
Selesai sholat mereka duduk bersama bersuka ria. Ada 4 Kamu yang selalu membuat Zahra dan Rayyan heboh sendiri.
Lusa, kedua adiknya itu akan pulang ke asrama kenali. Maka dari itu mereka sengaja menghabis waktu bersama Zahra sebanyak mungkin agar mereka tidak merindukan Zahra nantinya.
Banyak hal yang mereka bicarakan hingga memasuki waktu Maghrib tiba. Begitulah selama ada empat K dirumah mereka. Ruang itu menjadi ramai karena kehadiran mereka semua.
Keesokan harinya.
Hari ini mereka sengaja piknik bersama ke tepi pantai cermin yang di kawasan pinggiran kota Medan.
Dengan ditemani Mama Rani dan Papa Reza, seluruh keluarga piknik ke pantai itu imunyuk sekedar membuat Zahra bahagia. Tapi tetap saja mata itu terlihat sendu.
Ada sesuatu yang ingin ia sampaikan. Tapi tidak berani. Takut menganggu perjalan mereka yang membutuhkan waktu hingga dua jam lamanya.
Rayan yang peka segera memeluk tubuh Zahra. ''Kamu menginginkan sesuatu??'' bisik Rayyan di telinga Zahra.
Saat ini mereka duduk di kursi paling belakang karena seluruh kursi depan di penuhi oleh adiknya Zahra. Zahra menoleh pada Rayyan. Hembusan nafas Rayyan menerpa wajahnya.
__ADS_1
''Pingin es campur tapi yang isi dalamnya kayak es dawet. Pingin banget makan itu. Bisa nggak kita berhenti dulu? Pingin banget Kak?'' bisik Zahra di telinga Rayyan
''Mana ada disini sayang. Ini lagi di jalan tol. Nanti lepas jalan tol kita singgah ya? Ada kok tempatnya di pinggir jalan keluar dari jalan tol ini. Minuman itu es dawet namanya sayang. Yang cendolnya kayak pasta pandan bukan ya?''
Zahra mengangguk antusias. ''Oke. Kamu tidur aja dulu. Nanti kakak bangunin kalau udah sampai di sana nya.'' Zahra menurut.
Ia mencoba untuk memejamkan kedua matanya. Berharap tamrasa manis dari dan gurih dari santan dan gula aren itu mbuat Zahra benar-benar menginginkan nya.
Tepat seperti perkataan Rayyan, mereka singgah di tepi jalan setelah keluar dari tol. Namun, sayang. Penjual es dawet itu tidak ada disana.
Zahra kecewa. Rayyan berusaha untuk memenangkan nya. ''Sabar.. barangkali di pantai nanti ada. Ayo. Jangan cemberut gitu. Nggak baik ah.'' tegur Rayyan pada Zahra.
Mama Rani dan Papa Reza dibuat heran oleh mereka berdua. Tiba di pantai cermin. Persis seperti yang Rayyan katakan. Penjual es dawet itu ternyata mangkal di sana. Betapa senangnya Zahra.
Ia langsung saja berlari menuju penjual es dawet dan langsung saja memesan nya. Tidak tanggung-tanggung Zahra memesan es dawet itu.
Ia memesan es dawet itu hingga lima belas Zahra habiskan sendiri. Rayyan yang melihatnya tertawa melihat tingkah Zahra. ''Enak banget ya?'' tanya Rayyan pada Zahra.
__ADS_1
Zahra mengangguk saja mulutnya saat ini penuh dengan es dawet buatan mang Surya nama penjual es itu. ''Hemm... segarnya....'' ucap Zahra begitu senang.
Rayyan tertawa saja. Sementara ke empat adik Zahra yang lain sibuk memanggang ikan yang khusus mereka bawa dari rumah untuk di makan bersama di tepi pantai dan duduk di sebuah pondok saat ini Zahra duduk.
Karena hari Minggu, kawasan pantai cermin itu pun begitu ramai pengunjung. Beruntung nya Zahra apapun yang ia inginkan ada disana.
Ia ingin makan kembang Gula yang biasa ada di pasar malam malah ada di pantai itu saat ini. Rayyan tidak melarang apapun yang menjadi keinginan Zahra.
Karena sejak tadi malam, Zahra sudah mulai meminta yang aneh-aneh padanya. Salah satunya hubungan badan yang Rayyan tidak mungkin bisa ia berikan.
Dari sana Rayyan menjadi tau, kalau Zahra saat ini sedang mengidam. ''Mengidam?? maksud kamu Zahra sedang hamil??'' bisik Mama Rani di telinga Rayyan.
''Ya. Itu menurut apa yang Mami ceritakan kemarin. Salah satu nya kalau orang hamil itu sangat kuat tentang hal begituan Mama. Abang mana bisa memberikan itu. Ladang Zahra bukan milik Abang sekarang...'' lirih Rayyan hingga membuat Papa Reza tertegun.
''Jadi... Zahra sudah positif hamil kalau begini? Sebaiknya selesai makan, kita langsung pulang. Tidak baik terlalu lama di tepi pantai ini. Ayo. Kita makan dulu.''
Mereka mengangguk patuh. Akhirnya seluruh keluarga makan bersama ikan nila bakar yang sudah di bumbui dari rumah dan sudah siap di bakar oleh ke tiga adik Zahra tadi.
__ADS_1
Saat makan pun lagi, lagi Zahra ingin makan ikannya saja. Ia ingin Rayyan yang menyuapinya. Makan dari tangan Rayyan sangat nikmat menurutnya.
Semua itu tidak luput dari perhatian Mama Rani dan Papa Reza. Mereka berdua mengangguk bersama. Pertanda, jika Zahra harus diperiksa kerumah sakit tentang kehamilan nya.