Janda Kembang Season 2 ( Ternoda )

Janda Kembang Season 2 ( Ternoda )
Melahirkan baby twins


__ADS_3

'''Oeeek.. oeekk.. oeekk..''


Suara tangisan bayi pertama Zahra di koridor rumah sakit. Semua yang melihatnya tercengang.


Bidan itu begitu cekatan mengambilkan bayi Zahra dari pusat intinya. Zahra melemah. Rayyan tidak bisa berbicara. Mulutnya terkatup saat melihat wajah Zahra yang semakin pucat. Belum lagi darah yang semakin banyak keluar dari pusat intinya membuat semua orang panik bukan main.


Tiba di ruang bersalin, hanya dua orang yang di izinkan masuk. Sebenarnya satu. Tapi karena Rayyan tidak bisa di ajak bicara makanya Mami Alisa yang masuk.


Mama Rani dan Papa Reza yang baru saja tiba bersama Paman Ali dan Bibi Kasmi terlihat mereka menarik nafas berulang kali. ''Hah. Gimana? Sudah lahir nak?'' tanya Mama Rani pada kedua saudara Rayyan beda ibu itu.


''Sudah Ma. Baru satu. Tapi kak Zahra terlihat begitu pucat tadi. Belum lagi darahnya hingga menetes ke lantai. Mama lihat tuh ke belakang!''


Deg!


Terkejut Mama Rani melihat nya. Wanita paruh baya itu jatuh terduduk di lantai. Ia yakin, apa yang dokter katakan tiga Minggu yang lalu ada benarnya. Tetapi Zahra tetap menginginkan melahirkan secara normal. Padahal kelahiran secara normal akan membahayakan dirinya. Dan benar. Inilah yang saat ini terjadi.


''Ya Allah.. putriku...'' lirihnya semakin tersedu di lantai nan dingin itu. Papa Reza segera merangkulnya.


Sementara di dalam saat ini Zahra masih harus berjuang mengeluarkan satu bayinya lagi. Wajah Zahra semakin pucat. Ia memegangi tangan Rayyan dan Mami Alisa bersamaan.


''Mami.. jaga Kak Rayyan untukku dan kedua anakku..'' lirihnya begitu lemah.


Mami Alisa mengangguk. ''Tentu nak. Berjuanglah. Kami disini bersama mu. Kamu harus kuat dan sehat untuk mengurus kedua bayimu yang baru lahir. Ayo nak. Satu lagi! Kamu kuat!'' katanya pada Zahra yang kini semakin melemah dengan mata terpejam.


Rayyan tidak bisa berbicara. Mulut itu terkunci rapat. Hanya tangan halusnya itu mengelus kepala Zahra yang sudah terbuka hijabnya. Rambut hitam Zahra sepanjang pinggang pun terurai lurus di bantal. Wajah Rayyan begitu datar saat ini.


Entah apa yang ia pikirkan saat ini. Yang jelas perkataan Zahra baru saja seperti akan ada sesuatu yang terjadi kepada istrinya itu.


''Aku udah nggak kuat Mami.. Kak.. lihat aku!'' titahnya pada Rayyan yang saat ini hanya ada raga tapi nyawa entah berkelana kemana.


''Kak Ray...'' lirih Zahra semakin melemah.


Rayyan menunduk. Ia membungkuk kan tubuhnya di perut Zahra dan berbisik lirih. ''Kuat sayang.. bantu Mami kamu untuk bisa mengeluarkan kamu. Papi, Oma, Opa, Onti serta Om mu sedang menunggumu disini. Ayo! Kamu kuat! Tidakkah kamu ingin melihat Papi disini nak??'' bisik Rayyan begitu lirih


Mami Alisa yang mendengar nya tersedu. Ia memeluk erat tubuh Zahra yang semakin melemah karena terlalu lemah untuk mengeluarkan satu bayinya.


Entah kekuatan dari mana tiba-tiba saja Zahra bangkit dan kembali mengedan untuk yang kedua kalinya untuk mengeluarkan anak kedua mereka.


Mereka belum tau apa jenis kelamin karena masih sibuk dengan mengurus Zahra yang saat ini lebih membutuhkan mereka berdua.

__ADS_1


Orang-orang diluar semakin tersedu kala suster mengatakan jika Zahra kehabisan darah. Dan harus ada pendonor darah secepat nya. Sementara stok dirumah sakit dengann golongan darah A negatif tidak ada. Karena baru saja diberikan kepada pasien lain.


Jadi Keluarga harus mencari donor darah segera untuk Zahra jika tidak ingin kehilangan nyawa nya. Saat ini Zahra antara hidup dan mati.


Papi Gilang bergerak cepat. Ia menghubungi sebuah rumah sakit kenalan nya untuk menyalakan stok darah yang di butuhkan Zahra.


Tapi sayang, nihil.


Tetap saja tidak ada. Papa Reza pun tidak tinggal diam. Dia pun mengumumkan pada seluruh karyawan nya untuk menanyakan golongan darah yang sama dengan putri nya.


Sementara diluar sibuk mencari pendonor untuk Zahra, saat ini gadis yang sudah menjadi wanita dan seorang ibu itu semakin kuat mengedan lagi untuk mengeluarkan bayi keduanya.


''Hufftt... Aku bisa! Aku kuat! Eeegghh... egghhh.. eeegghh... huffftt.. eeggghhhh... aaaaaaaaaa... eeggghhhh... aaarrrggtt... Kak Dimaaaaaasss .. Aaaaa... Eegghhh... Aaarggghhhttt...''' pekik Zahra dengan suara melengking di dalam kamar bersalin.


Semua orang diluar tertegun mendengar nya. Rayyan tersentak mendengar ketika suara lengkingan Zahra yang memanggil nama Dimas.


Deg!


Deg!


''Ya, Dimas! Mami! Dimas memiliki golongan darah sama seperti Zahra! Hubungi Dimas, Mami!!'' seru Rayyan ketika ia mengingat sesuatu tentang Dimas. Mami Alisa mengangguk dan berlari keluar untuk menyampaikan hal itu kepada Papi Gilang.


''Eegghhhh... huffftt.. Allahuakbar!! Lailahailallaaaahhh.... aaaaaa....''


Deg!


Deg!


''Alhamdulillah...''


Bertepatan bayinya keluar ke dunia Zahra pun jatuh ambruk dengan mata terpejam. Rayyan kaget bukan main.


''Sayang! Bangun! Kamu dengar aku??''


Zahra diam. Nafasnya masih terengah. Di dalam pandangan matanya ia melihat seorang gadis yang begitu mirip dengan nya sedang mengalami kecelakaan.


''Cinta....''


Deg!

__ADS_1


''Sayang??''


''Cinta...'' lirihnya lagi masih dengan mata terpejam.


''Sayang! Buka mata kamu!'' sentak Rayyan membuat Zahra membuka kedua matanya yang semakin buram terlihat.


Zahra menoleh pada Rayyan dan Mami Alisa sembari tersenyum tetapi sendu. ''Mami.. Kak Rayyan.. Cinta saat ini sedang kecelakaan.. ia diantara hidup dan mati...''


Deg!


''Apa?!'' pekik Rayyan begitu terkejut.


Zahra tersenyum lirih. ''Jaga kedua anak kita Kak.. waktuku sudah tiba. Ingat pesanku dulu. AKU AKAN KEMBALI KEPADAMU DIMASA AKAN DATANG DENGAN WUJUD YANG BARU. WUJUD SESEORANG YANG BEGITU MENCINTAIMU TETAPI TIDAK TERNODA. IA SUCI LAHIR DAN BATIN. SAMPAI SAAT ITU TIBA. BERSABARLAH. TERIMA KAK DIMAS MENJADI AYAH DARI ANAK KITA. SAMPAI WAKTU ITU TIBA JAGA DIRI BAIK-BAIK. AKU MENCINTAI MU RAYYAN PUTRA BHASKARA SANGAT MENCINTAIMU. AKU AKAN KEMBALI LAGI DALAM WUJUD YANG BARU. TUNGGU AKU. AKU AKAN DATANG PADA WAKTU YANG TEPAT NANTINYA. KISAH CINTA KITA AKAN TERULANG KEMBALI. AKU DATANG UNTUK MENYEMPURNAKAN KISAH CINTA KITA YANG SUDAH TERNODA. IKHLASKAN YANG TERJADI KAK RAY.. HAAAHH.. YAN ! JANGAN SALAHKAN DIRIMU DENGAN KEPERGIAN KU INI.. HHHAAHHH... LAILAHAILALLAAAAHHH.. MUHAMMADURRASULULLAAAAAH...... HAAAHH.. A KU PER GI SU-SUA HHAHH MI KU.. TI TIP A-ANAKKU.....''


Rayyan dan Mami Alisa membatu di tempat. Tangan Zahra terlepas dari pipi Rayyan yang saat ini sedang menunduk menatapnya dengan wajah basah air mata.


Rayyan tertegun sejenak. Setelah ia sadar bahwa Zahra sudah tidak dan pergi meninggalkan nya, Rayyan meraung tak karuan.


''Zahraaaaa..... aaaaaaaaaa... tidaaaaaaakkkk... jangan pergiiiii..... aaaaaaaaaa... aaaaaaaaaa....'' pekik Rayyan sembari memeluk erat tubuh Zahra yang sudah terbujur kaku dengan wajah pucat.


Mami Alisa masih terpaku dan mematung dengan ucapan Zahra baru saja. ''Hiks.. Mami!!! Zahra Mami!! Zahraaaa!!!!''


Dddduuuuaaaaarrrrrrrrr...


Semua yang berada diluar mematung di tempat. Papi Gilang yang sedang memegang ponsel pun terdiam.


Mama Rani menatap kosong pada pintu yang tertutup rapat itu. Sedangkan suara Rayyan masih memekik, menjerit dan meraung memanggil nama Zahra berulang kali.


Tapi yang dipanggil tidak kunjung bangun. ''Tidaaaaaaaaaaaakkkkk... banguuuunnn... kamu nggak boleh pergi Raaaaaaa!!! Banguuuunnn!!!! Banguuuunnn... tidaaaaaaakkkk... aaaaaaaaaa....''


Brrruukkk.


''Astaghfirullah!! Rayyan!!''


Deg!


Deg!


💕💕💕💕

__ADS_1


Beberapa episode lagi ye?


Pantengin terus!


__ADS_2