
''Ini lagi!'' kata Rayyan pada Dimas.
Dimas tersenyum senang. ''Aseeekkk .. hihihi.. tambah banyak, tambah kenyang euuyy!!'' celutuknya sambil bertepuk tangan saking senangnya.
Rayyan tersenyum, ''Makanlah. Abang akan menunggu mu disini. Habiskan, setelah ini minum obat dan istirahat, hem?'' ucapnya pada Dimas.
Dimas menatap datar padanya saat mendengar ucapan Rayyan yang menyuruhnya untuk istirahat
''Kenapa??'' tanya Dimas
''Apanya?'' sahut Rayyan bingung.
''Kenapa abang nyuruh aku untuk istirahat?? Biar Abang bisa pulang ke Medan lagi gitu?! Lalu Abang tinggalin aku lagi disini sendiri? Dan aku dikurung lagi di dalam rumah sakit jiwa?!''
Deg!
Papa Rian memejamkan matanya. Apa yang ia tutupi kini dibuka sendiri oleh putranya.
''Apa?! Siapa yang masuk kerumah sakit jiwa?! Kamu?!'' tanya Rayyan pada Dimas.
__ADS_1
Namun, Dimas memilih diam. Wajahnya sangat dingin saat ini. Rayyan menoleh pada Papa Rian untuk meminta jawaban.
''Papa! Apa ini maksudnya? Kenapa Dimas harus dirawat dirumah sakit?? Dimas sakit apa?!'' tanya Rayyan dengan suara rendahnys tapi penuh penekanan.
Papa Rian menunduk. Ia menghela nafas berat sebelum menjawab ucapan Rayyan. Ia memaksakan senyum pada Rayyan.
''Makanlah dulu sama Dimas, nanti Papa jelaskan padamu Dimas sakit apa.'' Lirihnya dengan raut wajah begitu sendu.
Dimas tetap makan walau dengan wajah datarnya. Rayyan menoleh pada Dimas yang kini duduk disampingnya. ''Makanlah. Kamu udah mandi?''
Dimas menggeleng. Rayyan mengelus lembut tubuh belakang Dimas yang saat ini begitu terasa tulang belakang nya. Rayyan terisak. Tubuh itu berguncang. Begitu pun dengan Dimas.
''Hiks .. karena aku merindukan Abang...''
''Ya Allah... tapi kamu udah berjanji Dek!''
Dimas menunduk. ''Apa yang harus aku lakukan kalau aku masih ingin bersama mu?? Kamu bukan hanya sahabat untukku Bang! Kamu saudaraku! Kamu juga yang menjadi ibu untukku selama ini! Hiks..'' Dimas terisak.
Rayyan memeluk erat tubuh kurus nan ringkih itu. Mami Alisa dan Papi Gilang ikut terisak. Sakit sekali melihat dua anak manusia yang saling mengasihi itu berpisah karena suatu hal.
__ADS_1
Hal yang mereka tau kalau Papa Rian sudah berpindah tugas ke Jakarta kembali setelah sekian lama. Padahal kenyataannya tidak. Semuanya itu karena permintaan Dimas karena ingin memenuhi janjinya kepada Rayyan, sahabat serta saudara baginya.
''Tapi kamu harus menepati janjimu. Kita tidak pernah berpisah. Kamu tetap adikku! Adik kecil yang dulu pernah merengek meminta es krim padaku karena Papa Rian sedang rapat. Kamu tetap adikku Mas!''
Dimas tersedu. Ia memeluk erat tubuh kurus Rayyan yang tidak sekurus dirinya saat ini. ''Ini apa, hem? Kenapa tulang belakangmu jadi terlihat seperti ini? Berapa lama kamu tidak makan Mas?'' tanya Rayyan saat meraba tulang belakangan Dimas yang begitu menonjol saat ini.
Dimas tidak menjawab. Ia lebih memilih tersedu di pelukan Rayyan. Abang nya walau bukan saudara kandung.
''Setelah ini, kamu harus sembuh jika ingin selalu bersamaku. Abang tidak pernah mengusir ataupun menghukum mu Dek! Tapi ini yang terbaik untukmu dan untukku. Untuk kita berdua. Kapan pun kamu ingin menemui ku, Abang bersedia dan menyambut mu. Tapi tidak seperti ini. Apa yang kamu pikirkan Dimas? Hingga kamu sakit seperti ini? sebenarnya kamu ini sakit apa? Bisa kamu jelaskan?'' tanya Rayyan pada Dimas.
Ia mengurai pelukannya dan menatap Rayyan dengan dalam. ''Kita ke kamar ya?'' pinta Dimas dengan wajah sendunya.
Rayyan menoleh pada Papi Rian, beliau mengangguk dan tersenyum. ''Pergilah. Dimas butuh teman bicara. Selama berapa bulan ini ia tidak ingin berbicara kepada siapapun. Ia hanya menginginkan mu..'' lirih Papa Rian.
Rayyan mengangguk, ''Baik. Mami? Masakan puding untuk kami berdua ya? Puding coklat susu kesukaan Dimas?''
Mami Alisa tersenyum, ''Tentu nak. Istirahat lah dulu. Kalau udah siap, nanti Mami bawakan ke kamar kalian. Pergilah. Bawa serta makanan itu!'' tunjuk Mami Alisa pada makanan yang sudah Rayyan siapkan.
Rayyan mengangguk, ia menggamit lengan Dimas dan membawa piring yang masih berisi makanan Dimas yang belum habis kini Rayyan tambah lagi.
__ADS_1