Janda Kembang Season 2 ( Ternoda )

Janda Kembang Season 2 ( Ternoda )
Firasat Rayyan


__ADS_3

Rayyan tiba di Medan sudah sore karena mereka berangkat dari Jakarta sudah siang. Sesudah habis sholat dhuhur.


''Kamu istirahat dulu disini. Besok, baru kamu keruang Zahra. Papi sudah mengabarkan Zahra hal ini.'' Ucap Papi Gilang pada Rayyan.


Rayyan yang terlihat begitu lesu hanay bisa mengangguk. Hatinya sedang tidak karuan saat ini saat mengingat tentang mimpi Dimas yang ia ceritakan kemarin.


Rayyan mengenal nafasnya. Sementara kedua orang tau itu saling pandang dan berlalu menuju kamar mereka.


''Sudah sayang .. jangan di pikirkan. Hem? Kamu harus istirahat. Aku harus ke kantor sebentar. Ada rapat malam ini. Kamu tak apakan kalau aku tinggal?'' tanya Papi Gilang pada Mami Alisa.


Mami Alisa tersenyum, ''Tak apa Pi. Pergilah. Maklum, tubuhku ini sudah tidak sekuat dulu lagi.. kamu tau kan kalau aku ini lebih tua darimu dari segi umur??''


Papi Gilang memeluk erat dirinya. ''Nggak.. kamu nggak tua kok. Kita sebaya dan seumuran! Sudah, istirahat dulu. Apa perlu aku membuat mu lelah afuku baru kamu istirahat sayang?'' goda Papi Gilang dengan sedikit mengerling nakal pada sang istri.


Plakk..


Mami Alisa memukul lengan kekar sang suami dengan kuat. Bukannya marah, Papi Gilang malah tertawa. Suara tawanya itu hingga terdengar ke kamar Rayyan.


Rayyan yang sudah terlelap itupun tersenyum di dalam tidurnya. Ia lelah hati dan pikiran. Rayyan lebih memilih pulang ke rumah Papi Gilang daripada keruang istrinya.


Besok pagi Rayyan baru akan pulang kerumah Zahra. Untuk menemui istrinya yang sedang hamil Liam bulan.

__ADS_1


Rayyan memejamkan matanya saat dirasa kantuk itu mendera dirinya. Ia terlelap hingga waktu Maghrib tiba.


''Nak?? Bangun.. sudah Maghrib loh.. bangun ih! Kita sholat dulu yuk? kamu bolong lagi sholat ashar nya??'' tanya Mami Alisa pada Rayyan yang saat ini sangat nyaman dengan guling kesayangan nya.


Rayyan menggeliat. ''Ehm, iya Mi.. Abang bangun. Papi udah pulang? Abang minta diantarkan malam ini aja deh. Nggak enak aja ninggalin Zahra udah empat hari?''


Mami Alisa Terkekeh, ''Papi udah sedari tadi pulangnya. Sudah berapa kali Papi mencoba untuk membangunkan mu, tapi kamu sangat lelap. Ada apa? Apakah ada yang mengganjal dihati dan pikiran mu saat ini? Hingga kamu jadi seperti orang yang sedang kebingungan dan gelisah sepeti ini?'' tanya Mami Alisa padanya.


Rayyan tertegun sejenak. Seakan sang Mami tau apa yang menjadi kegelisahan nya saat ini.


''Apakah aku harus ngomong sama Mami tentang firasat ku ini? Apakah Mami akan percaya dengan apa yang akan kan aku ceritakan padanya? Lalu Zahra? Apakah benar jika Zahra akan pergi dari hidup kami semua? Kenapa mimpi itu seperti sebuah pertanda akan ada yang berpulang nantinya? Mengapa aku merasa jika ucapan Dimas itu bukan hanya omong kosong ataupun mimpi belaka? Kenapa firasat ku ini begitu kuat tentang mimpi itu?? '' Batin Rayyan bergejolak.


''Nak? Apa kamu membunyikan srdutu dari Mami? Jangan berbohong bang! Mami tau kalau kamu sedang gelisah saat ini! Ceritakan!''


Deg!


Deg!


''Abang hanya sedang berpikir.. apakah mimpi yang kita alami akankah bisa menjadi kenyataan?? Seperti kata Abang dulu. Saat ia pernah bermimpi tentang Papi? Apakah mimpi Dimas ini juga akan menjadi sebuah kenyataan??''


Deg!

__ADS_1


Mami Alisa terkejut. ''Apa maksudmu??''


Rayyan menghela nafasnya lagi. Entah kenapa begitu sesak saat ingin menceritakan hal itu pada Sang Mami.


''Bang??''


''Dimas bermimpi melihat Abang menangis di atas gundukan tanah makam yang masih basah yang bertuliskan nama.. nama.. hahh.. nama Zahrani Putri Alamsyah, Mami...''


Dddduuuuaaaaarrrrrrrrr...


Mami Alisa tersentak mendengar nya. ''Apa?! astaghfirullah al'adhim.. ya Allah ..'' pekik Mami Alisa begitu terkejut saat mendengar ucapan Rayyan.


''Absng berpikir, bukankah mimpi itu adalah tabir rahasia yang tidak pernah kita ketahui arti dan maksud nya?''


Mami Alisa diam. Paruh baya itu menatap Rayyan dengan tatapan kosong. ''Firasat Abang mengatakan jika ini.. hal ini.. pasti akan terjadi Mami.. mimpi ini begitu nyata terlihat. Tanah makam yang masih basah dan bertuliskan nama Zahra disana. Ini suatu pertanda kan Mami? Kalau Zahra... Zahra.. A-skdn me-meninggal?!''


Deg!


Deg!


Deg!

__ADS_1


''Jangan hiraukan mimpi itu! Kadang kala mimpi itu bisa datang dari setan yang suka mengganggu tidur kita! Kamu harus ingat, bukan mimpi yang menentukan takdir hidup mati seseorang Tetapi Allah. Sudah, kamu mandilah. Kamu tunggu kamu dibawah. Papi sudah lama menunggumu. Ayo!'' ucap Mami Alisa membuat Rayyan menatapnya dengan tatapan yang entah seperti apa.


__ADS_2