
''Orang yang melakukan perzinahan tidak ada yang tidak hamil bagi wanitanya jika pemuda itu menyiram ladang itu walau cuma sekali! Kamu bukan sekali melakukan nya Bro! Tapi berulang kali! Tidak menutup kemungkinan bukan, kalau Zahra akan hamil anakmu? Benihmu? Darah daging mu??? Terkecuali ketika kamu menggauli dirinya, benihmu itu kamu buang. Tapi ini?? Kamu menabur nya di dalam kan Bro???''
Deg, deg, deg...
''Apa?!?'' Pekiknya begitu terkejut
''Papa!!!'' seru Dimas dan Rayyan bersamaan.
Kedua pemuda yang belum tamat SMA itu mendadak ketakutan. Takut, jika sang Papa tau kebejatan anaknya. ''Pa yang baru saja kamu katakan Rayyan?! Apa benar anak sialan ini telah menodai Zahra?! Maka dari itu kamu menghukum nya?!'' seru Papa Rian dengan suara meninggi.
Kedai pemuda itu tersentak kaget. Sementara Putra kandungnya tidak bisa berkutik sama sekali ketika pertanyaan itu diluncurkan. Tubuhnya gemetar saking takutnya.
Rayyan mendekap tubuhnya hingga pemuda itu terisak kembali. ''Jawab!!'' sentak Papa Rian lagi.
Wajahnya merah padam dengan mata menatap nyalang pada putra kandung nya termasuk pada Rayyan. Rayyan menghela nafasnya.
''Ray akan ngomong sama Papa. Tapi Papa harus janji satu hal!'' tegas rauysng dengan menatap sendu pada Papa Rian.
__ADS_1
Papa Rian melemah jika tatapan Rayyan sendu Seperti itu. ''Katakan!'' titahnya tegas walau terdengar begitu lemah.
Rayyan mengusap lembut tubuhnya yang terus bergetar karena menangis. ''Papa jangan marah padanya. Bisa?''
Papa Rayyan mendudukkan dirinya di sofa ujung ruangan inap. ''Ya, Papa janji. Cerita kan! Jangan ada yang ditutupi!'' katanya dengan wajah sendu menatap sang putra kandung yang sedang tersedu saat ini.
Rayyan menghela nafasnya. ''Baik, akan Ray ceritakan.''
Rayyan mulai menceritakan hal yang terjadi pada hubungan nya dan juga Zahra termasuk sahabat karib nya ini. Ia terpaksa melakukan hal itu kepada Zahra karena tersinggung pada ucapan Zahra yang mengatasinya mandul.
Belum lagi penolakan Zahra yang begitu membuatnya terluka hingga terjadilah kejadian yang tidak mengenakkan itu. Papa Rian menangis tersedu.
''Ya Allah.. maafkan Papa Ray! Papa sudah menuntut mu di kantor polisi. Hiks.. maafkan putra Papa, Nak.. maafkan putra Papa! Papa akan mencabut laporan itu segera! Dan kamu! Kamu harus berangkat bersama Papa hari ini ke Jakarta! Tak ada bantahan! Tapi sebelum itu, Papa harus meminta maaf pada Papi kamu Nak?'' ucap Papa Rian sembari menatap Rayyan yang sedikit terkejut karena perkataan Papa Rian baru saja.
''Tidak perlu Pa!'' tolak Rayyan dengan segera. Papa Rian mengernyitkan dahinya. ''Kenapa??'' tanya Papa ria. sedikit heran dengan kelakuan Rayyan putra rekan bisnisnya.
''Pa.. mereka semua tidak ada yang tau tentang siapa pemuda yang telah menodai Zahra. Ray sengaja menutupinya agar adikku ini terlindungi dari amukan Mami dan Papi.. Papa kan tau, kalau Mani begitu menyayangi nya??''
__ADS_1
Papa Rian terdiam. ''Lalu apakah Zahra bisa memaafkan putra Papa, Nak??'' tanyanya dengan sendu.
Rayyan menunduk. ''Ray nggak tau Pa.. jika pun Zahra tidak memaafkan nya itu hak Zahra, Pa. Ray tidak bisa untuk memaksa Zahra agar bisa memaafkan perbuatannya pada Zahra. Ray hanya bisa membujuk untuk bisa memaafkan adikku atas kesalahan yang di perbuat nya. Ray tau.. Zahra Gadis yang baik. Mungkin ini memang sudah menjadi suratan takdir untuknya. Melalui adikku ini, mungkin akan membuat Zahra sadar. Bahwasanya kalau berbicara itu jangan sampai meluksi perasaan orang lain.''
''Iya kalau pemuda itu bisa memaafkan nya. Namun, jika ia dendam maka hal ini pun akan terjadi juga padanya bukan? Semua ini sudah menjadi ketetapannya untuk hidup dan takdir Zahra. Jika bukan karena adikku ini, pasti semua itu pun akan terjadi melalui pemuda lain. Masih beruntung adikku yang melakukan nya tapi kalau pemuda lain? Entahlah. Aku pun tidak tau, Pa..'' lirih Rayyan semakin erat memeluk tubuh sahabat yang sudah di anggap adik olehnya.
Papa Rian membisu. Tidak tau harus berbicara apalagi. Karena apa yang Rayyan katakan ada benarnya. Bisa saja semua ini terjadi tapi bukan melalui putranya. Akan tetapi melalui putra orang lain.
Apa yang akan terjadi jika itu sampai terjadi melalui lelaki lain? Pastilah Rayyan akan lebih hancur lagi saat ini. Karena ini merupakan putranya yang sudah ia anggap adik sejak pertama kali mereka bertemu ketika di kantor Bhaskara group dulu. Hingga saat ini, hubungan ini terjalin begitu erat.
Papa Rian menatap sendu pada Rayyan. Rayyan masih berusaha menenangkan putra semata wayangnya itu.
''Lantas bagaimana dengan mu Nak? Apakah kamu menerima kekurangan yang ada pada diri Zahra yang sudah ternoda oleh adikmu sendiri?? Apakah kamu tidak merasakan jijik terhadap nya? Atau kamu tidak muak melihat istri mu itu??''.
Deg!
Deg!
__ADS_1