
Mami Alisa dan Mama Rani membawa keranjang bunga mawar untuk ditaburkan di makamnya Zahra. Keempat adik Zahra yang lainnya mereka juga saat ini sedang berjongkok dihadapan gundukan tanah makam Zahra.
Rayyan berdiri tepat di kepala Zahra. Ia memegang nisan itu dengan erat. Sebulir bening itu menetes di pipi Rayyan.
Mami Alisa mengusapnya karena beliau yang paling dekat berada di samping Rayyan saat ini. Tubuh Rayyan berguncang. Ia menangis. Menangis tersedu.
Tidak tahan dengan kaki yang sudah lemas, Rayyan jatuh ambruk di gundukan tanah makam Zahra yang sudah bertaburan bunga itu.
Rayyan tersedu disana. Semua yang melihatnya pun ikut tersedu.
''Kenapa kamu pergi secepat ini sayang.. apa yang harus aku katakan kepada kedua anak kita dan juga.. dirinya? Apa yang aku lakukan sekarang? Bagaimana aku bisa mengurus kedua anak kita sayang??
Aku hancur, rapuh dan jatuh sejatuhnya tanpa kamu. Apa yang harus aku lakukan sekarang? Huh?? Aku sepi tanpamu. Aku merindukan kamu Zahra..
Kamu tidak mungkin bisa kembali lagi sekarang. Kamu sudah tenang disana. Tetapi kamu tega meninggalkan ku seorang diri. Aku harus apa tanpa mu? Hidupku sepi tanpa mu. Walaupun hubungan kita baru sebentar, tetapi hubungan ini benar adanya.
Kamu segalanya untukku Ra.. kamu segalanya.. kamu hidup dan mati ku.. tanpa mu apalah aku.. Andai aku bisa memilih, lebih baik aku saja yang pergi daripada kamu yang lebih dulu.
Dimas.
Kamu benar Dek. Inilah yang kamu lihat Lima bulan yang lalu. Kamu benar. Kamu benar Dek! Abang harus apa dek?? Abang harus apa?
Disaat hati ini begitu ingin pernikahan ini berlanjut hingga dewasa seperti Kak Ira dan bang Raga, malah terputus sampai disini. Inilah takdir Abang, dek. Abang harus bisa ikhlas walau sangat terpaksa..
Dimas... Abang butuh kamu Dek.. Abang butuh kamu.. pulanglah Mas...''
Rayyan bergumam lirih di gundukan tanah Rayyan yang masih terdengar oleh Mami Alisa dan keempat adik kecil yang lainnya.
Mami Alisa memeluk erat tubuh Rayyan yang berguncang. ''Sudah .. jangan menangis. Kamu harus kuat, hem? Masih ada dua orang yang sedang menunggu kamu saat ini. Sudah, lebih baik doakan Zahra. Doa kita lebih berguna daripada air mata yang menetes. Itu akan menyakiti nya di alam kubur sana. Ayo. Berdoa dulu. Setelah ini kamu harus ikut Kami pulang. Untuk sementara kamu dan kedua anggota baru kamu akan tinggal bersama Mami. Ada adek Nara yang akan membantu Mami mengurus kedua anakmu. Ayo, kuatkan dirimu. Tegarkan hatimu. Semua ini memang sudah menjadi ketetapan nya. Semua ini sudah menjadi takdir Zahra. Ayo kita berdoa, setelah nya kita jemput kedua anakmu.'' Bujuk Mami Alisa pada Rayyan.
__ADS_1
Rayyan mengangguk patuh. Ia pun segera memimpin doa untuk Zahra sebelum mereka pulang ke rumah.
Sepuluh menit kemudian berdoa pun selesai. Kini, Rayyan menatap nisan Zahra untuk yang terakhir kalinya. Sebelum setiap bulan ia akan berziarah ke makam Zahra.
''Selamat tinggal sayang..
Semoga Allah mengampuni seluruh dosamu. Memberikanmu di tempat yang layak di sisi Nya. Semoga kamu memiliki tempat yang istimewa disana.
Kakak pulang sayang.. kalau memang masih ada kesempatan untuk kita bisa bertemu lagi, maka Kakak pasti akan sangat bahagia karena bisa melihatmu kembali.
Untuk sekarang.. kakak akan mengurus kedua anak kita yang kamu titipkan pada kakak untuk dirawat.
Kamu yang terbaik. Kamu sempurna sayang. Tidak TERNODA. Kamu ternoda karena memang sudah menjadi takdirmu. Takdir yang harus kamu penuhi semenjak kamu di dalam kandungan Mama..
Cinta..
Kenapa kamu menyebut nama cinta?? Apakah cinta sedang tidak baik-baik saja?? Semua ini masih belum nyata sayang.. Tetapi kakak akan tetap mengurus kedua anak kita.
Aku akan menutup seluruh hati dan pikiranku dari semua gadis yang mencoba menginginkan kan ku. Cinta dan kasihku sudah pergi bersama mu. Seiring kamu terkubur di dalam tanah, begitu juga dengan cinta dan kasihmu sudah ku kubur bersama jasadmu.
Kamu tenang saja. Kakak tidak akan berpaling ke lain hati. Cuma kamu. Cukup kamu. Tidak akan ada yang lain lagi.
Selamat tinggal sayang.. semoga kita bertemu lagi disaat yang tepat nanti. Pertemuan terakhir kita di Surga Nya Allah. Cukup sampai disini saja. Selamat tinggal sayang.. Kakak pulang. Kamu sudah memiliki tempat yang utuh untuk kamu tempati.
Inilah yang sering kamu bilang empat bulan yang lalu. Aku harus ikhlas pada takdir. Jika kamu harus pergi lebih dulu meninggalkan ku dan kedua anak kita.
Aku pasrah pada takdir. Aku akan berusaha menerima keputusan takdir. Walau sangat berat tetap akan aku jalani. Tanpamu aku sendiri tetapi memiliki dua pengganti dirimu..
Selamat tinggal sayang.. takdir kita cukup sampai disini. Kakak pulang.. Assalamualaikum warahmatullahi wahai penghuni rumah baru di alam kubur.''
__ADS_1
Seluruh keluarga berpulangan satu persatu meninggalkan makam Zahra. Rayyan berjalan gontai.
Ia berbalik lagi untuk melihat makam Zahra. Namun Alisa dan Papi Gilang menuntun nya. Sebelum pulang kerumah mereka menuju kerumah sakit dahulu untuk mengambil bayi kembar Rayyan.
Mereka bertiga akan pulang kerumah Mami Alisa seperti perkataan Raga tadi. Saat ini Rayyan sangat membutuhkan dukungan dari seluruh keluarga.
Lebih baik ia tinggal disana daripada dirumah Zahra. Karena Rayyan bisa saja bertambah terpuruk Kala mengingat kenangan mereka berdua.
Sementara nan jauh disana seorang pemuda menangis meraung memanggil nama Rayyan dan Zahra hingga berulang kali. Sang Papa sampai kewalahan menanganinya.
Ia seperti depresi saat ini. Dokter pun mengatakan demikian. Hingga tercetuslah sebuah ide, kalau ia harus masuk ke rumah sakit lagi seperti dulu untuk mengobati sakitnya itu.
Kepergian Zahra meninggalkan duka yang begitu dalam untuk kerabat, keluarga serta dua orang yang begitu menyayanginya begitu tulus.
Mungkin saat ini belum terlihat ia terpuruk tetapi bisa saja kan kenangan itu hadir dan membuat mereka terpuruk??
Tidak ada yang tau takdir itu seperti apa. Kalau seandainya kita tau, pastilah kita sudah menyiapkan sedari sekarang untuk persiapan.
Inilah tabir rahasia dari balik sebuah mimpi Rayyan. Mimpi yang menunjukkan jika Zahra lah yang berpulang terlebih dulu.
Sebuah mimpi petunjuk yang Rayyan sendiri pun tidak tau maksudnya. Setelah terjadi baru ia sadari jika dirinya sudah pergi dan meninggalkan Rayyan dengan dua orang anak yang di titipkan padanya.
''Selamat jalan Zahra. Semoga kamu tenang disana. Semoga Rayyan pun kuat menghadapi semua ini. Mami sekuat tenaga akan mengurus kedua putramu. Papi dan kedua adik suami mu pun akan ikut membantu. Semoga amal ibadahmu diampuni oleh Allah SWT. Amiiinnn..'' lirih Mami Alisa saat terakhir kali ia melihat gundukan tanah Zahra.
Kini, yang tersisa hanyalah kenangan. Kenangan diantara mereka berdua. Mereka akan di pertemukan kembali pada saatnya nanti.
Semoga saja.
The End
__ADS_1