
Keesokan paginya rumah mereka sudah heboh dengan suara yang begitu Zahra kenal. Zahra terkikik geli saat mendengar suara cempreng ke empat adiknya yang bergelar K diawalan huruf pertama nya.
''Bangun Kak. Udah subuh kok tidur lagi sih?'' ucap Zahra pada Rayyan yang saat ini sedang mendekap tubuh Zahra dengan erat. Rayyan mendusel-dusekksn wajahnya pada dada Zahra. Membuat gadis yang belum genap tujuh belas tahun itu tertawa karena kegelian.
Rayyan menarik sedikit ujung bibirnya saat merasakan jika Zahra tertawa karena kegelian. ''Hahaha.. udah ih! Kamu tidak dengar? Tuh, suara cempreng ke empat adikku sedari subuh tadi sudah kedengaran loh...''
Rayyan terkekeh, ''Ya, kakak dengar. Biarkan saja. Siapa suruh datang sepagi ini. Wong disuruh pulang jam delapan kok ya jam lima subuh udah ngedor-ngedor pintu! Membuat semua orang terkejut karena ulahnya!''
Zahra tertawa lagi. ''Ayo ih! Banguuuunnn...'' ucap Zahra ada Rayyan
Rayyan terkekeh geli. ''Iya sayang iya. Kakak bangun. Kamu duluan aja. Kakak mau mandi dulu sekalian bersiap untuk ke sekolah. Kamu kan masih ada waktu libur hari ini? Senin kita udah masuk loh..'' ucap Rayyan sembari berlalu masuk ke kamar mandi.
Zahra terkikik geli saat mendengar ucapan Rayyan. ''Aku beruntung bisa mengenal mu Kak. Aku tidak kecewa karena dia lah yang telah mengambil kesucian ku. Kamu benar. Semua ini karena salahku yang telah menghina nya hingga membuat nya marah kepadaku. Terimakasih karena sudah menerima dan menegur kesalahan ku. Kamu yang terbaik suamiku. Rasanya aku tidak pantas bila harus bersanding dengan mu. Semoga ada jalan untuk kita bisa bersatu nantinya. Dan disaat itu tiba, kamu harap kamu mengerti jika ini adalah keinginan ku.'' Lirih Zahra sebelum ia keluar dari kamar mandi menuju meja makan yang sudah di penuhi oleh adiknya 4K.
Baru saja Zahra masuk menuju pintu dapur, disana sudah terdengar kehebohan Mama Rani dan ketiga adiknya yang membuatnya heboh.
__ADS_1
Sang Ratu dirumah itu dibuat pusing karena tingkah 4 Karena yang baru saja pulang dari asrama karena ingin menjenguk Zahra.
''Ih, Abang! Awas! Adek mau bantu Mama masak loh..'' sungut Kezia adik bungsu Zahra.
''Ck. Minggir Dek! Abang pun mau bantu Mama loh.. sebaiknya kamu bangunin kakak sana. Biar kakak Sama Abang ipar tampan kita itu bangun dari kelonan mereka!'' celutuk Kenta sembari menggeser Kezia dan mendudukkan di kursi tepat di sebelah Papa Reza.
Papa Reza hanya bisa tertawa-tawa saja melihat tingkah ke empat anaknya yang sedang membuat rusuh di dapur sang Mama.
''Nah, sini duduk sama Papa! Temenin Papa baca koran! paham?''
Mendengar suara tawa Zahra, Kezia menoleh. Seketika saja wajah itu berubah menjadi sumringah. ''Kakak!!!! ih kangen banget sama Kakak!!!! huaaaa....'' si cengeng Kezia mulai beraksi.
Papa Reza lagi dan lagi terkekeh-kekeh melihat tingkah putri bungsunya itu. Sedangkan Mama Rani sudah memyumpal telinga mau itu dengan headset dan mendengar suara kajian dari seorang ustad ternama yang berasal dari pekan baru itu.
Keanu, Kenan dan Kenta segera berbalik ketika Kezia menjerit memanggil Zahra. Secepat kilat mereka bertuah berlari mendekati Kakak nya dan memeluk Zahra dengan erat.
__ADS_1
Tapi sebelum itu, mereka bertuah menarik paksa tubuh Kezia dari Zahra hingga membuat gadis kecil yang belum lagi tamat SD itu kesal bukan main.
Ia menangis meraung di lantai sambil terduduk dan menunjang-nunjang kan kakinya seperti anak kecil hingga membuat Rayyan yang sedang berada di dalam kamar untuk ikut tertawa karena ulah tiga K abangnya itu. Abang Kezia.
''Huaaaaa... Papaaaa... Mamaaaa... adek dibuang sama Abang... huaaa... huaaaa...'' Raung Kezia hingga memenuhi seluruh ruangan dapur itu.
Zahra dan ketiga adiknya tertawa melihat tingkah Kezia yang begitu lucu. Seluruh penghuni rumah itu dibuat riuh karena kehadiran Kezia.
Tapi berbeda dengan Mama Rani. Wanita paruh baya itu sibuk dengan wajan spatulanya. Ia sibuk memasak nasi goreng dan telur dadar untuk sarapan pagi kelima anaknya.
Melihat ibunda ratu tidak menyahuti ataupun melerai mereka berlima, membuat Papa Reza keheranan. Sementara Zahra mendekati si bungsu yang sedang menangis tersedu di lantai nan dingin.
''Udah.. kakak disini. Ayo bangun. Kita duduk dieja makan. Biarkan mereka mengganggu Mama. Nanti mereka kan bakalan di pentung Mama dengan spatulanya?'' ucap Zahra pada Kezia.
Ia segera menuntun sang adik untuk menuju meja makan dimana ke tiga saudara nya yang lain sedang menunggu dengan suka cita sarapan pagi spesial mereka.
__ADS_1
Rayyan yang baru selesai pun langsung menuju ke dapur dan ikut bergabung dengan ke empat adik Zahra.