Janda Kembang Season 2 ( Ternoda )

Janda Kembang Season 2 ( Ternoda )
Pemuda istimewa


__ADS_3

Di zaman sekarang ini sangat sulit mencari pemuda tampan, baik, tulus dan ikhlas dalam menerima keadaan pasangannya. Mereka akan mencintai tetapi mengharap balasan.


Memberi tapi harus dibalas. Kecewa di tinggalkan. Terluka memarahinya. Dan ketika melakukan kesalahan mereka menghukum nya. Padahal seorang pria maupun wanita tugas mereka itu sama.


Yang berbeda ialah tanggung jawab itu lebih banyak di pukul oleh laki-laki. Tidak bagi wanita. Akan tetapi tetap sama. Sama-sama dibutuh kan dan membutuhkan.


Tugas seorang lelaki mencintai, menyayangi dan mengayomi wanita dengan baik. Jika wanita mekdkuy kesalahan alangkah baiknya kalau mereka menegurnya bukan menghukumnya.


Kalaupun mereka terluka, maka jangan tinggalkan. Tapi rangkul dan peluk mereka. Beri kesempatan untuk bisa merubah dirinya menjadi baik. Kalaupun ia membuat masalah lagi, tegur lagi begitu seterusnya.


Tidak ada manusia yang sempurna, semuanya memilki kelebihan dan kekurangan. Manusia itu tenaotanya khilaf. Tetapi bukan khilaf jika melakukan kesalahan berulang kali.


Hanya orang terpilih yang bisa menerima kelebihan dan kekurangan setiap pasangan nya. Begitu juga dengan Rayyan ini. Rayyan putra kandung Papi Gilang dan Mana cita ini merupakan contoh salah satu pemuda tampan yang begitu istimewa.


Ia rela menerima kekurangan yang ada pada dirinya. karena hatinya tulus memaafkan dan mencintai Zahra sepenuh hati. Kecewa ada. Tapi rasa sayang itu lebih besar dari pada rasa kecewa itu sendiri.


''Sungguh kamu pemuda istimewa nak. Papa beruntung sekali bisa bertemu dengan mu dulu. Papa akan mendidik nya sama seperti mu. Papa mohon.. kalaupun suatu saat kamu bertemu lagi dengan putra Papa, Papa harap kamu masih mau menerimanya sebagai adikmu. Papa sangat beruntung bisa mengenalmu nak. Sangat beruntung. Banyak yang Papa bisa pelajari dari sikap mu ini. Terimakasih karena sudah mau mengingat pria tua itu i yang sudah kualitas jalan dan tersesat. Maafkan Papa nak.. Pala akan mencabut laporan itu. Sebentar! Papa hubungi dulu pengacara Papa agar maencabut laporan pengaduan Papa tentang kasus penganiayaan terhadap putra Papa. Sebentar!'' imbuhnya dengan segera merogoh saku celananya dan mengambil ponsel miliknya.

__ADS_1


Ia mendial nomor Pak Herman dan menyuruh pemuda pria paruh baya itu untuk mencabut tuntutannya terhadap Rayyan putra Bhaskara.


Pak Herman mengiyakan walau sedikit kebingungan. ''Baik tuan, akan saya cabut segera. Satu jam lagi saya kabari.'' katanya yang begitu jelas terdengar melalui sambungan ponsel milik Papa Rian.


Rayyan bisa bernafas lega. Saat ini kedua pemuda itu sudah tidak menangis lagi. Bila ada yang melihat, mereka pasti akan di katakan cengeng oleh orang itu. Tapi kedua pemuda itu peduli.


Putra kandung Papa Rian itu begitu lembut hatinya sama seperti Rayyan. Ia mendapat didikan baik langsung dari Mami Alisa. Semua hal baik, selalu sang Mami ajarkan kepadanya


Bukankah ada yang mengatakan jika ada sosok ibu yang baik dan tulus mengajar kan kebaikan pada putra dan putri nya maka semua didikan itu akan melekat selamanya dihati.


Namun, ada juga beberapa anak yang memang pembangkang. Memilki orang tua baik dan tulus dalam mendidik nya malah dianya yang bertingkah.


Anak itu ibarat kertas putih. Yang membuatnya menjadi hitam itu adalah tinta nya bukan kertasnya. Semua anak itu suci. Jika anak itu mengalami perubahan dari manut menjadi pembamkang pasti ada yang terjadi dengan nya.


Salah satunya pengaruh lingkungan. Semua itu tergantung kita sebagai orang tua dalam mendidik anak-anak kita menjadi lebih baik lagi.


Mami Alisa selalu mengajarkan hal baik kepada semua anaknya. Walaupun begitu, ia tidak pernah marah saat sang anak melakukan kesalahan. Ia lebih memilih menegur daripada memarahinya.

__ADS_1


''Bersiaplah Nak. Pesawat kita akan berangkat malam ini. Butuh waktu untuk kita ke bandara yang jaraknya lumayan lama. Ayo, kamu ikut mengantar kamu ya nak??'' pinta Papa Rian pada Rayyan.


Rayyan tersenyum dan mengangguk. ''Tentu. Ray akan mengantar kalian berdua ke bandara. Ayo, bersiaplah. Sudah kuatkan??''


''Sudah, sebentar ya?''


Rayyan mengangguk. Padahal Rian tersenyum. Kemudian ia mendekati Rayyan dan memeluk tubuh kurus itu dengan erat. ''Papa sangat beruntung bisa mengenal mu nak. Sangat beruntung. Tolong maafkan kesalahan adikmu. Papa tau.. kamu pemuda yang baik. Semoga kamu bahagia bersama Zahra hidup selamanya. Kini dan nanti. Dia Papa selalu menyertai mu. Papa sayang kamu, nak! sangat menyayangi mu..'' lirih Papa Rian sembari semakin mengeratkan pelukannya di tubuh kurus Rayyan.


''Ray pun sangat sayang sama Papa. Papa sudah Ray anggap Papa Ray sendiri. Jadi.. jangan terus meminta maaf. Tidak ada yang salah disini. Semua ini sudah menjadi keputusan takdir, Pa. Ikhlaskan! Itu kuncinya.''


''Tentu, nak. Ayo. antarkan kami menuju ke bandara.''


''Ya. Ayo,'' sahut Rayyan dengan segera memegangi adiknya itu keluar dari ruangan inap selama hampir sebulan ini.


Mereka bertiga menuju lobi. Karena disana sudah menunggu mobil yang akan mengantar mereka menuju bandara Kuala namu Medan.


💕💕💕💕💕

__ADS_1


Jangan lupa ritualnya ye?


Like, komen, kembang, vote dan rate othor tunggu! 😘😘


__ADS_2