Janda Kembang Season 2 ( Ternoda )

Janda Kembang Season 2 ( Ternoda )
Pasrah pada takdir


__ADS_3

Seminggu sebelum melahirkan.


POV Zahrani


Hari ini adalah hari ulang tahunku. Dimana kak Rayyan dan yang lainnya sedang berkumpul untuk merayakan hari ulang tahun ku yang ke tujuh belas tahun.


Di ulang tahunku yang ke tujuh belas tahun ini, aku sudah mendapatkan kado yang begitu istimewa dari Allah SWT. Yaitu kehamilan ku ini. Usia kehamilanku saat ini sudah memasuki sembilan bulan kurang seminggu lagi.


Kalau menurut dokter sih hpl nya Minggu depan. Entahlah. Aku pun tidak tau. Yang jelas, hati ini aku begitu bahagia karena bisa berkumpul dengan seluruh keluarga besar kita dan keluarga besar Kak Rayyan.


Suamiku, Kak Rayyan tidak berhenti tertawa saat saudara kembar ku membuat ulah. Ya.. Taulah ke empat adikku itu? 4 K. Keanu. Kenan. Kenta dan Kezia.


Hahaha.. sungguh. Ke empat adikku biang rusuh di keluarga kami. Walaupun begitu Mama dan Papa tidak pernah marah. Bahkan Mama dan Papa merasa sepi saat mereka kembali lagi ke asrama.


Di sudut sana ada seorang pemuda tampan mirip denganku. Tetapi sikapnya itu begitu dingin dan tidak tersentuh. Yang lainnya pada tertawa bersama tetapi lihatlah dirinya.


Dia malah sibuk dengan ponsel dan earphone nya! Ck! Dasar saudara kembar nggak ada akhlak!


Seluruh keluarga besar sudah sangat mengenal dengan saudara ku yang satu ini. Sifatnya yang selalu dingin dan irit bicara membuat kami tidak betah berlama-lama dengannya. Setiap kali pulang ke rumah, ia selalu lebih mementingkan ponselnya itu!

__ADS_1


Entah apa yang ada pada ponsel itu aku pun tak tau. Yang jelas aku kesal terhadap nya. Dasar bang Zidan! Tetapi ketika aku mendengarnya mengaji, hatiku tersentuh dan menangis.


Entah kenapa, aku pun tidak tau. Selama seminggu ia tinggal dirumah ini aku selalu bangun kalau sudah mendengar suara lantunan ayat suci yang ia senandungkan ketika tengah malam tiba. Tepat pukul 3 pagi diwaktu orang masih terlelap dalam tidur nya.


Aku sering kali mendapati dirinya menangis seorang diri. Yang entah karena apa. Ingin aku bertanya tetapi ia selalu menghindar dariku.


Abang ku yang satu itu sangat sulit untuk di tebak isi hatinya. Hahh. Sabar. Cuma itu kuncinya. Biarlah dia dengan urusan nya dan aku dengan urusan ku.


Aku pun sedang memikirkan nasibku ini. Aku tau.. hidup dan mati itu ketetapan Nya. Aku hanya bisa mengikuti kemana pun arah arus itu membawaku.


Dan hari ini. Aku melihat seluruh keluarga ku berkumpul semua. Umur tidak ada yang tau. Bisa saja sekarang aku berkumpul dengan mereka, tetapi Minggu depan? Siapa yang tau kalau aku sudah berpulang ke Rahmatullah??


Kalaupun itu terjadi padaku, aku ikhlas dengan keputusan takdir. Aku pasrah pada takdir ku. Semua ini sesuai dengan permintaan ku.


Aku ingin pergi tetapi setelahnya kembali lagi ke dunia ini dalam wujud yang baru. Wujud yang suci lahir dan batin. Aku kembali untuk menyempurnakan cinta kami yang sudah ternoda oleh ku.


Suami ku.. maafkan aku jika suatu saat aku pergi dari sisimu. Aku harap kamu bisa menerimanya. Jangan salahkan takdir.


Semua ini sudah tertulis di dalam lauhul Mahfudh. Aku harus pergi tetapi jiwa kau akan kembali lagi ke dalam wujud seorang gadis yang selama ini begitu mencintai mu..

__ADS_1


Semoga kamu kuat Kak.. semoga kamu bisa melewati semua ini dengan lapang dada. Semoga kamu sanggup untuk menghadapi Kenyataan ini.


Tunggu aku. Aku akan kembali lagi untuk menyempurnakan cinta kita berdua. Aku tidak akan berbuat semau ku lagi sama seperti yang dulu.


Aku akan lebih banyak mendalami ilmu agama. Di sisa umurku ini, aku hanya ingin melihatmu tertawa seperti ini.


Aku bahagia bila kamu bahagia Suamiku.. Cintaku.. hidup dan mati ku.. tetapi tidak sejalan. Takdir mu dan takdir ku berbeda.


Takdirku cukup sampai disini. Semoga kamu kuat Kak Rayyan.. Semoga kamu mampu. Sebelum waktu itu tiba, aku ingin menghabiskan hari-hari ku bersama mu di sisa hidupku.


Aku pasrah pada keputusan takdir jika memang sampai cukup disini saja kita berdua untuk bersatu. Tapi aku yakin, bahwa keinginan ku akan terwujud.


Sampai saat itu tiba, aku harap kamu bisa bertahan kak.. Aku titip kedua anak kita. Jaga dan sayangi mereka berdua seperti anak kandungmu sendiri.


Aku akan pergi setelah mengatakan hal ini kepadamu. Untuk sekarang, cukup hatiku saja yang berbicara.


Aku mencintai mu suamiku Ar Rayyan Putra Bhaskara.. sangat mencintai mu. Aku akan melakukan tugas terakhir ku sebagai istrimu. Semoga kamu bahagia setelah kepergian ku nantinya.


Semoga saja..

__ADS_1


POV end


__ADS_2