
''Hiks .. Kak? Kamu nggak akan ninggalin aku kan ya?'' tanya Zahra pada Rayyan yang saat ini masih tergugu tidak bisa menjawab pertanyaan Zahra.
Ia begitu shock mendapati kenyataan jika perbuatan mereka satu malam itu bisa membuahkan hasil seperti ini. Darah daging seseorang yang begitu ia sayangi.
''Kak?? Hiks.. jawab Kak? Kamu tidak akan meninggalkan ku bukan?? A-aku hamil Kak. Hamil anaknya? Aku harus apa? Apakah aku harus melenyapkan janin ini? Hiks..''
Deg
Deg!
Rayyan terkejut, ia mengurai pelukannya dan menatap Zahra dengan tajam. Zahra terisak. Ia takut melihat tatapan mata Rayyan yang begitu tajam untuknya.
''Kamu bilang apa?? Ingin melenyapkan darah daging mu sendiri? Kamu gila Zahra!'' ucap Rayyan begitu marah padanya.
__ADS_1
Zahra terisak. ''Lalu, hiks aku harus apa kak?? Hiks.. janin ini bisa memisahkan kita berdua kan karena aku hamil anak orang lain?? Bukan anakmu!'' seru Zahra lagi masih dengan terisak.
Rayyan semakin kuat memegang lengan Zahra.
Grep!
Brruukkk...
''Nggak! Aku nggak akan meninggalkan mu! Sekali aku berjanji mengucapkan ijab atas nama kamu, maka selama nya akan seperti itu! Kenapa rupa nya kalau kamu hamil anaknya?? Aku menerima segala kelebihan dan kekurangan Yang ada padamu! Apalagi saat ini kamu sedang mengandung? Aku tidak peduli kalau mereka menganggap ku bodoh karena telah menikahi mu dan menerima anakmu. Itu tidak Masalah untukku! Karena cintaku tulus padamu! Tidak hanya melihatmu ketika hidupmu sempurna saja. Tapi aku juga harus melihat disaat kamu mendapatkan masalah seperti ini bukan??''
''Anak itu tidak berdosa sayang! Dia bersih dan suci! Setiap anak yang baru lahir ke dunia itu suci dan bersih! Yang membuatnya kotor adalah kita sebagai orang tuanya nanti ketika mendidik nya! Aku tau, kalian berdua melakukan kesalahan ini. Tapi apa yang harus ku perbuat selain sabar dan pasrah?? Aku pasrah pada takdir mu! Takdirmu, takdirku dan takdirnya akan terhubung karena anak ini. Tak apa. Kita akan merawat nya bersama! Jangan lagi aku dengar kalau kamu akan melenyapkan anak ini! Kalau sampai itu terjadi, maka aku akan membenci mu seumur hidupku! Aku tidak peduli dengan cintaku lagi! Buat apa mencintai seorang wanita yang tidak sayang terhadap darah dagingnya sendiri??''
Dddduuuuaaaaarrrrrrrrr...
__ADS_1
''Kakak!! Hiks.. maaf... hiks.. maafkan aku .. maaf.. aku tidak bermaksud ingin membunuh janinku Kak .. aku tidak berpikir seperti itu! Hiks.. aku hanya takut, kamu akan pergi meninggalkan ku karena anak haram ini! Itu saja!'' seru nya dengan tubuh bergetar.
Lagi, Rayyan memeluk erat tubuh Zahra hingga Zahra meringis menahan sakit. ''Jangan sekali-kali kamu mengatakan jika anak ini anak haram! Mereka suci Zahrani! Yang kotor itu perbuatan kalian berdua! Kamu paham?!'' sentak Rayyan dengan suara naik satu oktaf.
''Kak...'' lirih Zahra dengan bibir bergetar.
Mata itu terus menangis melihat Rayyan. Ke empat orang tua disana mematung mendengar ucapan kedua anak mereka.
''Maafkan aku Kak.. maaf ..'' lirih Zahra dengan memeluk kembali tubuh kurus Rayyan.
Rayyan memeluk erat tubuh Zahra. ''Jangan katakan itu Ra.. aku ikhlas menerima keadaan mu yang seperti ini. Aku tidak marah jika kamu hamil. Akan ku anggap anakmu menjadi anakku. Akan ku urus kedua anak ini menjadi seperti ku. Ada Mami dan Mama Rani nanti yang akan membantu kita dalam mengurusnya. Lalu apa yang menjadi ketakutan mu??''
Zahra diam, tubuh itu masih saja terisak di dalam pelukan Rayyan. ''Hiks.. aku takut kamu pergi meninggalkan ku karena aku hamil anak orang lain.. hiks.. aku tidak ingin kehilanganmu Kak.. aku tidak ingin pergi jauh darimu hiks ..'' Isak Zahra semakin menjadi di dalam pelukan Rayyan.
__ADS_1
Rayan pun ikut menangis kala mengetahui ketakutan Zahra. ''Nggak akan sayang.. Kakak tidak akan meninggalkan mu sampai kapanpun! Kamu segalanya untukku .. jangan berbicara seperti sayang.. sakit kakak mendengar nya.. hiks ..'' Rayyan menangis sambil memeluk tubuh Zahra.
Ke empat orang di belakang sana pun ikut tersedu. Mereka menangis ketika melihat perjalanan hidup kedua anak mereka.