Janda Kembang Season 2 ( Ternoda )

Janda Kembang Season 2 ( Ternoda )
Kejadian yang akan segera terjadi


__ADS_3

''Abang tetap tidak percayakan dengan ucapan ku??'' lanjut Dimas lagi karena melihat Rayyan yang tidak menjawab sepatah katapun padanya.


''Hah. Baiklah.. aku tau. Abang pun tidak akan percaya padaku. Pantas saja dokter bilang kalau aku gila!''


Deg!


Deg!


''Dek...''


Dimas tersenyum sendu. ''Tak apa Bang. Kalaupun ini terjadi lagi, aku siap masuk rumah sakit lagi. Karena tidak ada yang percaya padaku. Mimpi ini seakan nyata. Aku memang tidak tau tafsir mimpi itu apa. Tapi dari yang aku dengar, kalau mimpi itu tentang orang terdekat kita berarti hal itu pasti akan terjadi padanya. Cepat atau lambat pasti kejadian itu akan segera terjadi. Abang istirahat lah. Aku mau minum obat dulu. Agar cepat sembuh dan masuk ke sekolah lagi. Maaf.. karena diriku, Abang sampai terpaksa harus kesini. Abang tenang saja. Setelah ini aku akan baik-baik saja. Pulanglah. Aku tidak apa-apa. Aku berjanji!''


Deg!


Deg!


Deg!

__ADS_1


''Kamu ngomong apaan sih?? Abang itu cuma sedang melamunkan cerita kamu! Apa itu benar adanya atau tidak? Karena dari yang Abang dengar dari Mami, apapun tentang mimpi itu pasti akan terjadi. Tapi kita tidak tau kapan terjadinya. Benar atau tidak, cuma Allah yang tau. Allah sengaja memberikan kabar kepada kita melalui sebuah mimpi. Mimpi yang menunjukkan suatu kejadian akan terjadi pada kita. Apakah itu baik ataupun buruk, cuma Allah yang tau. Tidak ada yang tau tabir rahasia mimpi itu seperti apa..'' jelas Rayyan pada Dimas yang saat ini sudah berbaring membelakangi nya setelah tadi ia minum obat.


Rayyan menghela nafasnya. ''Maafkan Abang, Dek. Bukan Abang tidak mempercayai mu. Tapi perkataan mu itu seperti petunjuk bahwa akan terjadi sesuatu dengan kami berdua. Maafkan Abang, dek.. jangan cuekin Abang kayak gini..'' lirih Rayyan sembari mengusap lembut kepala Dimas.


Dimas tetap tidak berbalik. Ia Keukeh dengan dirinya. Walau sesekali menghela nafasnya, ia tetap memilih membelakangi Rayyan yang saat ini duduk disampingnya.


Ia membelai lembut surai hitam Dimas. Rayyan begitu menyayangi Dimas. Sangat menyayangi nya. Kasih sayangnya sama kepada Algi dan Kinara adik kandung berbeda ibu dengannya.


Walaupun begitu, ia tetap menyayangi kedua adiknya itu. Belum lagi, kalau Rayyan pernah menyusui pada Mami Alisa hingga tiga tahun lamanya.


Rayyan hanya tau kalau Mami Alisa lah Maminya. Yang tidak ia tau, kalau ada Mama Vita yang melahirkan nya. Ketika kecil dulu, Rayyan sempat diberitahu kan oleh Mami Alisa dan Oma Dewi.


Rayyan merasa kecewa saat itu. Tapi itu tidak berlangsung lama, karena Dimas pernah mengatakan nya. Kalau ia beruntung memiliki dua ibu. Sedangkan dirinya tidak punya. Bahkan ada satu saja sudah di panggil oleh Allah untuk selamanya ketika beliau melahirkan Dimas ke dunia.


Dari sanalah Rayyan memahami ucapan Dimas. Dan ia pun tidak marah lagi kepada Sang Papi. Yang terutama.


Rayyan menghela nafasnya lagi. Tangan kurus itu tetap mengelus lembut kepala Dimas dengan sayang. Dirasa Dimas sudah terlelap, Rayyan pun melihat keluar.

__ADS_1


Ia berjalan gontai menuju dapur dimana Mami Alisa dengan memasak untuk makan malam mereka saat ini.


''Dimas sudah tidur?'' tanya wanita paruh baya yang mirip sekali dengan Algi itu.


Rayyan mengangguk sendu. Ia menelungkup wajahnya pada kedua tangan yang ia letakkan diatas meja.


Tes.


Tes.


Buliran bening itu menetes menimpa celana jeans nya. Mami Alisa mendekati Putra sulung Papi Gilang itu dan mengelus bahunya dengan sayang.


Ia labuhkan kecupan hangat pada surai hitam Rayyan yang membuat pemuda itu semakin terisak dan tersedu. Mami Alisa tidak berbicara. Tapi ia memeluk erat tubuh putra kesayangannya itu.


''Sssttt.. sudah .. jangan menangis. Kalau Dimas tau kamu menangis lagi, maka ia pun akan ikut menangis. Kuatkan dirimu nak demi dirinya. Agar ketika kamu meninggalkan nya, Dimas bisa menjadi pemuda yang kuat juga seperti mu. Sudah, mandi dan sholatlah. Baju kamu udah Mami letakkan di depan pintu kamar Dimas. Ayo,'' bujuknya pada Rayyan yang saat ini masih tersedu karena memikirkan perkataan Dimas tadi.


Benar atau tidak, mimpi itu akan segera terjadi. Tiada yang tau arti mimpi. Tabir rahasia mimpi itu akan kita ketahui ketika setelah semua itu terjadi. Maka sebelum itu, kita pun tidak boleh memikirkan nya.

__ADS_1


Berjalan dan hiduplah seperti sebelum mimpi itu kita dengar ataupun terjadi. Yakinlah. Apapun yang sudah menjadi ketetapan nya tidak akan bisa kita ubah lagi.


__ADS_2