyan menunduk melihat Zahra yang kini tersenyum manis padanya. Rayyan pun ikut tersenyum walau terasa kaku.


''Ya, ayo! Gimana dengan si kembar? Kangen nggak sama Papi??'' tanya nya pada Zahra sambil berjalan dengan saling merangkul.


Zahra semakin mengeratkan tangannya di tubuh Rayyan. Rayyan pun demikian. ''Alhamdulillah baik.. hanya saja.. aku merindukan mu Kak.. sangat rindu..'' lirihnya semakin erat memeluk tubuh kurus Rayyan.


Rayyan Terkekeh, kini mereka tiba di pintu kamar mereka. Tidak terlihat Mama Rani dan Kakek Ali disana. Rumah besar itu begitu sepi.


Rayyan membiak pintu kamar mereka dan segera masuk. Setelah mereka masuk, Rayyan menutupnya kembali tanpa melepaskan pelukannya dari tubuh chubby Zahra saat ini.


Zahra mengangguk dan tersenyum manis padanya. Rayyan merasa aneh dengan sikap Zahra ini.


Rayyan dengan segera membuak sepatunya yang terpaksa ia bawa masuk ke kamar karena Zahra tidak mau lepas dari tubuhnya. Ia membuka satu persatu baju yang menutupi tubuh kurusnya.


Setelahnya Rayyan mengambil kain sarung yang sudah Zahra siapkan diranjang dan juga baju kaos polos berwarna abu-abu untuk Rayyan pakai saat tidur.

__ADS_1


Sebenarnya Zahra tidak menyukai jika Rayyan tidur menggunakan baju. Karena ia tidak bisa leluasa mencium harum tubuhnya Rayyan yang sama persis seperti pemuda itu.


Sebenarnya, bukan Rayyan yang mengikuti pemuda itu. Tetapi pemuda itualh yang selalu mengikuti apapun yang Rayyan pakai. Mulai dari baju, sepatu, celana, CD, kaos polos serta parfum pun mereka berdua sama. Makanya terkadang Zahra bingung.


Karena kedua pemuda itu sama persis. Selesai dengan berganti pakaian, kini Rayyan naik keranjang begitu pun dengan Zahra. Karena perutnya yang lumayan besar ketimbang tubuhnya, ia sedikit kepayahan untuk berbaring.


''Pelan-pelan..''


Tetapi Rayyan selaku sigap melihatnya seperti itu. Mereka berdua berbaring dengan Zahra masuk ke pelukan hangat Rayyan.


''Kak??''


''Hem? Apa? Kamu butuh sesuatu??''


Zahra menggeleng, ''Nggak.. hanya mau bilang saja. Aku mencintai mu tetapi juga menyayanginya.. maafkan aku kak yang harus berbagi seperti ini. Nggak tau aja hati ini kayak apa. Yang jelas kalian berdua itu memiliki tempat masing-masing dihatiku.. Kalian berdua sama persis Kak. Makanya terkadang aku sering salah duga kalau dia itu kamu. Dan kamu itu dia. Maafkan aku kak.. jika selama ini aku lebih dekat dengan nya dibandingkan dirimu.. tapi percayalah cintaku tetap untukmu walau hati ini sedikit terusik karena dirinya. Aku juga menyayanginya sama seperti aku menyayangi mu Kak.. maafkan aku..'' lirih Zahra dengan menatap wajah tampan dihadapan nya ini.


Rayyan tersenyum, ''Tak apa sayang. Kakak nggak marah kok. Memang benar sih, kami berdua itu sama persis. Terkadang orang bilang, kami itu adek Abang lagi. Kami berdua diam saja. Lah wong dianya memang adikku bukan?''


Zahra mengangguk, ''Kamu tenang saja. Kakak tidak akan marah kok. Dia pun pantas dicintai. Sebenarnya.. kalau saja dia mengakuinya pasti tidak akan ada kejadian seperti ini. Tetapi sayangnya, ia lebih menyayangiku dibanding rasa cintanya sendiri. Tak apa jika kamu pun mencintai nya. Kakak tidak akan marah. Karena hati kita tidak tau akan terpaut pada siapa nantinya ketika kita menemukan pasangan hidup kita. Kamu jangan khawatir. Tidur lah. Sudah malam. Besok pun kakak harus sekolah. Jagoan Papi pun bobok ya? Tuan putriku pun sama! Tidurlah!'' katanya pada Zahra

__ADS_1


''Hem...'' sahut Zahra dengan mata terpejam.


Rayyan mengelus lembut perut Zahra yang membuncit seusia orang hamil tujuh bulan. Rayyan senang akan memiliki bayi di umur nya yang masih muda.


__ADS_2