Janda Kembang Season 2 ( Ternoda )

Janda Kembang Season 2 ( Ternoda )
Babang ivar tamvan!


__ADS_3

Rayyan tiba di dapur dengan tertawa sambil berjalan. Sedari dari pintu kamar terbuka, ruang dapur itu sudah dipenuhi dengan suara gekdj tawa ketiga adik Zahra yang laki-laki. Sedang yang perempuan masih cemberut duduk di sebelah Zahra.


Mendengar suara derap kaki melangkah dan bau harum yang menguar dari tubuh Rayyan yang sangat Zahra kenal, ia menoleh. Rayyan melempar senyum sembari mengedip kan matanya pada Zahra. Zahra terkekeh.


Sedangkan ketiga saudara Zahra yang lain tercengang melihat kedatangan Abang iparnya ini. Kezia yang paling heboh diantara yang lainnya kini mematung melihat kehadiran Rayyan yang kini duduk di sebelah Zahra sambil tersenyum manis pada semua orang.


Kezia menatap Abang iparnya itu dengan mulut menganga dan mata nya melebar. ''Babang Ray??? Babang ipar tamvaaaaaannn...!!!'' serunya dengan segera berlari menuju Rayyan dan memeluk Abang iparnya itu dan menyalami tangan Rayyan dengan takzim.


Zahra dan Rayyan tertawa. ''Huhuhu.. babang ivar tamvan eeuuuyyy!!!'' celutuk Kezia lagi.


Hingga membuat Papa Reza dan Zahra tertawa-tawa. Sementara Rayyan terkekeh-kekeh melihat tingkah Kezia ini. Adik bungsu Zahra yang masih sekolah SD.


''Hadeeuuuhh.. datang dah biang keroknya! Lihat tuh si centil Zia sedang beraksi!'' ucap Kenta sembari tangannya cekatan mengangkat piring, sedang Kenan sedang mengangkat gelas untuk di letakkan di atas meja.


''Adek siapa coba? Tingkahnya itu rada-rada genit!'' timpal Kenan yang sedang berdiri di meja meletakkan beberapa gelas untuk mereka minum.

__ADS_1


''Ya adek kita lah! Kamu pikir adek siapa lagi?! Adek bang Rayyan gitu?? Ck. Adek bang Rayyan itu nggak kayak adek kita kelakuan nya! Bang Algi dan Kak Kinara itu tidak seperti itu! Apalagi kak Kinara! Ia gadis yang sangat ramah dan lembut. Berbeda sama adek kita yang super super genit ini!'' lanjut Keanu membuat Kezia mengerucut kan bibirnya karena kesal pada ketiga saudaranya itu.


''Abang ih! Kok suka banget sih jelek-jelekin adek?! Sama Babang ivar tamvan pula! Hissshh..'' sungutnya pada Keanu yang saat ini sedang menuangkan susu ke setiap gelas yang ada disana.


Papa Reza terkekeh saja melihat ke empat anak-anak nya ini. ''Sudah, kita sarapan dulu. Abang kamu harus berangkat ke sekolah. Ayo, duduk dini sama Papa!'' titah Papa Reza pada Kezia.


Gadis kecil itu menurut. Ia duduk disamping Papa Reza yang kini sedang dilayani oleh Keanu. ''Terimakasih nak.''


''Sudah menjadi kewajiban Abang sebagai Abang yang tertua setelah Abang Zidan.'' jawabnya dengan sedikit menunduk menghormati Papa Reza ala pelayan istana.


Sementara Mama Rani baru saja membuka headset di telinganya membuat Papa Reza melotot tak percaya. Hingga akhirnya pria paruh baya itu tertawa terbahak seorang diri. Ketiga anaknya hanya menghendik kan bahu saja.


''Papa kenapa??'' tanya Kezia pada Papa Reza.


Papa Reza tidak menyahuti namun, ia menunjuk Mama Rani dengan headset keluar dari celah hijab instan nya. Keanu yang paham langsung saja ia tertawa. Begitu juga dengan Kenan dan Kenta.

__ADS_1


Mereka baru paham kalau Mama Rani sedari tadi lebih memilih diam semua itu karena telinga nya sudah terpasang headset. Paruh baya itu tidak mendengar apapun selain suara yang keluar dari headset itu.


Sementara Zahra hanya bisa terkekeh saja melihat kelakuan adik dan Papa nya itu. Mama Rani? Masa bodoh. Paruh baya itu sudah terbiasa dengan tingkah kelima anaknya. Kalau pulang si kutub Utara barulah suasana hangat akan berubah menjadi dingin seketika.


Tapi sayangnya pemuda kutub Utara itu tidak mau pulang. Ia lebih memilih tinggal di asrama dibandingkan di rumah kedua orang tuanya.


Ia lebih nyaman tinggal disana tanpa mendengarkan suara kehebohan dari ke empat saudaranya itu.


Zahra dengan sigap mengambilkan nasi goreng ke piring Rayyan dan menyuguhkan nya di hadapan Rayyan. Rayyan tersenyum, ''Terimakasih sayang.'' lirihnya pelan dan hanya Zahra yang mendengar nya.


Tapi tidak dengan Kezia. Gadis kecil itu terpana akan perlakuan lembut Rayyan pada Kakak sulungnya itu.


''Ya Allah. Adakah satu tersisa untukku yang seperti babang ivar tamvan ku ini?? Kalau memang ada, pertemukan kami diwaktu yang tepat. Semoga masih ada yang kayak Babang ivarku ini ya Allah... amiin..'' pinta Kezia dalam hati saat melihat betapa lembutnya Rayyan pada Zahra.


Mereka berdua makan sepiring berdua. Kezia terharu melihat itu. Ia pun ingin merasakan kehangatan dari seorang laki-laki yang akan menjadi jodohnya nanti.

__ADS_1


Khayalan dari seorang anak kecil yang belum genap sepuluh tahun itu.


__ADS_2