Janda Kembang Season 2 ( Ternoda )

Janda Kembang Season 2 ( Ternoda )
Positif


__ADS_3

''Ayo, sebentar jam praktek dokter Daniar akan segera di buka. Kamu pergi sendiri kan Ray??'' tanya Mama Rani pada Rayyan yang saat ini sudah duduk manis di motor gede milik Papi Gilang.


Rayyan tersenyum, ''Iya Ma. Nunggu Mama aja. Kalau udah, aku duluan. Hati-hati di jalan ya? Kakak pergi dulu,'' katanya pada Zahra.


Zahra tersenyum. ''Iya. Kakak juga hati-hati ya. Nanti aku kabari kalau udah waktunya pulang. Hati-hati Kak!''


''Ya,'' sahut Rayyan.


Dengan segera pemuda tampan mirip Papi Gilang itu pergi meninggalkan kediaman Zahra. ''Ayo nak?''


''Iya, Ma.'' Jawab Zahra dengan segera masuk ke mobil yang sudah di siapkan supir mereka.


Cukup dua puluh lima menit saja mereka berdua sudah tiba di rumah sakit dan sudah membuat janji temu dengan dokter Daniar Sp. OG. Seorang dokter kandungan kenalan Mama Rani dirumah sakit Mitra Medika.


''Selamat pagi Dokter?''


''Selamat Pagi Ibu Rani. Silahkan duduk. Ini yang bernama Zahra??'' tanya dokter Daniar pada Mama Rani.


''Ya, ini Zahra putri sulung saya. Seperti yang saya katakan di telepon, Zahra ini merupakan korban pelecehan.. saya harap dokter bisa menutup rahasia ini rapat-rapat. Semua ini demi kelangsungan hidup putri saya,'' lirih Mana Rani dengan sedikit menunduk di hadapan dokter Daniar.


Dokter itu tersenyum. ''Baik ibu Rani. Saya akan menyembunyikan ini dari semua orang. Semua ini saya lakukan karena anda, Ibu Rani.'' Mama Rani mengangguk dan tersenyum.

__ADS_1


''Baiklah, ayo bernaung disana Mak Zahra. Biar saya periksa dulu. Menurut perkiraan saat kamu di lecehkan kamu dalam masa subur ya?''


''Ya, tapi apa mungkin itu terjadi. Sedang pemuda yang telah melecehkan saya itu sudah di vonis mandul dokter. Apakah itu mungkin terjadi??'' tanya Zahra takut-takut pada dokter Daniar


Beliau tertegun sejenak, setelahnya beliau tersenyum. ''Berbaringlah. Biar suster yang memberikan gel di perutmu. Semua itu bisa saja terjadi nak. Semua itu atas kehendak yang maha Kuasa. Jika Allah sudah berkehendak apa yang tidak mungkin pasti akan mungkin karena atas perintah Nya. Kita periksa dulu ya?''


''Ya,'' jawab Zahra merasa was-was.


Ia sudah merasakan keanehan sejak seminggu yang lalu. Seminggu sesudah ia ternoda perasaan aneh itu hadir dan menelusup ke hatinya.


''Baik... kita coba cek dulu. Hem...''


Deg!


Deg!


Matanya menatap terkejut pada dua kantung janin di layar monitor. Jantung Mama Rani berdegup kencang ketika melihat dua kantung janin berada di rahim Zahra.


Dokter Daniar menoleh padanya. ''Anda sudah lihat kan ibu Rani?? Anda tau kan apa maksud dari dua kantung janin ini? bukankah anda juga pernah hamil kembar seperti ini??''


Deg!

__ADS_1


Deg!


''A-apa?! A-aku hamil Ma?? A-aku po-positif ha-hamil??'' tanya Zahra begitu terkejut kepada Mama Rani. Wajahnya mendadak pucat pasi saat dokter mengatakan hal itu kepadanya.


Mata Mama Rani mengembun. Ia terisak. ''Lihatlah nak. Kami positif hamil. Sudah ada kantung janin yang terlihat. Pertanda kamu sedang hamil satu bulan nak!''


Dddduuuuaaaaarrrrrrrrr...


''A-apa?! Sa-satu bulan?! Ba-bagaimana bisa?! Sedang saya saja baru tiga Minggu ini di.. di..'' mulut Zahra berhenti berucap kala Dokter Daniar tersenyum padanya.


''Hari perkiraan dimana kamu dinyatakan hamil, hari itu dilihat ketika terakhir kali kamu haidh. Dan kamu pada saat itu dalam masa subur. Jadi perkiraan janin kamu sekarang adalah satu bulan penuh. Lihatlah kantung janin dan dua butir kacang hijau sudah terlihat ! Lihatlah! Mereka berdua darah dagingmu!''


Dddduuuuaaaaarrrrrrrrr...


Serasa di hantam petir di siang buta. Zahra tertegun dan termenung di bangkar nya. Sementara Mama Rani sudah terisak sedari tadi.


''Selamat Nak. Kami positif hamil! Ingat? Jangan membunuh janin yang tidak berdosa ini. Mungkin Allah punya rencana dengan menghadirkan mu janin ini di dalam rahimmu. Pemuda itu hanya perantara termasuk dirimu. Karena all punya rencana yang lebih indah dari balik musibah yang kamu alami ini. Saran saya. Jangan membuangnya. Anggap ia anugersh untukmu. Walaupun ketika ia lahir nanti ia akan bernasab padamu. Tapi tetap saja. Allah punya kuasa diatas segala nya.''


''Kamu bilang tadi pemuda itu mandul bukan? Tapi lihatlah! Pemuda yang di vonis mandul di mata dunia. Tapi ia sempurna di mata Allah. Allah sengaja menitipkan dua orang janin di dalam perutmu untuk menjadi perisai mu dan perisainya di akhirat kelak. Yakinlah. Bahwa setiap rencana Allah itu baik untuk kita ke depannya! Jaga amanah dari Allah ini dengan baik. Sayangi dia. Karena saya yakin, suatu saat. Bayi inilah yang akan menyatukan mu dengan orang yang telah melecehkan mu dulu.''


Zahra terdiam terpaku dengan ucapan dokter Daniar. Benar apa katanya. Janin di dalam perut Zahra tidaklah bersalah. Semua ini pasti Allah punya rencana yang baik untuk masa depannya. Masa depan yang Zahra sendiri pun tidak tau akan seperti apa.

__ADS_1


__ADS_2