Janda Kembang Season 2 ( Ternoda )

Janda Kembang Season 2 ( Ternoda )
Di bully karena tak setia


__ADS_3

Zahra masuk kelas dengn tatapan para teman sekelas begitu menusuk melihat nya. Ia menghela nafasnya sebelum masuk ke dalam kelasnya itu.


Sang sahabat yang bernama Dian pun sama seperti yang lain. Zahra tidak peduli. Ia tetap masuk ke kelas itu dan duduk disebelah sang sahabat.


Sedang sang sahabat menatap datar padanya. Zahra cuek saja. Ia tetap duduk di bangkunya dengan tenang. Hingga bel berbunyi pertanda pelajaran akan segera dimulai.


Hari ini seluruh kelas mulai dari kelas satu hingga kelas tiga akan mengadakan ulangan sebelum ujian semester satu bulan lagi.


Semuanya belajar dengan tenang. Termasuk Zahra. Ia begitu fokus pada setiap soal dan jawabannya. Ia begitu fokus hingga tidak sadar, jika ada guru yang sedang berdiri didepannya dan menatap Zahra dengan sinis.


''Kamu, setelah ini dipanggil ke ruang BK. Pak Husen ingin bertemu denganmu. Cih! Anak orang kaya, kelakuan nya sama seperti ayahnya. Sok berkuasa!''


Deg!


Zahra menatap pada wali kelasnya itu. Zahra menatap datar padanya. ''Apa urusannya sama ibu? Apakah saya punya salah sama ibu? Hingga ibu membawa nama Papa saya? Ingat Bu! Anda guru disini! Bisa saja saya keluar dari sini tapi tidak menutup kemungkinan jika kepala yayasan ini akan mengeluarkan anda dari sekolah ini karena mulut anda yang begitu tajam mengatai seorang siswa seperti saya!''


Deg!


Deg!


Wali kelas Zahra itu terkejut mendengar ucapan Zahra. Tidak pernah sekalipun Zahra melawan ucapan seorang guru seperti ini. Wali kelasnya itu semakin tersenyum sinis padanya.


''Heh! Lihat saja nanti!'' ketusnya.


Dengan segera ia berlalu pergi ke meja guru di depan sana. Sedang Zahra kembali fokus pada soal ujiannya. Sementara seluruh murid yang lain tetap menatap Zahra dengan datar. Tapi Zahra tidak peduli. Ia tetap sibuk dengan soal ujian nya.


Ulangan itu begitu berat untuk Zahra lalui. Setiap kali ia mencoba untuk diam, ada saja yang mengejeknya dengan mengatakan jika Zahra seorang gadis playgirl.


Zahra mencoba menekan sesak di dadanya sampai pelajaran ulangan itu selsai dan mereka keluar bersama untuk makan siang.


Dan ya, Zahra berhasil. Setelah selesai, Zahar pun berlalu keluar dengan seluruh pasang mata menatapnya dengan tatapan sinisnya.


Sepanjang jalan yang Zahra lewati semua murid perempuan yang berpapasan dengan Zahra pastilah mengejeknya.


''Heh, kalian tau nggak? Si Zahra itu kan nggak setia orangnya??''

__ADS_1


''Ah, masa iya sih?''


''Bener! Buktinya Kak Dimas saja ia tinggalkan saat pemuda itu terluka karena di pukul oleh sahabat sendiri sampai kritis!''


''Emang iya?''


''Ya iya atuh.. nih ya! gara-gara dia menoleh kak Rayyan, kak Dimas sampai berkelahi dengan kak Rayyan. Kayaknya Zahra ini tukang ngadu deh!''


''Nggak mungkin ah! Terus, kak Dimas sekarang gimana kondisi nya?''


''Beneran Oneng! Saat ini kak Dimas kritis. Kamu tau siapa penyebab kak Dimas kritis??''


''Siapa??''


''Zahrani Putri Alamsyah! Gadis tidak setia terhadap pasangan! Sudah tau lu ya kak Rayyan, eh malah ngejar kak Dimas! Dan sekarang, gara-gara dia!'' tunjuk teman sekelas Zahra saat Zahra melewatinya. ''Kak Dimas koma. Dia tidak sadarkan diri. Kita kan tau, Jika kak Rayyan dan kak Dimas itu sahabatan?? Bahkan sebelum Zahra masuk kesini!'' ketusnya ketika melihat Zahra lewat.


Ia tersenyum sinis melihat Zahra. Sementara Zahra, ia tidak peduli. Ia sengaja menebalkan telinga nya. Karena ia tau, inilah yang akan terjadi jika ia kembali ke sekolah.


Sementara Rayyan semakin gelisah saja. Ia menatap ke pintu kantin hingga pintu belakang kantin. Berharap jika Zahra datang untuk menemui nya.


Makanan yang baru saja ia pesan tidak tersentuh sama sekali karena belum melihat Zahra.


Zahra tetap melangkah masuk ke kamar mandi karena sudah tidak tahan. Tiba disana, semua murid perempuan itu menoleh pada Zahra dengan wajah tidak suka.


''Ini dia bilang keroknya! Berani juga kamu ya muncul di sekolahan ini setelah kamu membuat masalah? Yang menyebabkan Kak Rayyan dan Kak Dimas berkelahi hingga menyebabkan mereka berkelahi?? Cih! Jika aku jadi kamu! Aku tidak akan muncul lagi ke sekolah ini!'' ketusnya begitu sinis.


Zahra menatapnya dengan datar. Ia tak peduli apapun perkataan mereka. Ia lebih memilih diam. Tapi wajahnya itu begitu kentara terlihat, jika ucapan mereka itu begitu mengganggu dirinya.


Semua murid perempuan itu menghadang jalan Zahra. Tapi Zahra tak peduli. Ia begitu kebelet ingin buang air kecil saat ini. Tau jika Zahra ingin buang air kecil, mereka kompak menghadangnya.


''Apa?? Nggak senang kita hadang?? Lewati aja kalau berani!'' tantangnya.


Zahra tidak takut dan tidak peduli. Ia tetap menatap datar pada kakak kelasnya itu. Zahra mendorong mereka semua, tapi tidak bisa. Malah Zahra yang terdorong hingga mundur ke belakang.


Satu lawan delapan orang.

__ADS_1


Ya jelas kaksh Zahra. Belum lagi ia sedang puasa saat ini. Zahra menatap datar pada mereka semua. ''Apa yang kalian inginkan! Awas! aku mau lewat mau buang air kecil! Apa kalian mau menampung air se*i ku di sini? Jika iya, maka akan aku berikan!'' lawan Zahra pada mereka semua.


Ia sangat jengah dengan kakak kelasnya ini. Menuduh, mengejek tanpa tau fakta yang sebenarnya. Entah siapa yang menyebarkan berita itu hingga Zahra begitu jelek sekarang Dimata mereka.


Lagi, Zahra mendorong kakak kelasnya itu. Tapi sayang, tetap tidak bisa. Geram, karena terus di tahan Zahra terpaksa mendorong mereka semua dengan kekuatan penuh.


''Minggirr!!'' seru Zahra


''Nggak akan!!'' sahut mereka kompak.


Zahra mengepalkan kedua tangannya. ''Jangan salahkan aku, jika aku berbuat kasar dengan kalian!'' ucapnya begitu geram


Saking geramnya, giginya hingga terdengar seperti menggelutuk. Mereka terkejut melihat perubahan pada diri Zahra. Tapi tetap tidak berpindah tempat.


''Awas!!!!''


Brraaakk..


''Arrrgggghhttt.. kurang ajar! Berani kau mendorong ku heh?!'' ucap kakak kelas Zahra yang tadinya mengatai Zahra.


Ia bangkit dan kembali mendorong Zahra hingga kepala Zahra terbentur pintu kamar mandi dan menimbulkan suara gaduh. Zahra jatuh ke lantai dengan kening menimpa tepi westafel hingga berdarah.


Brraaakk..


Kraaangg..


Brrruukkk..


''Allahu Akbar!!' seru Zahra saat dirinya terjatuh dua kali.


Mata Zahra terpejam. Seseorang diluar mematung melihat Zahra terjatuh seperti itu. Ingin masuk tapi tidak berani. Hingga ia memilih memutar haluan dan menuju kantin dimana Rayyan berada.


Sementara Rayyan semakin gelisah saat ini. Seseorang yang melihat Zahra terjatuh di kamar mandi berlari begitu kencang langsung menuju ke kantin.


''Kak Rayyaaaaannn!!! Zahra terjatuh di kamar mandiiiiii....'''

__ADS_1


Deg!


''Apa?!''


__ADS_2