Janda Kembang Season 2 ( Ternoda )

Janda Kembang Season 2 ( Ternoda )
Kecewa


__ADS_3

''Hiks . maafkan aku Ray.. maafkan aku.. aku khilaf.. jangan buang aku Ray.. cukup Mama ku yang membuangku karena aku anak haram! Tolong Ray.. aku tau aku salah.. jangan tinggalkan aku saudaraku.. huhuhu.. aku salah.. aaaaaa...'' isaknya masih di dalam pelukan Rayyan.


Rayan semakin erat memeluknya. ''Aku memaafkan semua kesalahan Bro! Tapi Tidak dengan rasa kecewaku! Kalian berdua dengan tega membuatku kecewa seperti ini. Tidakkah kalian sadar, jika aku yang paling kecewa diantara kalian berdua??''


Ia memeluk erat tubuh Rayyan. Tubuh tegap yang ia anggap Abang oleh nya. ''Hiks.. ma-maaf Ray.. maaf...'' lirihnya lagi.


''Kalin bisa melakukan nya. Sedang aku?? Aku harus menunggu sampai dua tahun lagi! Semua itu demi masa depan nya! Tapi sekarang?? Apakah setelah m kejadian itu kau ingin pergi? Lantas siapa yang akan bertanggung jawab?? Aku begitu?!''


Deg!


''Ray...''


''Apa?! Benar begitu?! Kalian yang makan nangka tapi aku yang dapat getahnya?! Tega kamu Bro! Tega kamu! Aku kecewa! Sangat sangat kecewa pada kalian berdua! Kalian berdua tega kepada ku!! hiks.. kalian tega! kalian berdua menghancurkan hingga ke dasar! Aku kecewa padamu Bro! Sangat-sangat kecewa! Jika aku boleh meminta.. lebih baik aku tidak di kenalkan dengan kalian berdua!!''


Ddduuaaarrr...

__ADS_1


Tersentak ia dan Zahra mendengar nya. ''Ray...'' lirihnya dengan bibir bergetar menahan rasa sakit di ulu hatinya akibat perkataan Rayyan baru saja.


''Bangun! Dan pakaiankan pakaiannya! Aku akan menunggu kalian disini! Aku tidak bisa melihat nya bahkan kamu pun tidak! Tapi kamu yang lebih tau tentang dirinya bukan aku!'' ketus Rayyan begitu menusuk relung hatinya.


Rayyan mengurai pelukannya dari tubuh sahabatnya itu. Ia membantu nya untuk menuju dimana Zahra berada.


Tiba di depan pintu itu ia masuk dengan tertatih. Tidak terdengar lagi suara Isak Zahra. Sedangkan sahabatnya itu mendekati Zahra dengan tangan sebelah kirinya berada di dada sebelah kanan.


Sebenarnya sangat sakit patah tulang rusuk yang ia rasakan. ''Ra...'' panggilnya dengan bibir bergetar.


Zahra menoleh namun, dengan tatapan kosongnya. Ia semakin sakit melihat kekasih hatinya itu seperti tiada kehidupan lagi di matanya.


Zahra diam. Ia masih menatap mata nya yang terus mengeluarkan air mata. Tidak berkata-kata namun, air mata menjadi saksinya. Setelah siap, ia memeluk tubuh Zahra sekali lagi.


''Maaf Ra.. kakak begitu mencintai mu.. kamu jangan takut! Kakak mandul! Kamu Tidak mungkin hamil! Terimakasih karena sudah mengenal pria brengsek seperti ku! Aku mencintai mu Zahrani Putri Alamsyah. Jika suatu saat aku kembali, maka orang pertama yang ingin ku temui adalah kamu Ra.. aku akan bertanggung jawab terhadap hidupmu. Tunggu aku Ra.. Cup!''

__ADS_1


Untuk yang terakhir kalinya ia mengecup putik merah jambu milik Zahra. Ia cecap, ia paguut untuk merasakan bibir manis yang telah menjadi candu untuknya itu.


Zahra terdiam. Namun mata itu tertutup. Ia ingin mengingat saat-saat terakhir bersama pemuda yang telah menodai nya.


Sementara Rayyan, ia mengepalkan Kembali kedua tangannya. Sakit. Sangat sakit. Bahkan di depannya sahabat serta calon istrinya itu rela melukai dirinya hingga begitu dalam.


Rayan begitu kecewa saat ini. Sangat sangat kecewa kepada mereka berdua. Dirasa cukup, ia melepaskan pagutan nya dari bibir Zahra.


''Kakak sayang kamu Ra.. tapi kamu selalu menolaknya. Maaf.. maafkan pria brengsek yang telah menodai mu Ra.. maafkan Kakak sayang..'' lirihnya sambil memeluk erat tubuh Zahra yang bergetar karena menangis.


Dua tubuh berlainan itu saling berpelukan. ''Hiks.. kamu jahat Kak! Kamu jahat!! Kamu tega!!'' serunya begitu terluka.


Pemuda itu semakin erat memeluk tubuhnya. ''Ya, aku memang pemuda jahat! Aku terlalu mencintaimu hingga aku melakukan kesalahan seperti ini! Cukup aku dan dirimu saja Ra! Jangan orang lain lagi kamu hina karena kekurangan nya! Cukup Ra!'' katanya masih dengan memeluk Zahra.


Rayyan semakin terluka melihat dua pasangan yang baru saja menghabiskan waktu bersama dari malam hingga pagi. Bahkan tanpa tau apa yang terjadi, mereka berdua melakukan nya hingga berulang kali. Bahkan Rayyan pun ada di sana.

__ADS_1


Ia mendengar semuanya. Wajah tidak melihat, tapi Zahra seperti menikmati cumbuan dari sahabat karibnya itu.


''Aku benar-benar kecewa dengan kalian berdua. Sangat, sangat kecewa!''


__ADS_2