
Othor ingatkan, cerita Zahra ini tidak panjang-panjang bab nya. Akhir bulan sudah end. Pantengin terus ye?
Like, komen, kembang yang buaanyaaakk! Vote dan rate tentang penilaian kalian terhadap cerita Zahra ini.
Happy reading...
🥀🥀🥀🥀
''Kak??''
''Hah??'' jawab Rayyan masih kebingungan dengan perubahan yang ada pada diri Zahra.
''Tadi aku pingin tape ketan kan ya? Mana tape nya Kak??'' tanya Zahra pada Rayyan yang masih menatap nya dengan kebingungan.
''Ada. Sholat subuh dulu. Biar kakak ambilkan. Ayo, wudhu dan fokus!'' tegas Rayyan pada Zahra.
Zahra terkikik geli melihat wajah Rayyan kentara sekali terlihat kebingungan nya. Zahra menatap sendu pada Rayyan. ''Inilah diriku kak. Sedikit demi sedikit ingatan ini berkurang. Seperti berpindah ke tempat lain. Tapi entah di mana? Akan tetapi mimpi ku bertemu dengan seorang gadis yang mirip denganku itu Apakah benar?? Kenapa seakan jika aku melihat gadis itu adalah Cinta? Sepupu kamu??'' gumam Zahra sembari melangkahkan kakinya menuju kamar mandi untuk berwudhu.
__ADS_1
Selesai wudhu Zahra menunaikan ibadah sholat subuh yang yang tertinggal. Sementara Rayyan masih sibuk di dapur. Ia dan Mama Rani sibuk membelah lembah untuk di potong-potong dan diletakkan di dalam piring.
Tangan Rayyan sampai terluka karena mengupas bambu yang berisi pulut yang sudah di masak dengan santan itu. Hingga menjadi makanan lezat bagi orang Aceh. Makanan khas setiap lebaran dan juga acara lainnya.
Nenek Alina memang sangat terkenal rajin membuat penganan dari pulut itu. Dan Mami Alisa salah satu keturunan nya pun ikut mewariskan hal itu yang sudah ia turunkan kepada Kak Ira, kak Annisa dan Kinara.
Mengingat itu Rayyan terkekeh-kekeh ketika mereka masak lemang ok dengan cara di bakar tahun lalu. Sempat terjadi keributan antara Papi Gilang dan Kinara karena Papi Gilang marah takut anak gadisnya terbakar saat membakar lemang itu.
Ceklek.
''Makanlah. Kakak ambilkan cuci tangan dulu ya?''
Zahra mengangguk dengan mata berbinar menatap tape dan Lemang buatan nenek Alina itu. Rayyan tertawa saat melihat Zahra menghirup wangi tape itu hingga wajahnya masuk ke dalam mangkuk itu. ( Pengalaman othor saat ngidam pingin makan tape pulut hitam. Dan kesampaian. Cuman aneh. Yang othor mau itu cuma baunya. Tape nya cuma sebiji othor makan. Takut panas si dedek bayinya. Kan bahaya? 😁 )
Begitu pun dengan Zahra. Ia sibuk mencium aroma tape itu hingga puas. Dirasa cukup, ia mengambil satu buah tape yang berbungkus daun pisang dan lemang dua potong kemudian ia makan.
Zahra terkejut saat merasakan tape itu begitu manis dan enak. ''Hemmm... manis banget Kak tapenya! Cobain!'' ucapnya pada Rayyan.
__ADS_1
Rayyan mengganguk setuju. Ia pun ikut makan. ''Benar sayang. Manis banget tape buatan nenek Alina ini. Hemm.. pantas saja kedua Kakak ku sangat menyukai lemang dan tape khas buatan nenek ini? Hihihi.. enak banget loh kalau di gabung kayak gini makannya!'' celutuk Rayyan pada Zahra.
Ia mengambil lemah dan tape sedikit kemudian ia satukan dan makan bersamaan. ''Hemm... enaknya! Bener kak! Enak!'' celutuk Zahra pula.
Kedua orang itu sibuk makan tape pulut buatan Nenek Alina. Dirasa cukup, Zahra memandangi Rayyan dengan senyum terus terukir di bibir nya.
Sadar jika Zahra terus menatap nya, Rayyan menoleh dengan mulut penuh dengan lemang dan tape. ''Kenapa?? Kakak makannya riweh ya?''
Zahra tersenyum, ''Enggak... hanya ingin mandangin kakak saja. Terimakasih Kak. Karena kamu mau menerima diriku yang sudah ternoda ini. Maafkan semua kesalahanku. Aku pun salah dalam hal ini. Benar katamu dulu. Dia tidak mungkin melakukan hal itu kepada ku jika tidak aku yang memulainya. Terimakasih Kak Rayyan. Aku harap, cinta ini tidak hanya sampai disini. Tapi cinta ini akan bersatu ketika diwaktu yang sudah ditentukan!''
''Kalau boleh aku meminta. Aku ingin terlahir kembali dalam wujud yang baru. Wujud yang akan melanjutkan cinta kita yang sudah ternoda karena ulahku. Sampai waktu itu tiba, ku mohon kak. Tetaplah mencintaiku diriku yang hina ini. Aku tidak bisa memilikimu seutuhnya karena diriku yang sudah menjadi hak orang lain. Tapi aku akan meminta kepada Allah. Di kelahiran ku yang berikut nya, aku ingin bersatu kembali dengan mu. Aku harap kamu mau menunggu kak. Aku sangat mencintaimu dari dulu hingga sekarang.''
''Mungkin benar bagi orang jika ini cuma cinta sesaat atau cinta monyet. Tapi dari cinta monyet inilah aku menemukan sosok laki-laki yang ikhlas menerima kelebihan dan kekurangan ku. Jika seandainya aku hamil, tolong jaga anak ini ya Kak? Jaga dan rawat dia seperti kamu merawat darah daging mu sendiri. Beritahukan kepada nya, Jika aku sudah memaafkan nya. Dan minta padanya untuk merawat anak nya nanti bersama-sama. Nanti akan aku panggil Kezia lagi kesini. Tidak usah sekarang. Kalau sekarang terlalu dini untuk menebaknya.''
''Tunggu saat kelahiran anak ini nanti. Sampai saat itu tiba, ku mohon kak.. jangan pergi dan menjauh dariku.. kekuatan ku ada bersamamu.. aku kuat karena dirimu. Senyum dan tawa mu yang membuat diriku tetap ingin hidup walau takdirku mengatakan hal lain.. Satu hal pintaku kak. Jangan pernah berhenti mencintai diriku yang hina ini. Aku sayang kamu Kak Ray! Sangat menyayangimu...''
''Ra ..'' lirih Rayyan dengan mata berkaca-kaca. Ia memeluk tubuh Zahra dengan erat seberat hatinya yang tersayat karena ungkapan hati Zahra yang kesekian kalinya pada nya.
__ADS_1