Janda Kembang Season 2 ( Ternoda )

Janda Kembang Season 2 ( Ternoda )
Untuk terakhir kalinya


__ADS_3

Sepanjang perjalanan Algi terus saja mengoceh. Rayyan hanya bisa tertawa menanggapi ucapan Algi padanya yang terdengar seperti angin lalu itu.


Lima belas menit mereka tiba di kediaman Zahra. Saat ini jam sudah menunjukkan pukul tiga lewat sepuluh menit. Dan sebentar lagi akan memasuki waktu ashar.


''Terimakasih Dek. Abang masuk dulu ya? Bilang sama Mami. Abang akan kesana bersama Zahra habis ashar. Jam lima lewat dua puluh udah tutup kan jam besuknya??''


''Hooh. Kata Mami sih gitu tadi. Ya sudah, adek pulang ya? Uhuuyy! Enak banget bawa motor Mami. hihihi...'' Algi terkikik geli saat membawa motor sang Mami.


Rayyan hanya tertawa saja melihat tingkah adiknya itu. ''Ya sudah, hati-hati di jalan. Awas kamu kalau lecet itu Scoopy Mami. Bisa ngomel tujuh hari tujuh malam nanti tuan Raja dirumah itu!'' Rayyan terkekeh saat mengatakan sang Raja.


Algi tertawa. ''Iya, Adi tau kok. Tadi aja masih sempat-sempatnya mengomel sama adek gegara motor Mami adek bawa. Katanya nanti bisa patah kaki. Papi cuma punya tiga anak lelaki. Satu lagi bertugas, satu lagi sudah tinggal jauh, dan kamu? mau pergi juga?! Gitu katanya. Hahaha... tuan raja kita ngamuk bang!''


Rayan tertawa.


Sementara di dalam rumah, Zahra mendengar suara orang tertawa ia menuju keluar dengan perlahan. Sambil memegangi dinding, ia tertatih berjalan menuju dimana suara Rayyan berada.


Tiba di depan pintu, Zahra tersenyum melihat Rayyan tertawa begitu keras hingga suara tawanya itu terdengar hingga kerumah Oma Dewi dan Opa Angga.


Mereka tau, Jika itu adalah Rayyan. Mereka tidak perlu khawatir lagi karena ia sudah menikah dengan Zahra kemarin. Dan saat ia pasti sedang bersama Algi. Sang cucu terkocak nya.


Zahra mendekati Rayyan dan ingin memanggil nya namun, kaki itu mendadak berhenti saat mendengar ucapan Algi untuknya.


''Bang!''


''Apa?'' sahut Rayyan masih dengan sedikit kekehan di bibirnya.

__ADS_1


''Abang yakin mau tinggal disini? Abang nggak kecewa gitu sama Kak Zahra??''


''Algi...'' panggil Rayyan dengan sedikit menghela nafasnya.


''Adek serius Bang. Abang itu memang suka sama Kak Zahra. Tapi bukan berarti harus menikahi nya kan??''


Rayyan diam. Tidak tau harus berkata apa lagi. Algi. Sang adik tau segalanya tentang masalah mereka. ''Adek sayang sama Abang! Tidakkah Abang sadar, jikalau kak Zahra dan kak Dim-ehm pemuda itu sudah berkhianat pada kalian berdua? Abang kok mau menanggung beban yang seharusnya di tanggung oleh pemuda itu? Abang itu kenapa? Kok bisa lemah gini sih? Jangan bilang alasan cinta! Adek nggak mau dengar itu!'' ketus Algi begitu kesal.


Rayyan terkekeh, ''Kamu itu tau apa sih Dek? Kamu itu masih kecil! Nggak tau kamu tentang Masalah orang dewasa! Kayu laut kamu aja baru disunat! Ingat??''


Algi mencebik. Rayyan tertawa. ''Sudah, pulang sana!'' usir Rayyan pada Algi.


Algi mencebik lagi. ''Untuk terakhir kalinya adek ingatkan Abang. Adek memang anak kecil. Tapi kita sedari dini sudah di didik sama Mami menjadi dewasa. Adek tau Abang tertekan. Berhentilah Bang! Sebelum Abang benar-benar terluka dan kecewa Karena mereka berdua!''


''Abang memang lelaki yang dingin. Tidak romantis dan tidak peka seperti yang Zahra katakan. Tapi semua itu Abang lakukan hanya untuk menjaga marwahnya sebagai seorang wanita. Kamu ingat kan pesan Mami pada kita??''


Algi menggangguk, ''Ya, adek ingat. Seorang wanita itu harus dijaga. Bukan untuk dirusak. Sebesar apapun kita mencintai nya, titik rendah dalam kita mencintai yaitu mengikhlaskan! Seperti Mami dulu mengikhlaskan Papi untuk menikah dengan Mama Vita. Tapi lihatlah sekarang. Mami dan Papi akhirnya bersatu dan mereka pun saling mencintai. Sangat lengket kayak lem dan perangko!''


''Eh? Lem dan perangko??? Hahaha.. kamu ini. Yang ada itu ya, amplop dan perangko. Bukan lem adek!''


''Sama saja Abang. Pokonya itulah tujuan super duper lengket. Adek sayang sama Abang. Adek tau seperti apa Abang. Walau usia kita terpaut jauh, tapi yang lebih dekat selama ini dengan Abang adalah adek setelah bang Lana pergi. Pesan adek, jika Abang sudah tidak sanggup, pulanglah kerumah. Kami selalu menunggu Abang dirumah. Rumah terasa sepi tanpa Abang. Ck!'' decaknya begitu kesal namun, terkekeh kala melihat wajah Rayyan yang menatap malas padanya.


''Iya, iya. Bawel ih! Lama-lama kamu itu Abang lihat mirip Papi ya?''


Algi tertawa. ''Kan emang anak Papi Bang? Emang Abang bukan anak Papi gitu?'' selorohnya membuat Rayyan pun ikut tertawa.

__ADS_1


''Abang anak Papi tau! Nggak lihat apa kalau Abang ini mirip Papi??''


''Iya Abang mirip Papi. Tapi kisah cinta Abang tidak mirip dengan Papi! Abang terpaksa menikah dengan gadis yang sudah ternoda dan berkhianat sama Abang! Adek tau semuanya bang apa yang kak Zahra lakukan di belakang Abang. Adek tau semuanya. Bahkan saat hal itu pun terjadi, adek ada disana. Namun, tidak bisa berbuat apapun karena permintaan Abang! Abang begitu mencintai nya yang sudah memberikan luka yang begitu dalam di hati Abang.''


''Apakah Abang tidak kecewa? Adek rasa Abang sengaja berbohong. Demi menyelamatkan mereka berdua Abang rela terluka. Sedang yang diselamatkan tidak tau diri sama Sekali! Bertahun-tahun Abang di bohongi oleh mereka loh.. apakah hati Abang sudah mati atau tertutup? Makanya Abang bisa melupakan semua kesalahan mereka berdua??''


''Dek...''


''Cukup Bang! Cukup sudah adek melihat Abang selalu di khianati oleh mereka berdua! Mereka yang makan enak, Abang kena getahnya. Lempar batu sembunyi tangan! Dia yang bersalah, tapi Abang yang bertanggung jawab. Adek heran deh. Sebenarnya siapa sih yang di inginkan kak Zahra? Abang atau pemuda itu?''


''Udah Dek, sebaiknya kamu pulang ya? Kamu semakin ngelantur ucapannya!''


''Enggak! Adek nggak ngelantur! Adek masih sadar dan waras! Adek hanya menyampaikan apa yang terjadi selama ini kepada kalian bertiga! Lihatlah sekarang? Benarkan seperti yang adek bilang dulu?''


''Dek.. udah.. nggak enak di dengar Zahra dan yang lainnya nanti.''


''Adek nggak peduli! Semua ini untuk Abang. Adek membela Abang! Benar kan yang adek bilang? Jika suatu saat ada hal buruk terjadi dengan kak Zahra, pasti Abang lah yang menutup aibnya!''


''Abang tidak usah menutupinya. Abang lihat saja sendiri seperti apa kelakuan mereka! Abang terluka saat itu! Sementara dia bersenang-senang satu malam dengan pemuda itu! Itukah yang dinamakan cinta sejati Bang Rayyan Putra Bhaskara?? Apa itu namanya jika bukan berkhianat? Ingat Abang. Kak Zahra itu pengkhianat! PENGKHIANAT!!''


Dddduuuuaaaaarrrrrrrrr...


Brrruukkk...


''Zahraaaaa!!!''

__ADS_1


__ADS_2