Janda Kembang Season 2 ( Ternoda )

Janda Kembang Season 2 ( Ternoda )
Kecewa


__ADS_3

''Apakah ini yang kalian inginkan?! Kalian ingin sekolah ini menjadi buruk di mata masyarakat karena ulah guru dan juga para siswanya?! Saya benar-benar kecewa! Pantas saja Pak Wawan menyerahkan tugas ini kepada saya. Agar saya bisa mendidik kalian menjadi lebih baik lagi! Ternyata.. bukan siswa penyebab nya. Tapi kalianlah penyebab nya! Guru di sekolah ini!''


Deg!


Deg!


''Saya malu sebagai pemilik sekolah ini. Bagaimana kalau berita ini sampai tersebar sampai keluar sekolah. Kalau kalian lah penyebab kehancuran dari sekolah ini! Saya tidak mau tau! Sekali lagi saya tegaskan! Sama seperti dulu. Bagi kalian yang ingin tetap mengajar di sekolah ini, maka ikuti aturan saya! Ikuti semua perintah saya!''


''Tapi apa yang kalian perbuat?! Kalian melanggar nya! Kalian melupakan janji kalian kepada saya! Bukankah Lima tahun yang lalu, kalian sudah di sumpah untuk hal ini?!''


Deg!


Deg!


Semuanya tertunduk takut. Mami Alisa begitu marah saat ini. Wajah nya begitu dingin. Papi Gilang selalu setia mengelus tubuh belakang nya.


''Saya kecewa kepada kalian! Benar-benar kecewa! Sebagai pemilik yayasan, saya telah gagal dalam mendidik bawahan saya untuk lebih baik lagi. Bukan nya lebih baik, tapi bertambah buruk. Ya Allah ya Tuhan ku.. dosa apa yang aku perbuat hingga aku harus menemukan orang-orang seperti ini. Orang-orang bermuka dua. Di depanku terlihat baik, tapi di belakang ku, kalian semua menusuk ku! Ya Allah .. seumur hidup baru sekali jadi pemimpin! Tapi sekali menjadi pemimpin, malah aku dipermalukan seperti ini. Ya Allah...'' lirih Mami Alisa dengan menutup kedua wajahnya.


Bahunya berguncang hebat. Papi Gilang memeluknya. ''Sabar.. ini ujian untuk kepemimpinan mu. Sabar dan tawakal sama Allah, hem?'' Mami Alisa tidak menyahut namun, isakan itu begitu lirih.


Semua yang ada di sana menunduk malu. Mereka tidak berani menatap Mami Alisa. Sementara Zahra semakin merasa bersalah.


''Maafkan saya Bu.. saya yang salah disini karena telah mendorong mereka tadi.. maaf.. saya siap bertanggung jawab untuk hal ini. Apapun yang menjadi keputusan ibu, saya pasrah. Saya ikhlas!'' lirihnya begitu pilu.

__ADS_1


Rayyan hanya bisa memegangi kedua tangannya untuk menguatkan. Mami Alisa menoleh pada Zahra yang sedang menangis dengan kepala di perban.


Baju putihnya begitu banyak mengeluarkan darah. ''Kasihan sekali putriku.. bahkan demi menyelamatkan ke delapan orang ini ia rela di hukum! Baik, aku sudah mengambil keputusan! Aku akan adil kepada semuanya! Bismillah!'''


Mami Alisa menarik nafasnya. Papi Gilang tetap setia disampingnya. ''Baik. Seperti yang saya dengar tadi, jikalau Zahrani yang telah mendorong kalian semua bukan? Dan kalian balas menghadang nya begitu?? Baik. Pak Husen, Ibu Yulita dan semua dewan guru disini, untuk sementara saya berhentikan dari sekolah ini!''


Deg!


Deg!


''Bu...''


''Nyonya...'' ucap semua guru yang sedang ikut rapat disana.


Deg!


Deg!


''Nyonya...'' panggil mereka lagi. Semua dewan guru menatap sendu padanya.


Sekarang beralih pada ke delapan murid di hadapan nya. ''Kalian semua saya skor selama satu bulan! Kalian hanya boleh belajar dirumah! Tidak di sekolah ini! Sekolah ini akan tetap berjalan seperti biasanya! Kalian ber delapan akan saya pantau! Akan ada penjaga saya letakkan dirumah kalian. Termasuk kamu Zahrani putri Alamsyah! Tidak ada pengecualian! Kalian paham?!''


Semuanya menunduk. Mereka semakin merasa bersalah saja kepada kepala yayasannya ini.

__ADS_1


Rayyan tersenyum saat menatap Mami Alisa melihat nya. ''Rapat hari ini cukup sampai disini! Mulai besok, kalian sudah bisa berhenti untuk mengajar! Tapi ingat! Saya menskors kalian semua! Karena kalian semua bersalah disini! Seharusnya, kalian sebagai guru bisa mendidik murid kalian dengan baik agar tidak terjadi masalah seperti ini! Sebagai guru, tugas kalian itu mendidik menjadi baik! Bukan malah sebaliknya!''


''Sebelum menuduh seseorang atau siapa pun itu, cari dulu buktinya. Telaah dulu masalahnya. Baru kalian bisa memutuskan. Apakah ia bersalah atau tidak. Jangan terus di rundung seperti itu! Saya juga pernah di posisi kalian semua! Tapi saya tidak pernah sekalipun mencari masalah seperti ini. Kalian tau karena apa?''


Semuanya tetap memilih diam. ''Semua ini demi kedua orang tua saya! Saya ingin mereka bangga memiliki putri seperti saya. Yang patuh dan penurut kepada orang tua! Tujuan saya sekolah itu bukan untuk perundungan! Tapi untuk belajar! Menuntut ilmu! Agar saya tau, mana yang bisa dan tidak saya lakukan! Dan mana yang baik dan yang buruk!''


''Kalian disini untuk menuntut ilmu. Ingat itu. Cukup sampai disini, Papi. Siapkan semua orang mu untuk menjadi satpam sementara untuk menjaga mereka agar tidak berulah. Termasuk putriku! Tidak ada pilih kasih! Semuanya sama.'' katanya pada Paoi Gilang.


Papibgilsng mengangguk, ''Saya ingatkan sekali lagi! Jika sampai masalah ini muncul ke depan nya setelah saya menskors kalian semua, maka.... saya akan menutup rapat sekolah ini! Bangunan sekolah ini akan saya runtuh kan! Dan akan saya jadikan ladang usaha saya! Bukan lagi ladang pahala bagi saya dan suami saya! Sekian dan terimakasih! Assalamualaikum! Zahrani! ikut Mami pulang!'' ketusnya begitu dingin hingga menusuk ke relung hati mereka semua yang paling dalam.


Bu Nurhalimah tersenyum melihat Mami Alisa. ''Terimakasih Bu.. anda telah berlaku adil untuk kami semua. Bukan hanya murid tapi kami juga Anda hukum. Saya percaya dengan keputusan Anda, Bu. Terimakasih banyak!'' lirihnya setelah melihat Mami Alisa berlaku meninggalkan sekolah itu bersama suami, dan orang tua Zahrani begitu juga dengan Rayyan.


Pemuda itu sengaja mengikuti mereka untuk memastikan kalau Zahra akan baik-baik saja. Setelah Mami Alisa pulang, kini sekolah itu mendadak sunyi.


Semuanya seakan takut dengan perkataan Mami Alisa. Sekolah mereka akan diratakan dengan tanah, jika sampai hal itu terjadi lagi.


Sementara Rayyan kembali ke kelas nya, karena sisa waktu belajarnya hanya tinggal empat jam lagi sebelum pulang.


Ia mengikuti pelajaran dengan tenang. Sempat terharu tadi dengan keputusan sang ratu. Apakah Sang ratu akan memilih sepihak saja dalam menghukum?


Ternyata dugaan Rayyan salah. Sang ratu begitu adil dalam memberikan hukuman. Ngomong-ngomong tentang semua guru di skors? Lantas siapa yang akan mengajari mereka semua?


Hemm.. sang ratu yang merupakan Mami Rayyan itu tidak bisa di tebak. Pasti semuanya penuh dengan misteri.

__ADS_1


__ADS_2