
Pulang dari pantai cermin Zahra semakin aneh. Ia lebih sering lapar dan ingin makan makanan yang manis. Salah satunya tape ketan buatan Mami Alisa.
''Tape??'' tanya Rayyan pada Zahra
''Ya, tape Kak. Aku sangat ingin makanan makanan itu bersama lemang. Bukannya itu makanan khas Aceh ya??''
''Iya sih. Tapi pembuatan nya itu loh.. kalau tapi butuh dua hari dua malam agar bisa di makan. Kalau lemang sih, satu hari udah siap. Tapi ini kamu yang ingin kalau Mami yang buatkan ??''
''Iya. Hubungi Mami kak. Aku sangat ingin makan makanan itu. Sekarang aku mau mandi dulu,'' katanya pada Rayyan.
Membuat Rayyan semakin yakin dengan ucapan Mami Alisa seminggu yang lalu. Dengan cepat ia menghubungi Kami Alisa dan mengabarkan hal itu pada kedua orang tuanya.
Beruntung sekali nasib Zahra. Kedua orang tuanya baru saja pulang dari Aceh dan dari tempat nenek Alina. Beliau banyak membawa pulang tape ketan dan juga lemang langsung dari sana.
''Oke. Satu jam lagi Mami kerumah kamu. Mami sama Papi baru saja tiba. Ini masih guling-gulingan di ranjang. Ayo Pi. Menantu kita pingin makan tape ketan itu.''
''Iya. Bilangin Abang. Satu jam lagi kita kesana. Papi masih capek sayang...'' keluh Papi Gilang begitu manja pada Mami Alisa.
__ADS_1
''Kamu dengar sendiri kan? Satu jam bisa jadi lebih. Bilangin gitu ke istri kamu!''
''Baiklah..'' Rayyan pasrah.
Tidak mungkin juga memaksa kedua orang tuanya untuk secepat kilat menuju kerumahnya yang berjarak satu jam perjalanan dari rumah mereka.
Zahra menunggu permintaan itu dengan gusar. Takut, jika permintaan nya tidak di penuhi oleh Mami Alisa. Saking lelahnya menunggu, Zahra tertidur hingga dua jam lamanya.
Ke empat adiknya sudah di antar ke asrama oleh Papa Reza tadi. Dan saat ini mereka berdua sedang menunggu kedatangan Mami Alisa yang membawakan makanan yang sangat di inginkan Zahra saat ini.
''Kok lama banget sih Kak?'' tanya Zahra pada Rayyan yang saat ini sudah terpejam karena saking lelahnya menunggu sang Mami yang katanya cuma satu jam malah sekarang sudah menjadi tiga jam lebih belum juga nongol itu orang tua absurd.
Zahra mencoba bersabar. Ia tidur dalam pelukan hangat Rayyan hingga keesokan harinya.
Pagi ini Rayyan bangun pagi-pagi sekali karena mendapat kan telepon dari Mami Alisa, jika beliau tidak bisa datang tapi pesanan Zahra ia Kirim melalui kurir pengantar makanan.
Sedangkan Zahra masih tidur dalam balutan selimut hangat miliknya. ''Bangun sayang. Makanan yang kamu inginkan sudah ada ini. Hari ini jadi kan ya kamu periksa ke dokter??'' tanya Rayyan pada Zahra yang kini masih bergelung di dalam selimut.
__ADS_1
''Ehem... jadi kak..Mama udah bilang kok tadi malam. Kakak nggak sekolah??'' tanya Zahra pada Rayyan
Rayyan tersenyum, ''Masih Jam enam sayang. Bentar lagi. Bangun gih. Sholat dulu. udah subuh ini. Nanti kesiangan subuhnya.''
''Hem,'' sahut Zahra. Dengan segera Zahra bangkit dan menuju kamar mandi. Namun, belum lagi Zahra masuk ke kamar mandi, Zahra jatuh terduduk karena kepala nya tiba-tiba kosong dan plong.
Braaakkk..
''Astaghfirullah! Kamu kenapa??''
Zahra tidak menyahut. Ia seperti menatap bingung pada Rayyan. ''Aku dimana Kak??''
''Loh?''
''Bukan nya tadi aku lagi tidur ya? Kok bisa kesini??''
Deg!
__ADS_1
Deg!
Rayyan terkejut dengan ucapan Zahra. Ia tertegun saat melihat Zahra kebingungan seperti itu.