Janda Kembang Season 2 ( Ternoda )

Janda Kembang Season 2 ( Ternoda )
Praduga


__ADS_3

Zahra dibaringkan diranjang setelah ia selesai mandi. Sebelum dokter memeriksanya, Zahra terlebih dahulu sholat dhuhur. Baru setelahnya, Zahra diperiksa oleh dokter.


''Bisa diangkat sedikit hijabnya? Kayaknya pelipisnya ini lukanya lebar dan harus di jahit tiga jahitan saja.'' Kata dokter Ridwan.


Dokter keluarga Papa Reza. Mami Alisa mengangguk, ''Tentu, Mami buka sedikit ya Nak??'' tanya Mami Alisa.


Zahra mengangguk, toh yang disentuh cuma pelipisnya doang. Sedangkan tubuhnya? Semuanya sudah tersentuh! Zahra menundukkan kepalanya saat Dokter Ridwan melihat mata Zahra berkaca-kaca.


Ada apa dengan Zahra?


Ingin sekali bertanya, namun tidak berani. Ia takut ikut campur dalam urusan keluarga Reza ini. Keluarga yang dulunya pernah menolong keluarga nya.


Zahra memejamkan matanya saat obat bius di letakkan di dahi yang terluka. Dokter Ridwan terus saja menatap mata Zahra. Walau tangan sibuk bekerja, tapi tatapan mata itu tidak lepas dari mata Zahra yang tadinya mengembun saat sekilas melihat nya.


Dahi Zahra robek sedikit dan itu harus dijahit terlebih dahulu. Ia meringis menahan sakit saat jarum runcing itu menjahit dahinya. Setetes air mata jatuh di pelupuk mata Zahra yang terpejam.

__ADS_1


Kamu kenapa nak? Selama yang Paman tau, kamu tidak pernah sesedih ini. Ada apa? Apa yang terlewat hingga Paman tidak mengetahui nya? Mata mu itu. Tatapan mata mu begitu terluka. Luka yang entah seperti apa. Yang jelas, kamu sangat terluka.. lirihnya dalam hati saat melihat Zahra terisak-isak.


Mami Alisa memeluk tubuh menantunya itu. Ia mengelus lengan halus yang tertutup hijab panjang itu.


Ya Allah.. betapa kotornya diriku.. rasanya aku tidak pantas untuk berkumpul bersama dengan mereka. Aku harus apa? Aku takut tersentuh dengan lelaki lain, tapi malah diriku ternoda! Haaaaa... ya Allah... aku nggak kuat! Aku menyerah! lirih hati Zahra semakin tersedu.


Dokter Ridwan memegang tangan Zahra yang sedang menangis itu. Ia mengernyitkan dahinya saat merasakan ada yang lain dari denyut nadi Zahra.


Sekali lagi ia memegang urat nadi Zahra yang tidak tertutup baju. Lagi, ia mengernyitkan dahinya saat merasakan denyut nadi yang tak biasa dari tubuh Zahra.


''Apakah terjadi sesuatu dengan Zahra? kenapa aku merasa.. jika Zahra sedang hamil?? Ah, nggak mungkin! Ini praduga ku saja. Kita tunggu satu Minggu lagi untuk memastikan.


Dokter Ridwan melihat Mami Alisa begitu menyayangi Zahra. Sedikit tidaknya pun ia tau jika putra dari keluarga terpandang, Gilang Bhaskara akan menikahkan putra mereka dengan Zahra ketika lulus nanti. Tapi ini??


Timbul praduga-praduga aneh di hati dan pikiran Dokter Ridwan. Ia ingin berbicara dengan lelaki yang sedang duduk di pojok itu. Wajah itu begitu sendu, namun tersirat kuat.

__ADS_1


Dirasa cukup, Dokter Ridwan bangkit dan memberikan kode pada Papa Reza dan Papi Gilang. Kedua orang itu paham.


Mereka mengangguk, ''Sayang, Abang antar dokter dulu ya? Ada yang perlu kami bicarakan sebentar!'' kata Papa Reza pada Mama Rani.


Mama Rani mengangguk, namun wajah itu begitu kentara terlihat sendunya. Dokter Ridwan tau itu.


''Ya,'' sahut Mama Rani dengan segera naik ke ranjang Zahra dan ikut memeluknya. Dua paruh baya itu tersedu melihat keadaan Zahra.


Zahra yang dulunya kuat kini berubah menjadi begitu rapuh saat ini. Yang dulunya periang, kini berubah begitu pendiam setelah sesuatu terjadi pada dirinya.


''Sabar... Apa yang kamu bilang sama kamu kemarin? hem?'' kata Mami Alisa pada Zahra yang sedang sesegukan dalam pelukannya dan Mama Rani.


Zahra tidak menyahuti. Hanya sesegukan sebagai jawaban dari pertanyaan Mami Alisa. ''Ingat Nak.. hanya yang mampu dan bisa yang melewati ini semua ini. Sabar.. Allah tau yang terbaik untukmu.'' Zahra semakin erat memeluk tubuh Mami Alisa dan juga Mama Rani.


Sementara diluar sana, dua orang paruh baya itu sedang berbicara serius. ''Minggu depan Zahra harus diperiksa ke dokter obigyn. Ini hanya praduga saya, kalau Zahra saat ini sedang mengandung!''

__ADS_1


Deg!


Deg!


__ADS_2