
Dimas selesai mandi tepat seperti yang ia katakan pada Rayyan tadi. Cukup sepuluh menit, Dimas sudah selesai. Ia memakai baju dan berdiri di belakang Rayyan yang sudah mengangkat takbir pertama.
Dimas pun mengikutinya. Mereka sholat dengan khusyuk. Dimas sempat menangis ketika sebuah surah yang dibacakan Rayyan begitu menyentuh hatinya tetapi tidak berhenti untuk sholat.
Ingat, ketika berhenti sholat dikala kita sudah memulainya baik itu karena terkejut ataupun karena hal lain, janganlah di hentikan. Lanjutkan saja. Karena ketika kamu berhenti sholat disaat kamu sudah memulainya itu sama saja seperti kamu meruntuhkan satu tiang mesjid!
Maka dari itu Dimas tetap mengikuti pergerakan Rayyan hingga selesai. Setelah selesai, Dimas benar-benar menangis. Suara tangisan itu begitu sakit saat Rayyan mendengar nya.
Ia memeluk tubuh kurus Dimas dengan erat. Mereka menangis bersama. Mami Alisa yang baru saja ingin masuk pun berhenti karena mendengar suara Isak tangis dari kedua putranya.
Ia melangkah masuk dan melihat dua saudara tidak sedarah sedang saling berpelukan dengan Dimas bersujud di sajadah nya.
''Menangislah jika dengan menangis membuat hatimu lega. Terkadang kita tidak bisa berbicara untuk mengungkap kan rasa yang ada di hati kita. Tetapi dengan kita menangis, hati akan sedikit merasa lapang dan lega karena apa yang sudah kita pendam di dalam hati terlepas melalui air mata yang keluar. Menagislah.'' Ucap Mmai Alisa pada keduanya.
Mereka berdua terus saja menangis. Suara tangisan itu sahut menyahut antara Dimas dan Rayyan. Jika menurut orang lain mereka itu cengeng sebagai lelaki, biarkan saja. Toh, sakit hati mereka bukan orang lain yang tau bukan?
__ADS_1
Hanya dengan cara mengisi kita bisa melepaskan rasa sesak yang membelenggu di hati kita.
Sama seperti Dimas dan Rayyan saat ini. Keduanya saling menangis satu sama lain. Tetapi anehnya suara tangisan itu begitu berirama. Mami Alisa yang sedang terisak pun terkekeh.
Mendengar suara kekehan sang Mami, Rayyan menoleh. Ia melihat sang Mami yang kini tengah terkekeh tapi air mata mengalir deras di pipi tua sang Mami.
Rayyan mengurai pelukannya dari tubuh Dimas. ''Hiks.. Mami nangis kok sambil tertawa sih? Hiks..'' tanya Rayyan masih terisak.
Mami Alisa terkekeh lagi, suara kekehan Kami Alisa begitu lucu. Menangis tapi terkekeh. Ada-ada saja wanita paruh baya ini. 🤣
''Hah? Hiks.. geli? Geli kenapa Mi? Hiks..'' tanya Rayyan lagi.
Dimas yang mendengar nya pun ikut Terkekeh geli. Menangis tetapi terkekeh. Gimana sih? Ck. Hadeeeuuhh .. puyeng Othor! 🤣
''Hiks.. hehe.. kalian tuh lucu kalau sedang menangis berdua kayak gini. Hiks.. hehe..''
__ADS_1
Rayyan dan Dimas saling pandang. Wajah tampan itu sembab dengan air mata. Mereka terisak tapi Terkekeh kala mereka berdua nyambung dengan ucapan sang Mami.
Dari kekehan berubah menjadi tertawa keras. Siapa lagi kalau bukan Rayyan dan Dimas. Mami Alisa pun ikut sama.
Papa Rian dan Papi Gilang terkejut mendengar suara tawa yang berasal dari kamar Dimas. Mereka berdua berlari dengan cepat.
Tiba di depan pintu kamar Dimas, kedua paruh baya beda usia tertegun dengan pemandangan di depan mata mereka. Keduanya pun ikut terkekeh kala menyadari wajah ketiganya sembab karena menangis.
Menangis tapi terkekeh. Gimana itu coba? 🤣
Kedua paruh baya itu masuk ke kamar Dimas dan bergabung disana. Dimas menatap sendu pada Papa Rian. ''Sudah. Jangan melihat Papa seperti itu. Papa sudah mengabulkan apa keinginan mu. Dan sekarang, waktunya kamu harus mengabulkan keinginan Papa!''
Dimas tersenyum, ''Tentu. Dimas akan berusaha untuk sembuh dan kembali seperti sedia kala. Mami, Papi, Abang. Terimakasih. Terimakasih karena kalian sudah menjengukku ku disini. Aku berjanji, setelah ini aku akan terus berusaha untuk sembuh dan kbali seperti sedia kala. Terimakasih Abang.. aku sayang Abang..'' ucap Dimas dengan memeluk erat tubuh Rayyan.
''Sama-sama Dek. Abang pun sayang sama kamu.'' Dua saudara tidak ada ikatan darah tapi mereka berdua seperti saudara kandung. Tiada yang lebih indah dari semua ini.
__ADS_1
Jikalau Dimas itu perempuan, othor yakin. Saat ini ia pasti ingin dinikahi oleh Rayyan karena sangat menyayangi dan mencintai Abang berbeda darah dengan nya.