Janda Kembang Season 2 ( Ternoda )

Janda Kembang Season 2 ( Ternoda )
Rasa bersalah


__ADS_3

Jika ke lima paruh baya itu sedang memikirkan masa depan Zahra dan Rayyan, berbeda di salah satu ruang rumah sakit ternama di kota Medan.


''Ray... Ra.. hiks.. maaf.. maafkan aku.. aku salah.. maafkan aku Ray.. Ra... hiks.. hiks..'' isaknya begitu pilu.


Sudah dua hari ini ia selalu menangis. Ada seorang suster yang selalu bersedia menemani nya. Suster itu sangat merasa kasihan akan hidup pemuda tanggung itu.


Hidup dalam rasa bersalah itu sangatlah tidak nyaman dan tidak menyenangkan. Ia menangis tersedu saat mimpi yang ia alami menjadi nyata.


Ia mendapat kabar kalau Zahra sudah menikah dengan Rayyan karena kesalahannya. Ia Tidak tau harus berbuat apa. Ingin bertanggung jawab, tapi dirinya masih terluka seperti itu.


Pukulan yang Rayyan berikan padanya begitu telak. Hingga membuat tulang rusuknya patah. Masih teringat olehnya perkataan Rayyan yang begitu menusuk jantung dan seluruh tubuhnya.


''Apa yang kau lakukan brengsek! Kau telah menodai nya!! Apa yang ada didalam otak mu huh?! Zahra itu calon istriku! Tapi kenapa kau tega menodai nya?! hiks.. kau tega Bro!! Kau tega membaut ku terkula seperti ini! Jika kau memang menginginkan nya aku rela melpasnya untuk mu. Asalkan Zahra bahagia aku rela! Aku ikhlas! Tapi bukan dengan cara seperti ini Bro!! hiks.. hiks.. sakit!!!''


Bugh..


Bugghh..


Bugghh..


Rayyan kalap dan memukul sahabatnya itu begitu beringas. Ia tidak sadar dengan perbuatannya itu membuat sang sahabat menjadi terluka parah.

__ADS_1


''Aaaarrrgghhtt.. kenapa Bro!!!! Kenapa?!?! Aaaaaaaaaa....'' Rayyan meraung disana dengan air mata yang bercucuran.


Ia mengamuk sejadi-jadinya. ''Hiks.. kamu jahat Bro! bersaing secara sehat denganku! Bukan malah merebutnya dengan cara menodainya seperti ini!! Aaaaaaaaaa...'' Raung Rayyan lagi begitu terluka.


Pemuda itu terisak di tanah yang dingin. Sedangkan Zahra juga menangis tersedu di gudang itu.


''Katakan padaku jika kamu sangat menginginkan nya! Aku rela melepaskannya untukmu, Bro!! Kita saudara Bro! Sedari kecil kita selalu bersama. Apakah kamu tidak mengenali sifat ku seperti apa?? Lihat Zahra sekarang?? Apa yang telah kamu lakukan padanya?? Ia hancur!! masa depannya terputus! Semua itu karena mu, Bro!!! Aku kecewa! Benar-benar kecewa! Kalaulah kamu mengatakan hal ini jujur kepadaku, kamu Tidak perlu sampai sejauh ini Bro!! Hiks.. sekarang apa Yang kan terjadi?? Setelah ini kamu akan pergi ke Jakarta. Ikut Papa mu? Lalu, bagaimana dengan Zahra?? Apakah kamu akan meninggalkan nya sama seperti pagi ini?!''


''Setelah kamu mendapat kan kehormatan nya, kamu ingin kabur begitu?! Oh, ayolah Bro! Ini bukan sahabatku! Kamu orang lain! Apa kamu kerasukan?! Kenapa Bro?! Kenapa?!?! huh?!?! Aaaaaaaaaa...'' Raung Rayyan untuk yang kesekian kalinya.


Rayyan benar-benar kecewa dan terluka dengan kelakuan sahabatnya ini. Sahabat yang sudah Rayyan anggap seperti saudara.


''Jelaskan Bro! Apa alasannya kamu menodai nya!?? Ada apa denganmu?! Kamu seperti bukan sahabatku saja. Jelaskan Bro! Jika kamu mencintai nya tidak mungkin kamu merusaknya??''


Lidahnya tercekat untuk menyahuti ucapan Rayyan. Seluruh tubuhnya begitu sakit. Tapi tidak sebanding dengan rasa sakit yang Rayyan rasakan saat ini karena telah membuatnya kecewa.


Lemas di seluruh tubuhnya begitu terasa. Setelah satu makanan menggempur Zahra, kini di pukuli oleh Rayyan hingga bercucuran darah. Bahkan tulang rusuk sebelah kanannya patah saat itu.


Ia menunduk, bibirnya bergetar. ''Ma-maaf Ray.. A-aku khilaf...''


Deg!

__ADS_1


Deg!


Rayyan mengepalkan kedua tangannya. ''Kenapa Bro?!''


Ia terdiam dengan terus terisak. Sakit sekali melihat sang sahabat begitu terluka karena dirinya. Sekuat tenaga ia berusaha untuk menyahuti Rayyan.


Wajahnya membengkak saat ini. Begitu sakit. Tapi ia tidak peduli. ''B-bro.. ma-maaf.. hiks.. A-alu khilaf.. A-aku begitu mencintai dirinya.. A-aku sering kali mendapati dirinya menangis seorang diri di ujung gudang ini. A-aku mendekatinya untuk sekedar menguatkan nya karena perlakuan di-dingin mu.. hiks.. A-aku salah Ray.. ma-maaf.. hiks...'' isaknya sambil berusaha duduk.


Tapi tidak bisa. Rayyan tak sampai hati Melihat nya. Ia mendekati sahabatnya yang sudah ia anggap seperti saudara sekandung itu.


''Pelan-pelan..'' kata Rayyan saat mencoba mendudukkan tubuhnya dan ia senderkan di tepi kardus-kardus yang berserakan diluar gudang itu.


''Ma-maaf Bro.. aku salah.. aku khilaf.. aku begitu terluka saat ia mengatakan padaku jika aku tidak sebaik dirimu. Jika aku tidak setampan dirimu. Aku tidak segagah dirimu. Aku tidak sempurna seperti dirimu..'' lirihnya dalam pelukan Rayyan.


Rayyan memeluk tubuh sahabatnya itu begitu erat. ''Tapi nggak gitu caranya Bro.. kamu salah padanya..'' lirih Rayyan di telinga sahabat nya itu.


Ia terisak. ''Ia me-mengatakan kalau aku tidak bisa memiliki keturunan karena penyakit ku. Aku mandul Bro! mandul! Penyakit ku ini sudah terbukti! Aku kalap saat ia menghina kekurangan ku! Aku kesal padanya. Aku marah padanya. Demi membuktikan hal ini kepada nya makanya aku terpaksa melakukan hal ini. Hiks.. maaf Bro.. aku salah.. aku khilaf.. aku menyadari nya saat ia memanggil namamu saat aku menyentuh tubuhnya.''


''Tapi aku tidak bisa berhenti. Aku merasakan sesuatu yang lain saat menyentuhnya. Maaf Ray.. maaf... aku salah.. maafkan aku.. hukum aku! Asal jangan tinggalkan aku! Aku akan mati bila kita berpisah Ray.. aku mohon Ray..'' lirihnya semakin erat memeluk tubuh Rayyan.


Rayyan semakin menangis saat mendengar penjelasan nya. Sahabat yang sudah dia anggap menjadi saudara olehnya kini benar-benar rapuh ketika ada seseorang yang yang menghina kekurangan nya.

__ADS_1


Ia terluka karena penghinaan Zahra. Sekarang, apa yang harus ia perbuat. Semua ini telah terjadi. Yang tersisa hanya rasa kecewa dan terluka.


__ADS_2