Janda Kembang Season 2 ( Ternoda )

Janda Kembang Season 2 ( Ternoda )
Gara-gara Kopi


__ADS_3

''Sayang! Jangan terlalu banyak kamu makan tape nya?? Itu bisa bahaya untukmu!'' tegur Rayyan pada Zahra yang saat ini sedang sibuk makan tape tanpa mengingat pesan Rayyan tadi yang tidak boleh makan tape terlalu banyak.


Rayyan menarik mangkuk itu dari tangan Zahra. Zahra tersentak kaget. Ia menoleh pada Rayyan. Zahra tersenyum walau hatinya sedang gundah.


''Maaf kak. Baiklah. Aku akan berhenti. Kakak bersiaplah aku akan bersiap juga. Mama pasti sudah menunggu ku!'' katanya pada Rayyan.


Zahra segera berlalu meninggalkan Rayyan yang mematung karena kepergian nya. ''Ada apa dengan mu sayang??''' bisik Rayyan dalam hati.


Ia berlalu meninggalkan Zahra yang saat ini sedang termenung di dalam kamar mandi seorang diri.


Sementara Rayyan segera bersiap dan menunggu Zahra di meja makan. Sedangkan Zahra pun sedang bersiap dan keluar setelah selesai.


Ada Mana Rani yang sedang menunggu mereka di meja makan. Wajah murung Zahra berubah kala melihat pertengkaran kecil Papa Reza dan Mama Rani di meja makan.


Zahra tertawa saat melihat kedua orang tuanya bertengkar seperti itu. Gara-gara hal kecil pun mereka berdua berdebat. Rayyan Terkekeh kecil melihat nya.


''Sudahlah Rani. Biarkan saja Reza minum kopi itu. Nanti kalau sakit pun dia sendiri yang menanggungnya kan??'' kata Kakek Ali pada Mama Rani.

__ADS_1


Rayyan tertawa. ''Tetapi si tua Bangka ini akan gembung terus kalau minum kopi di pagi hari! Gimana sih?!'' sungut Mama Rani tidak terima.


Kakek Ali dan nenek Kasmi tertawa. Begitu pun dengan Rayyan dan Zahra. ''Sudahlah Papa. Dengarkan Mama! Nanti perut tua Papa itu kembung! Papa mau?? hem??'' ledek Zahra pada Papa Reza.


Papa Reza melotot kan matanya mendengar ucapan Zahra. Zahra tertawa begitu pun dengan Rayyan.


''Benar sekali Papa! Ikuti saja apa kata Mama. Nanti Papa juga yang menanggung akibat dari perbuatan Papa ini. Papa itu sudah tidak bisa minum kafein lagi. Sadar Pa. Papa itu tidak mudah seperti dulu sebelum kami ada. Apakah Papa lupa apa yang terjadi pada Papa dulu hingga Papa sulit memiliki kami??''


Deg!


Deg!


Zahra tersenyum, ''Tak apa Ma. Ayo kita sarapan. Setelah ini Mama jadikan mengantar kan ku kerumah sakit untuk periksa??''


Mama Rani mengangguk setuju walau dengan senyum kaku di bibirnya. Papa Reza menunduk. ''Ingat Pa. Kafein itu tidak bagus untuk kesehatan Papa. Maaf kalau kakak berbicara seperti ini. Semua ini demi kebaikan Papa juga. Maaf kalau kakak menyinggung perasaan Papa. Ayo Ma. Kakak sudah selesai!'' kata Zahra dengan segera bangkit dan menuju ke depan


Rayyan yang terkejut langsung saja pergi meninggalkan meja makan tanpa pamit pada ke semuanya. Mama Rani menatap sendu pada Papa Reza.

__ADS_1


''Kamu selalu lupa tentang Zahra, Bang. Tidak kah kamu tau kalau Zahra sangat sensitif sekarang ini?? Kamu melupakan Zahra jika sudah bertemu kopi! Benar kata Zahra. Jamu lupa Semua nya. Kamu melupakan bagaimana dulu aku berjuang demi kesembuhan mu yang disebabkan oleh kopi ini sendiri! Kopi yang bisa menghidupi kita tapi kopi ini juga yang hampir membunuh semua bibit keturunan mu! Jangan lupakan itu bang Reza!''


Deg!


Deg!


''Aku pergi dulu. Jika kamu tetap menginginkan kopi. Minum saja. Aku siap menanggung semua resiko yang kamu ambil tanpa berpikir baik dan buruknya!''


''Sayang...''


''Aku pergi Paman, bibi. Titip bang Reza ya?''


Bibi Kasmi tersenyum, ''Tentu nak. Reza juga putra kami. Kamu tenang saja. Pergilah. Zahra sudah menunggumu saat ini di depan!''


''Ya, aku pergi. Assalamualaikum..''


''Waalaikum salam..'' sahut ke tiganya.

__ADS_1


Mama Rani berlau meninggalkan Papa Reza yang mematung karena kepergian nya. Gara-gara Kopi mereka berdua harus membuka luka lama yang dulu pernah terjadi di dalam hubungan mereka berdua.


__ADS_2