
''Aku benar-benar kecewa dengan kalian berdua. Sangat, sangat kecewa!''
Deg!
Deg!
''Kalian begitu menyakitiku! Aku bisa apa? Aku hanya bisa diam dan diam! Kalian benar-benar keterlaluan!! Aku benci dengan kehidupan ini! Kalian sangat melukai diriku! Apa yang harus aku perbuat sekarang? Huh?!'' seru Rayyan dengan suara rendah nya.
Sahabat karib serta Zahra semakin berguncang tubuh nya. Ia boleh kecewa kan?? Tentu saja. Calon istri dan sahabat karibnya telah menusuknya dari belakang.
''Aku mencintainya jauh sebelum kita dipertemukan Bro! Kalau lah ku tau seperti ini jadinya.. aku tidak ingin mengenal kalian berdua! Kalian menaburkan garam diatas luka ku! Belum cukupkah semalaman kalian bercinta?? Hingga pagi ini pun diteruskan lagi??? Cih! Jijik aku pada kalian berdua!!!''
Ddduuaaarrr...
Tersentak Zahra mendengar nya. Begitu juga dengan pemuda itu. ''Ray...'' lirihnya dengan bibir bergetar.
Zahra menangis tersedu. ''Kak...'' lirihnya dengan terisak.
Rayyan tak peduli. Saat ini memang hatinya terlanjur kecewa melihat kelakuan dua orang buang begitu ia sayangi. ''Aku terlanjur kecewa dengan kalian berdua. Tapi aku bisa apa? Jika kalian berdua merupakan orang yang begitu aku sayangi. Kita pulang! Aku akan mengantar mu kerumah sakit!'' ketus Rayyan begitu dingin.
Ia memapah sahabatnya itu menuju ke pintu gerbang sekolah. Zahra mengikuti langkah mereka dengan sedikit berjalan pelan. Pusat inti dan seluruh tubuhnya begitu sakit saat ini.
Ia tersedu kala mendengar ucapan Rayyan yang begitu menyakiti hatinya.
Maafkan aku kak.. aku tak berniat menyakiti hatimu. Khilaf ku karena bermain hati dengan nya.. Aku telah menodai cinta suci kita berdua.. Maafkan aku Kak..
Hiks.. Berikan kesempatan untukku Kak.. kesempatan kedua untuk bisa memiliki dirimu kembali.. Sungguh aku tak kita merasakan jika aku harus berpisah dengan mu karenanya.. Maafkan aku Kak Rayyan.. Maafkan aku yang telah membuatmu terlanjur kecewa karena perbuatan kami berdua.
__ADS_1
Aku akui, aku terlena dengan sentuhannya. Aku tidak munafik. Aku tau cintanya tulus. Tapi aku.. hiks.. apakah aku menyukai dua lelaki sekaligus?? Astaghfirullah... ya Allah.. maafkan aku Kak.. Maafkan aku..
Zahra berbisik dalam hati sambil terus mengikuti langkah Rayyan dan pemuda yang telah menodai nya.
Mereka bertiga masuk kesebuah taksi setelah Rayyan memesannya. Ia sengaja duduk di depan agar bisa bernafas dengan tenang. Namun, sayangnya tidak. Ia kembali terluka saat melihat Zahra memegang tangan pemuda yang sedang menahan sakit di seluruh tubuhnya.
Rayyan mengepalkan kedua tangannya. Zahra melihat ke depan dimana mata Rayyan kini tengah menatap nya melalui spion kecil di taksi itu.
''Maafkan aku Kak..'' lirih Zahra tanap mengeluarkan suara.
Namun gerakan bibir itu bisa tertangkap oleh Rayyan. Rayyan membuang mukanya saat melihat tatapan sendu dari Zahra.
Rayan semakin sakit hati melihat perlakuan Zahra begitu tulus kepada pemuda itu. Pemuda yang telah menodai nya.
Lima belas menit, mereka tiba dirumah sakit. ''Bapak tunggu sebentar ya? Saya antar teman saya dulu,'' ucapnya pada Supir taksi.
''Ayo-,''
''Ray.. tolong maafkan aku.. aku khilaf.. maafkan aku Ray.. Ra... aku tau aku salah. Aku salah. Aku mohon... maafkan aku...'' punya nya begitu memelas pada Rayyan.
Rayyan diam. Ia begitu kecewa saat ini. ''Suster! Tolong orang ini! Dan hubungi orang tuanya katakan jika dia disini karena baru saja di pukul oleh saya!''
Deg!
Deg!
''Ray...''
__ADS_1
''Kak...''
''Apa?! Cukup sudah kalian berdua melukai diriku. Aku benar-benar kecewa! Sangat kecewa! Terlanjur kecewa aku pada kalian berdua. Jika aku boleh memilih, aku tidak ingin sekalipun di seumur hidupku bertemu dengan kalian berdua. Aku ikhlas tapi tidak untuk memaafkan! Rasa sakit ini begitu terasa hingga ke tulang! Seluruh tubuh dan hidupku hancur lebur dalam waktu yang bersamaan! Aku! Tidak ingin mengenal kalian berdua! Hubungan kita cukup sampai disini! Aku kecewa! Benar-benar kecewa! Kamu yang makan enaknya! Aku yang ketiban sialnya!''
Deg!
Deg!
''Kak Rayyan...''
''Brooo...''
Brruukkk..
''Kakak!'' pekik Zahra saat melihat pemuda yang telah menodai nya itu jatuh terkapar tak sadarkan diri.
Suster memeriksakan urat nadinya. ''Pasien sangat lemah. Ayo, bawa bangkar kemari!'' seru suster yang sedang menolong pemuda itu.
''Hiks.. Kak Rayyan..'' lirih Zahra saat melihat Rayyan menatapnya dengan wajah datar.
''Itu cukup untuk hukumannya! Tidak sebanding dengan rasa sakit yang aku rasa akibat perbuatan kalian berdua. Hapus air matamu! Cukup sampai disini! Aku menyayangi mu sama seperti dirinya! Mungkin inilah takdirmu dan takdirku! Selamat berbahagia dengannya! Perjalanan ku sudah cukup Sampai disini! Selebihnya kamu harus mengurus hidupmu dan dirinya. Sebagai mantan calon suamimu, aku sudah membela mu yang di lecehkan oleh nya. Selebihnya semua itu ada ditangan mu! Ayo pulang!''
''Kak...''
Rayan tak peduli lagi. Hatinya begitu sakit saat ini. Melihat sang pujaan hati harus sepeti itu. Mulut dan hati berbicara lain. Jika dihatinya menginginkan Zahra tapi pikiran nya menolak karena Zahra sudah menjadi milik orang lain.
''Aku bisa apa??''
__ADS_1