
Setelah pembicaraan antara Mami Alisa dan Rayyan, saat ini seluruh keluarga sedang berkumpul di ruang tamu keluarga Mak Rani dan Papa Reza.
Siang ini Papa Reza akan menikahkan Rayyan dan Zahra secara diam-diam dan tanpa diketahui oleh siapapun. Terkecuali Pak penghulu. Pak penghulu yang sengaja Papa Reza panggil untuk menikahkan mereka berdua.
''Bagaimana? Sudah siap Nak Rayyan?'' tanah Pak penghulu ketika mereka semua sudah berkumpul.
Rayyan tersenyum. ''Isyaallah sudah Pak!'' sahut Rayyan mantap
Pak penghulu tertawa mendengar suara tegas Rayyan. ''Baiklah, mari silahkan berjabat tangan. Tapi tunggu dulu. Apa mahar pernikahan mu Nak Rayyan?''
Rayyan melihat Mami Alisa. Beliau mengangguk. ''Surah Ar Rahman, Pak!''
Deg!
Seseorang di dk kamar dan terkejut mendengar ucapan Rayyan. Matanya mengembun. ''Kak Rayyan masih ingat dengan mahar yang pernah ku sebut dulu padanya. Hiks.. Kak Rayyan.. hiks.. aku merasa malu kenapa diriku harus ternoda? Dan aku harus mendapatkan suami seperti Kak Rayyan yang begitu sempurna?? Hiks.. Jika boleh aku meminta.. aku ingin mati dulu, setelah itu dilahirkan lagi dan bereinkarnasi menjadi gadis lain tapi jiwaku tetap diriku. Paras yang sama dan jiwa yang sama, hanya terlahir dari orang yang berbeda.. Ya Allah.. kabulkan permintaan ku.. semua ini ku lakukan untuk suamiku kelak dimasa depan agar ia tidak kecewa memilki diriku yang sudah ternoda ini.. hiks.. Kak Rayyan...''
''Bacakan surah Ar Rahman sebagai mahar untuk calon istrimu,'' kata Pak penghulu.
Dengan segera Rayyan membacakan surah Ar Rahman di iringi dengan Isak tangis para orang tua dan juga Zahra yang tersedu di dalam kamarnya.
Rayyan memejamkan matanya saat sekilas ia melihat bayangan. Bayangan seorang gadis mirip Zahra tersenyum manis padanya. Begitu cantik sama persis seperti Zahra.
Rayyan membuka matanya saat surah yang ia bacakan selesai. ''Baik, mari berjabat tangan dengan Papa calon istrimu.'' Kata Pak penghulu lagi.
''Mari Nak.. Papa akan menyerahkan Zahra kepadamu. Mulai sekarang, Zahra sudah menjadi tanggung jawabmu. Jaga dan sayangi dia. Tuntun ia agar tetap berada dijalan yang lurus. Bimbing dia agar menjadi wanita Sholehah. Pesan Papa.. apapun yang terjadi ke depannya, jangan pernah meninggalkan Zahra. Tetap bersama nya. Kita tidak pernah tau takdir seperti apa yang sedang kita jalani sekarang ini. Papa harap, kamu tidak mengecewakan Papa.''
Rayyan tersenyum. ''Isyaallah Papa.. Rayyan akan berusaha sekuat mungkin untuk menjaga Zahra. Dan juga mendidik Zahra agar menjadi wanita Sholehah. Rayan tidak berjanji bisa membahagiakan Zahra. Tapi Rayyan akan berusaha dan untuk memenuhi semua kebutuhan nya. Doakan kami Pa.. agar kami selalu bahagia selamanya..''
''Amiin.. doa Papa selalu menyertai mu Nak. Mari, berjabat tangan agar Papa bisa menyerahkan Zahra kepadamu.''
''Baik, Bismillahirrahmanirrahim..'' ucap Rayyan dengan segera memegang tangan Papa Reza dengan erat.
__ADS_1
''Ehem, Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, Dengan Rahmat Allah Tuhan semesta alam, saudara Rayyan Putra Bhaskara bin Gilang Bhaskara saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan putri Kandungku Zahrani Putri Alamsyah binti Ar Reza Rustamsyah dengan mas kawin Surah ArRahman yang sudah dibacakan dan seperangkat alat sholat dibayar tunai!''
''Saya terima nikah dan kawinnya Zahrani Putri Alamsyah binti Ar Reza Rustamsyah untuk Saya, dengan mas kawin Surah Ar Rahman yang sudah dibacakan dan seperangkat alat sholat di bayar tunai!''
''Bagaimana para saksi? Sah?''
''Sah!''
''Sah!''
Dddduuuuaaaaarrrrrrrrr...
Dddduuuuaaaaarrrrrrrrr..
Dddduuuuaaaaarrrrrrrrr...
''Astaghfirullah!!''
''Allahu Akbar!!''
Petir menyambar dengan kencang. Tiga kali petir itu seperti menjawab dia Zahra baru saja.
''Ya Allah.. Engkau mendengar doaku.. Kapanpun Engkau ingin mengambilku, aku siap. Aku pasrah. Demi suamiku aku rela terlahir kembali dengan wujud yang suci. Diriku, tubuhku, jiwaku bahkan jiwaku akan kembali seperti Zahrani sekarang ini. Zahrani yang terlahir kembali untuk Sang suami. Ar Rayyan putra Bhaskara! Aku sangat mencintaimu Kak. Sangat mencintai mu. Bahkan untuk menjadi sempurna dan layak bersanding denganmu aku rela mati terlebih dahulu agar aku suci ketika di pertemukan denganmu nanti nya di dalam pernikahan kita untuk kedua kalinya. Hiks.. aku terima keputusan takdir. inilah diriku yang sebenarnya. Aku mencintaimu, suamiku..''
Ceklek!
''Ayo Nak. Kamu harus bertemu dengan suami mu. Kamu sudah sah menjadi istri dari seorang Rayyan putra Bhaskara. Ayo, ia sedang menunggu mu.'' Ucap Mama Rani.
Zahrani mengangguk dan tersenyum manis. ''Iya Ma..'' jawab Zahra dengan mengusap air matanya.
Mama Rani mengusap kepala Zahra yang tertutup hijab berwarna putih tulang. Baju gamis putih tulang membalut tubuh Zahra saat ini.
__ADS_1
Mereka keluar dari kamar dan ditatap oleh banyak mata. Zahra menunduk. Ia tidak berani menatap semua mata itu. Semua mata itu seperti jijik melihatnya.
Tes.
Tes.
Buliran bening itu menetes kembali. Ia di dudukkan di sebelah Rayyan. Sedang Rayyan terpaku melihat nya.
Zahra mendongak melihat Rayyan. Dua mata itu saling bertatapan. Tatapan mata sarat akan cinta namun, begitu terluka untuk keduanya.
''Terimakasih, karena Kakak mau menerima diriku yang hina dina ini. Akan ku ingat hari ini di seluruh sisa hidupku. Kamu, pria baik kak Rayyan. Aku beruntung bisa memilki, mencintai dan menikah denganmu. Impian besarku yang akhirnya terwujud. Walau harus denhan diriku yang ternoda..'' lirih Zahra begitu pelan di akhir Kalimat nya.
Rayyan menatap tajam padanya. Semua yang mendengar nya semakin hati mereka. ''Dengar Ra! Kakak ikhlas menerima kelebihan dan kekuranganmu! Tak ada sedikitpun terbesit rasa kecewa dihati. Kakak hanya kecewa dengan diriku sendiri. Yang telah mengizinkan mu pergi saat itu. Jika Kakak tidak mengizinkan mu, pastilah kamu tidak akan seperti ini. Tapi kakak akan jamin, jika pernikahan ini satu kali seumur hidup. Kamu satu untuk selamanya. Tidak akan ada yang lain!'' tegas Rayyan sambil menatap manik mata hitam Zahra yang semakin deras mengeluarkan air mata.
Grep!
Rayyan memeluk erat tubuh ringkih Zahra. "Kakak sangat mencintai mu sayang, dari dulu sampai sekarang! Tidak akan ada yang lain lagi! Cukup kamu saja!" bisik Rayyan di telinga Zahra yang semakin tersedu karena perkataan nya.
"Terimakasih sudah mencintai gadis hina dina ini Kak.. Zahra juga sangat mencintai Kakak. Hidup dan matiku bersama mu. Bahkan aku rela mati demi menyempurnakan diriku agar layak bersanding dengan Ar Rayyan putra Bhaskara! Aku rela mati untuk bisa kamu mendapatkan yang suci tidak ternoda seperti diriku! Tapi aku tidak akan rela berbagi cintaku dengan yang lain. Ingat Kak, aku akan selalu mengawasi dirimu. Baik aku hidup walaupun aku sudah mati!"
Deg!
Deg!
Rayyan mengurai pelukannya dari tubuh Zahra. Ia menatap tajam pada Zahra. "Apa yang kamu katakan Ra! Jangan mendahului takdir! Kamu tidak akan kemana-mana! Kamu akan tetap disamping ku! Jangan katakan itu! Kakak tidak akan sanggup tanpa mu! Kamu tetap berada disamping ku! Kamu dengar sayang??'' ucap Rayyan dengan suara lirih namun begitu tegas.
Semua yang ada disana terharu. Tapi tidak dengan Papa Reza, Mama Rani, Papi Gilang, dan Mami Alisa.
Mereka menangkap sesuatu dari ucapan Zahra tadi. 'Rela mati asalkan Rayyan mendapat yang suci.' Mereka berempat memilki pemikiran yang sama.
Tapi apakah itu akan benar terjadi??
__ADS_1
Wallahu'alam.
Cuma Allah yang tau.