
Papa Rian menatap sendu pada Rayyan. Rayyan masih berusaha menenangkan putra semata wayangnya itu.
''Lantas bagaimana dengan mu Nak? Apakah kamu menerima kekurangan yang ada pada diri Zahra yang sudah ternoda oleh adikmu sendiri?? Apakah kamu tidak merasakan jijik terhadap nya? Atau kamu tidak muak melihat istri mu itu??''
Deg!
Deg!
Rayyan terkejut mendengar ucapan Papa Rian padannya. Ia menatap adiknya yang kini juga sedang menatapnya menunggu jawaban dari pertanyaan yang di ajukan oleh sang Papa pada sahabat rasa saudara baginya ini.
''Bang??''
Rayyan tersenyum, ''Papa tenang aja. Ray ikhlas menerima diri Zahra yang sudah ternoda dan tidak suci lagi. Tak apa. Rayyan ikhlas kok. Kalaupun Zahra di nodai oleh pemuda lain pun Ray tetap menerimanya dengan ikhlas. Apalagi ini adikku sendiri pelakunya. Jika ia tidak sanggup untuk memikul tanggung jawab itu karena malu, maka Ray sanggup mengganti kan nya. Tak apa Pa. Ray ikhlas! Ikhlas menerima kekurangan Zahra. Karena ini adalah pengorbanan Ray untuk nya. Adikku tidak bersalah Pa.. ia hanya sedang sakdh jalan dan khilaf saja..'' lirih Rayyan dengan dada begitu sesak.
__ADS_1
Pemuda itu dengan segera memeluk tubuh Rayyan dengan erat. ''Bang. Hiks.. maaf.. aku tidak mampu dan sanggup memikul tanggung jawab ini. Bukan aku tidak mau. Tapi aku takut, jika suatu saat Zahra memilki suami tidak sempurna seperti ku.. maafkan aku Bang .. aku menyerah kan tanggung jawab yang seharusnya aku pikul. Maafkan aku Bang..'' isaknya masih dalam pelukan Rayyan.
Rayyan pun sama. Pemuda tampan mirip Papi Gilang itu pun menangis. Ia tidak menyangka jika roda kehidupan dan takdir hidupnya harus menyatu dengan takdir sahabatnya sendiri.
Ia harus menanggung aib perbuatan dari saudaranya sendiri karena begitu menyayanginya. Jika ada orang yang mengatakan kalau Rayayn adalah pemuda bodoh, orang itu salah.
Rayyan salah satu manusia pilihan yang sangat istimewa dibanding lelaki lainnya di dunia ini. Hanya manusia yang memiliki hati ikhlas dan tulus yang bisa menerima kekurangan, kelebihan dan kesalahan adik serta istrinya
Tapi tidak dengan melakukan hal yang seperti adiknya lakukan sekarang ini. Rayyan hanya manusia biasa yang memilki pintu maaf seluas samudera yang tiada batasnya.
Mami Alisa pernah mengatakan padanya ketika Kak Ira dulu menikah. Cinta itu butuh keikhlasan di dalamnya. Ikhlas dalam menerima. Baik itu kelebihan maupun kekurangan.
Jika kita tidak bisa ikhlas terhadap suatu hal, maka cinta itu hanya sebagai sebuah obsesi saja. Cinta yang tulus itu merupakan cinta yang bersedia menerima namun, tidak meminta. Memberi tapi tidak mengungkit. Menyayangi tapi tidak menyakiti. Dan mencintai itu merupakan suatu perasaan yang tulus dan ikhlas keluar dari Lubuh hati paling dalam.
__ADS_1
Jika cinta ini sudah hadir, maka ikhlas pun akan menyertainya. Cinta yang tulus merupakan cinta yang ikhlas menerima apapun keadaan yang ada pasangan kita. Baik itu cantik ataupun jeleknya.
Rayyan menghela nafasnya saat mengenang perkataan Mami Alisa dulu nya. ''Pa.. Cinta yang tulus itu cinta yang tidak memandang buruk siap dirinya, perbuatan serta kesalahan nya. Kita sebagai manusia hanya bisa memaafkan. Bukan menghukum nya. Jika memang ia bersalah, maka berilah ajaknya dan tuntun dia untuk bisa berubah ke arah yang lebih baik. Mami dulu pernah ngomong gitu sama Ray, Pa. Mami selalu mengingatkan Ray, jika suatu saat Ray memiliki seorang istri yang memilki banyak kekurangan maka Ray harus ikhlas menerimanya. Dia hanya sedang tersesat dan salah jalan. Sebagai suami, Ray hanya bisa menegurnya. Bukan menghukum nya.''
''Nrgitu juga dengan adikku ini. Kalaupun Ray dendam padanya, rsu tidak bisa Papa. Rasa sayang Ray untuknya lebih besar daripada rasa benci itu sendiri. Ray menyayanginya sama sepeti adik-adik Ray yang lain.. Tak ada sedikit pun di hati Ray ingin menghukumnya. Maaf.. kalau kemarin Ray sempat menghajar nya. Saat itu Tau sedang khilaf. Ray minta maaf tentang itu. Ray salah. Ray salah karena telah memukulnya.''
''Ray begitu kecewa terhadap kelakuannya. Karena ia melakukan hal keji seperti itu. Seandainya ia mau jujur, Maja Rey rela mengalah untuk nya. Asalkan ia bahagia bersama Zahra Ray iklhas Pa. Sangat ikhlas? Karena titik tinggi dalam kita mencintai seseorang adalah dengan cara mengikhlaskan nya. Semua itu agar mereka berdua walaupun Ray harus terluka karena nya. Ray ikhlas, Papa.. Ray ikhlas...'' lirihnya di akhir kalimat.
Suara pelan Rayyan yang terdengar seperti bisikan membaut kedua orang itu semakin tersedu.
''Hiks..maaf Bang.. maaf..'' ilirihnay masih dengan tersedu dan memeluk tubuh Rayayn dengan erat.
Papa Rian pun ikut tersedu namun, bibir itu menyungging kan senyum manis. ''Sungguh Ray! Kamu itu pemuda yang begitu istimewa. Papa bangga pernah mengenal pemuda yang bertanggung jawab sepertimu. Lembut dan penuh kasih sayang. Kamu istimewa Nak. Sangat istimewa!''
__ADS_1