Janda Kembang Season 2 ( Ternoda )

Janda Kembang Season 2 ( Ternoda )
Jaga bicara mu dengan siapapun


__ADS_3

Rayyan membuka matanya tapi tidak melepaskan pelukannya dari tubuh Zahra. Ia mendongak melihat Zahra yang kini tengah menunduk menatap nya dengan sendu.


''Sudah. Berbaik hatilah menerimanya kembali jikalau suatu saat ia ingin meminta maaf padamu. Jangan jadi pendendam. Itu tidak baik. Kamu boleh kecewa. Tapi tidak untuk membencinya. Karena dengan kamu memupuk kebencian dihatimu, maka hatimu semakin kotor karena telah memelihara dendam. Maafkan dia seperti Allah memaafkan hambanya. Siapa kita yang tidak bisa memaafkan nya sedang Allah aja maha pemaaf?? Ingat sayang, bagaimana pun pemuda itu tetaplah saudara kita. Kakak tidak menyuruhmu untuk memaafkan nya sekarang. Tapi cobalah. Cobalah pahami dari sisi dirinya yang terluka karena perkataan mu yang begitu melukai harga dirinya. Kamu pernah dengar syair ini, Al fikru qoblu ribhan Annadmu ba'da khusran! Pikir dulu pendapatan sesal kemudian tiada berguna!''


Deg!


Zahra tertegun dengan ucapan Rayyan. ''Dengarkan kakak, sayang. Kamu harus berbesar hati untuk memaafkan nya. Tidak untuk sekarang. Tapi nanti. Cobalah dulu. Tidak baik kamu terus saja memendam dendam di dalam hati. Sebelum kamu menuduhnya melakukan kesalahan, ingat dulu dengan dirimu. Kamu pun salah dalam hal ini. Kamu menghina kekurangan nya. Harga dirinya terluka saat kamu menghina nya. Percayalah sayang, tidak ada laki-laki yang tidak terluka harga dirinya jika ia di hina karena kekurangan nya itu.''

__ADS_1


''Jaga lidahmu agar tidak melukai hati orang. Lidah tak bertulang mu sudah membuatmu dalam masalah saat ini. Dirinya tidak sepenuhnya bersalah. Kesalahan ini terjadi karena kamu pun ikut andil di dalam nya. Karena mu ia jadi marah seperti itu. Ingat sayang, jaga bicara mu kepada siapa pun agar tidak melukai perasaan dan harga diri orang lain. Banyak yang terjadi karena kesalahan lidah tidak bertulang ini. Banyak terjadi kasus karena pencemaran nama baik.''


''Semua itu karena apa?'' tanya Rayyan pada Zahra. Zahra semakin menunduk. Setetes buliran bening itu jatuh menimpa pipi Rayyan.


Rayyan melepas rangkulannya itu dari tubuh Zahra. Dan mengusap air mata yang mengalir di pipi mulusnya. ''Jangan menangis.. semua ini sudah terjadi. Tidak perlu di sesali. Yang perlu kamu lakukan saat ini adalah kamu harus berubah. Jaga bicara mu dengan siapapun itu. Tak terkecuali. Ya?'' pinta Rayyan membuat Zahra memeluk Rayyan dengan erat.


Zahra tersedu dalam pelukan hangat Rayyan. ''Menangislah jika menangis itu bisa membuat mu lega. Setelah ini berubah lah ke arah yang lebih baik lagi. Kamu itu seorang wanita sekarang bukan lagi seorang gadis. Ingat lah bahwa seorang anak itu mengikuti apapun yang kamu perintah kan pada anak kita kelak. Paham?'' tutur Rayyan begitu lembut hingga menusuk ke relung hati Zahra begitu dalam.

__ADS_1


''Sudah.. jangan menangis. Ayo, cuci dulu wajahmu. Sudah pukul sebelas lebih. Kakak ngantuk!''


Zahra terkekeh walau dengan air mata beruraian. ''Iya, hiks. Ayo, kita bersama. Wudhu dulu sebelum tidur.'' kata Zahra pada Rayyan dengan segera berlalu menuju kamar mandi.


Rayyan terkekeh. ''Kalau pun wudhu bakalan batal lagi sayang!''


Zahra tertawa. ''Yang penting wudhu kak. Soal batal atau tidak, yang penting ikuti dulu Sunnah nya.''

__ADS_1


''Ya, anda benar sekali Nyonya Rayyan Putra Bhaskara!'' balas Rayyan pada ucapan Zahra.


Mereka berwudhu bersama. Setelah selesai, mereka pun tidur dalam satu selimut yang sama. Mereka sudah di izinkan untuk bersama. Apapun yang terjadi selanjutnya, itu menjadi urusan nanti. Yang penting Zahra tidak mengamuk seperti kemarin siang.


__ADS_2