Janda Kembang Season 2 ( Ternoda )

Janda Kembang Season 2 ( Ternoda )
Ternyata...


__ADS_3

Mami Alisa dan Papi Gilang mendekati kedua anak yang sedang menangis itu. ''Nak??''


Rayyan menoleh, ''Iya Mi. Maaf.. suara Abang mengejutkan kalian semua. Maafkan Abang yang masih belum bisa mengontrol emosi.. maafkan Abang Mami.. maaf...'' lirih Rayyan masih dengan memeluk erat tubuh ringkih Zahra.


''Sudah, tak apa. Nak.. betul kata Rayyan. Janin yang ada di dalam perutmu tidak bersalah. Kami menerima nya menjadi bagian dari kelurahan Bhaskara nantinya.. jangan katakan Jiak anak itu anak haram! Mereka tidak haram! Mereka suci dan bersih! Yang haram itu perbuatan kalian! Karena kalian melakukan di luar pernikahan... jangan lagi Mami dengar kamu akan melenyapkan anak ini. Kalau sampai itu terjadi, maka Mami sendiri yang akanebawa luamng rayayn kerumah Mami dan meninggalkan mu seorang diri disini!''


''Nggak! Jangan pisahkan kami Mami.. Aku nggak mau pisah dari Kak Rayyan! Hiks.. jangan Mami! A-aku janji! A-aku tidak akan pernah membuang janin ini. Kalau kalian menerima nya kenapa aku tidak? Hiks.. aku menginginkan bayi ku! Hanya saja.. rasa takut akan di tinggalkan kak Rayyan membuat ku seperti ini. Maafkan aku... maaf... aku tidak akan mengulanginya lagi.. hiks.. maafkan aku.. aku menerima anak ini. Mereka darah daging ku! Hiks.. aku sayang pada mereka berdua! Mereka anak ku!'' seru Zahra semakin tersedu di dalam pelukan Rayyan.


Mami Alisa memeluk erat tubuh dua anak manusia yang masih labil itu. ''Baik, Mami pegang kata-kata kamu. Ingat Nak! Berdosa bagi seorang wanita yang dengan sengaja ingin membuang dan membunuh janinnya! Mereka tidak bersalah! Semua itu karena Memang sudah menjadi takdir Allah. Karena hal itu, kalian berdua dipersatukan bukan?? Jangan jadikan semua ini duka untuk kalian. Jadikanlah ini motivasi di dalam hidup Kalian. Tidakkah kamu ingin melihat anak mu kelak ketika lahir ia bisa berbicara dan memanggilmu Mami?? Tidakkah kamu ingin melihat kalau kami ini menimang cucu??''


Zahra tersedu. Rayyan semakin erat memeluk tubuh ringkih itu. ''Kami menginginkan bayi ini Mami. Abang akan mengurusnya dengan baik. Bantu kami Mami. Kami masih sangat kecil untuk mengurus bayi kami. Ketika bayi ini lahir nanti, tolong bantu kami untuk membesarkan nya Mami.. Mama.. kalian mau kan??'' tanya Rayyan pada kedua orang tua itu.


Kedua Mama itu mengangguk sambil menangis tersedu. ''Ya.. kami akan membantu kalian berdua. Ayo, kalian istirahat dulu. Kamu Zahra. Jangan berpikir yang tidak-tidak lagi! Kamu sudah dengarkan apa kata Rayyan tadi??''

__ADS_1


Zahra mengangguk walau masih tersedu di dalam pelukan Rayyan. Mami Alisa tersenyum. Begitu pun dengan Mama Rani. ''Ayo, masuk ke kamar. Mandi, sholat dan istirahat! Sudah waktunya sholat dhuhur! Mani udah masak sesuatu untuk kamu makan. Em.. apa kamu ingin makan sesuatu nak?''


Zahra mengurai pelukan nya. ''Nggak Mami. Aku makan apa aja. Yang penting mengenyangkan. Nanti kalau mau, aku bilang sama Kak Rayyan. Ya Kak??'' kata Zahra pada Rayyan.


Rayyan mengusap air matanya dan tersenyum, ''Tentu. Katakan apapun yang kamu inginkan. Tapi tidak hal itu...'' lirih Rayyan di ujung kalimat nya.


Mami Alisa dan Mama Rani melototkan matanya. ''Apa?! Siapa yang menginginkan hal itu?! Kamu Zahra?!'' seru Mama Rani berkacak pinggang.


Wajah Rayyan merah merona. Papi Gilang tergelak keras. Sedangkan Papa Reza terkekeh-kekeh. ''Turunan siapa itu Bang?? Turunan kamu kan yah?''


Papa Reza melotot. ''Mana ada Abang aja! Kamu yang lebih parah! Ingat saja saat Alisa hamil Algi dan Kinara? Apa yang terjadi sama kamu? heh?!''


Buhahahaha...

__ADS_1


Kedua paruh baya itu tertawa bersama. Rayyan dan Zahra merasa malu. Ia menunduk kan wajahnya di hadapan kedua orang tua itu. Mami Alisa memeluk Zahra dan berbisik lirih di telinganya.


''Nak.. bukan maksud kami ingin memisahkan dan melarang kalian berdua melakukan hal itu. Tapi itu memang dilarang nak. Kamu sedang hamil anak pemuda lain. Jika itu anak Rayyan, sah sah saja kamu digauli olehnya. Tapi ini, kamu sudah di sirami bibit oleh orang lain. Ladang kamu itu milik orang. Tapi Rayyan yang bertanggung jawab atas dirimu. Dengan kata lain, Rayyan tidak boleh menyirami ladang mu yang sudah di tumbuhi bibit orang lain. Boleh, ketika kamu sudah melahirkan dan selesai masa nifas. Kalian berdua harus menikah ulang. Baru setelahnya Rayyan bisa menyentuhmu secara halal. Paham??''


Deg!


Deg!


Zahra terkejut bukan main ketika mendengar bisikan lirih yang merupakan penjelasan dari Mami Alisa tentang hubungan suami istri. Zahra tergugu. Ia tidak bisa bicara.


''Pantas saja Kak Rayyan menolak ku beberapa hari yang lalu. Ternyata... ini sebabnya! Ya Allah...'' batin Zahra menjerit sakit saat mengetahui kenyataan tentang dirinya.


Bukan salah Zahra jika ia menginginkan hal itu. Semua itu karena hormon kehamilan nya yang memacu sesuatu di dalam dirinya sangat ingin untuk di tuntaskan.

__ADS_1


__ADS_2