Janda Kembang Season 2 ( Ternoda )

Janda Kembang Season 2 ( Ternoda )
Tergugu


__ADS_3

''Zahra?'' panggil dokter Daniar.


''Hah? I-iya??Iya Dokter! Saya akan menjaga kesehatan saya dan juga janin ini. Saya akan mengurusnya dengan baik.'' Sahut Zahra cepat.


Dokter Daniar tersenyum. ''Tentu. Memang itu yang harus kamu lakukan. Ini resep yang harus kamu minum secara rutin. Bulan depan kamu kembali lagi kesini ya??''


''Baik,'' jawab Zahra lagi masih dengan tatapan kosongnya.


Setelah menghilangkan resep obat dan vitamin dari dokter Daniar, kini kedua ibu dan anak itu keluar dari rumah sakit dengan langkah gontai.


Apa yang ditakutkan akhirnya terjadi juga. Zahra berjalan linglung tidak tentu arah. Sesekali menabrak bangkar dan sesekali tersandung karena ia berjalan tidak memperhatikan jalan yang ia lalui.


Mama Rani terisak saat melihat keadaan Zahra yang seperti orang bingung. Mereka keluar dari rumah sakit itu dnehm susah payah.


Tiba dirumah, Zahra masuk kedalam rumah melewati Mami Alisa dan Papi Gilang yang saat ini sedang datang ingin menemui Zahra sepergi kata Rayyan tadi pagi.


''Zahra??'' tegur Mami Alisa


Zahra tidak mendengar, ia terus berjalan menuju ke dapur entah untuk apa. Zahra pun tidak tau. Yang jelas akal dan pikiran nya saat ini sedang menuju ke dapur.


Tiba di dapur Zahra membuka kulkas dan memakan sisa lemang dan tape yang sudah di simpan di dalam kulkas oleh Mama Rani. Disana ada juga kue bolu buatan Mama Rani. Zahra mengambil bolu itu dan juga lemang. Ia duduk di meja makan dan makan makanan itu dengan lahap tanpa melihat sekitar nya saat ini.


Pikirannya kosong. Yang ia ingat saat ini hanyalah makanan. Zahra ingin makan itu saja.


Sementara empat orang tua di ruang tamu sana berdiri mematung melihat keadaan Zahra yang seperti orang linglung dan kebingungan.

__ADS_1


Mami Alisa mendekati Mama Rani. ''Dek??''


Mama Rani memeluk Mami Alisa dengan erat. ''Hiks.. Mbak.. Zahra positif hamil...''


Deg!


Deg!


''Astaghfirullah ya Allah... inilah yang aku takutkan. Akhirnya terjadi juga bukan??'' ucap Mami Alisa pada semua orang yang ada di sana.


Mama Rani terisak di dalam pelukan Mami Alisa. ''Sudah.. semua ini memang sudah menjadi takdir nya Zahra. Yang bisa kita lakukan saat ini hanyalah.. kita harus menjaga Zahra dan kandungan nya dengan baik. Rayyan sudah di beritahukan hal ini belum??''


''Assalamu'alaikum.. Mami?? Zahra mana??'' tanya Rayyan begitu khawatir saat melihat keluarga nya berkumpul disana.


''Kamu udah pulang??''


''Zahra ada di dapur. Temui lah dirinya. Saat ini yang Zahra butuhkan hanya kamu. Pergilah. Zahra sedang makan. Mungkin dengan ia makan bisa mengurangi rasa yang ada dihatinya saat ini.''


''Maksud Mami??''


''Pergilah ke dapur. Zahra sedang menunggu mu disana.'' Kata Mami Alisa lagi pada Rayyan.


Tanpa berkata apapun lagi. Rayyan segera menuju ke dapur dimana Zahra sedang menghabiskan satu loyang bolu buatan Mama Rani dan lemang yang di kirimkan Mami Alisa tadi pagi.


Rayyan tertegun saat melihat Zahra makan bolu dengan berlinangan air mata. Ia berjalan perlahan dan duduk tepat di sebelah Zahra yang saat ini sedang makan namun, menangis.

__ADS_1


Ingin rasanya Rayyan tertawa. Tapi itu tidak mungkin. Yang ada Zahra akan mengamuk kepadanya nanti. Tidak tahan melihat Zahra makan sambil menangis, Rayyan mengusap kepala Zahra.


Deg!


''Kak Rayyan... hiks..'' Isak Zahra pada Rayyan


Rayyan memaksakan senyum walau terasa sangat kaku. ''Kamu lagi makan??''


Zahra mengangguk tapi masih saja terisak. ''Hiks .. Kakak hiks mau? Hiks..'' Isak Zahra lagi.


Rayan tersenyum lagi. ''Nggak. Kamu aja yang makan! Kakak temani kamu aja disini,''


Zahra menoleh pada Rayyan dengan wajah sembab nya. ''Hiks.. kenapa??''


Rayyan diam. ''Hiks.. kenapa aku harus hamil kak??''


Deg!


Deg!


''Apa?!''


Zahra tertawa namun, air mata itu terus mengalir. ''Ya, aku hamil kak. Benar bukan seperti yang aku bilang tadi pagi?? Benar, kalau aku hamil darah daging nya?? Hiks.. aku harus apa Kak?? Kamu benar, aku memang bukan wanita baik-baik. Hiks aku baik, pastilah aku tidak akan ternoda seperti ini dan pastinya aku tidak akan mengandung darah dagingnya!''


''Apa Katanya, dia mandul?? Dia nggak mandul Kak. Dia sempurna! Kenapa ini terjadi padaku?? Bagaimana aku akan menghadapi dunia ini? Dan bagaimana nantinya aku bertemu dengan Robb ku di akhirat nanti?? Akankah taubat seorang pendosa seperti ku di terima?? Akankah anak ini lahir nanti akan di terima oleh masyarakat yang terlahir tanpa seorang ayah??''

__ADS_1


Rayyan terdiam. Ia tergugu. Tidak tau harus menjawab apa. Karena yang Mami Alisa katakan padanya sebulan yang lalu itu benar adanya.


Rayyan bisa apa selain hanya bisa memeluk erat tubuh Zahra yang saat ini sedang berguncang karena menangis akan nasib hidupnya dan kedua janin yang baru saja berkembang di dalam rahimnya.


__ADS_2