
Jacob menghempaskan bokongnya ke sofa, begitu Ayahnya keluar meninggalkan ruang kantornya.
Emosinya jadi tidak stabil karena bertemu lagi dengan Ayahnya, yang tidak tahu malunya datang menemuinya.
Tidak ada perasaan rindu sedikitpun pada pria tua itu, yang ada hanya rasa benci yang kembali muncul dari dasar hatinya.
Jacob merasakan kepalanya jadi berat, karena emosinya yang naik.
"Kak, apakah kau baik-baik saja?" tanya Naomi, lalu perlahan bangkit dari duduknya.
Karena perutnya yang sudah membesar, langkah Naomi tidak bisa cepat seperti biasa.
Dengan langkah perlahan, Naomi menghampiri Jacob yang duduk di sofa.
Jacob meletakkan kepalanya ke sandaran sofa, lalu memejamkan matanya untuk meredakan perasaannya yang campur aduk.
Dengan pelan Naomi duduk di samping Jacob, menyentuh lengan Jacob dan mengelusnya perlahan.
Merasakan sentuhan lembut tangan Naomi, perasaan Jacob perlahan merasa tenang, memikirkan kejadian masa lalu yang tiba-tiba terlintas di pikirannya.
Perlahan Jacob membuka matanya, lalu duduk tegak.
"Bagaimana kalau kita pulang untuk beristirahat kak?" kata Naomi mengusulkan pada Jacob, agar mereka pulang saja.
Karena melihat kondisi suaminya itu, sepertinya Jacob perlu istirahat untuk menenangkan pikiran dan emosinya yang meningkat.
Jacob menatap wajah Naomi, perasaan Jacob semakin tenang menatap mata indah istrinya itu.
Perlahan Jacob menunduk, lalu mengecup bibir Naomi, dan sungguh manjur! perasaan Jacob semakin tenang.
Dengan pelan bibir Jacob memperdalam ciumannya, dan perlahan mulai mengulum bibir istrinya yang kenyal.
Naomi memejamkan matanya menikmati ciuman Jacob, dan dengan perlahan mulai membalas ciuman suaminya.
__ADS_1
Perasaan Jacob semakin tenang, pikirannya mulai terisi oleh sosok Naomi, dan betapa dia mencintai istrinya itu.
Balasan Naomi terasa membuat otak Jacob terbuai, akan lembut dan lihainya bibir mungil Naomi membuat dirinya melayang dan semakin rileks.
"Sayang" gumam Jacob di antara ciuman mereka, dan lidahnya bertemu dengan lidah Naomi.
Mereka saling mengulum dan menyesap, sampai menimbulkan suara pada ciuman mereka.
Sampai tubuh Jacob terasa panas dan Naomi kehabisan nafas, barulah mereka menghentikan ciuman mereka.
Jacob merasa kembali ke dunia nyata, setelah ciuman yang panjang itu. Istrinya adalah obat untuk menghilangkan kejadian masa lalunya.
"Bagaimana perasaan mu kak?" tanya Naomi dengan lembut.
"Sudah baikkan sayang" ujar Jacob menyentuh pelipisnya.
"Baguslah, lebih baik kak Jacob istirahat di rumah saja!"
"Iya sayang, Ayo kita pulang!"
Ayah Naomi menyambut mereka di ruang tengah.
"Sudah pulang? tadi mobil box datang mengantarkan perlengkapan bayi!" sahut Julius.
"Iya Pa, bagaimana menurutmu warna tempat tidur bayinya, apakah cantik?" tanya Naomi menyambut tangan Ayahnya yang terulur untuk memeluknya.
"Iya nak, cantik, cucuku ternyata seorang bayi lelaki, Papa senang sekali nak!" Julius memeluk putrinya itu dengan bahagia, lalu mengecup puncak kepalanya dengan sayang.
"Kak Jacob mau istirahat, dia ada masalah tadi, suasana hatinya lagi tidak nyaman, aku ingin menemaninya sebentar!" ujar Naomi setelah mereka melepaskan pelukan mereka.
"Iya nak, pergilah temani suamimu!" kata Julius menganggukkan kepalanya, "Lelaki itu kalau tertekan sangat memerlukan seseorang untuk menghiburnya, terutama istrinya nak, karena itulah seorang istri adalah penolong bagi suaminya!" bisik Julius di telinga Naomi.
Naomi tersenyum mendengar bisikan Ayahnya tersebut, dia jadi semakin tahu bagaimana untuk menyenangkan hati Jacob.
__ADS_1
Naomi meraih lengan Jacob untuk di rangkulnya.
"Papa kami naik dulu!" sahut Jacob.
"Ya, pergilah, aku akan bantu untuk merangkai tempat tidur cucuku!" kata Julius.
"Terimakasih Pa!" sahut Naomi, lalu melangkah bersama Jacob naik untuk beristirahat.
"Apakah kak Jacob mau membersihkan badan dulu?" tanya Naomi kepada Jacob setelah mereka masuk ke dalam kamar.
"Tidak, aku ingin langsung tidur saja!" jawab Jacob sembari membuka jasnya.
"Baiklah!" Naomi menerima jas Jacob beserta dasinya, lalu di bawa Naomi ke dalam walk in closet.
"Kemarilah sayang!" sahut Jacob, setelah Naomi keluar dari dalam walk in closet.
Jacob menepuk bantal di sampingnya.
Naomi perlahan naik ke tempat tidur, dan meletakkan tubuhnya pada tempat yang baru saja di tepuk Jacob.
"Mari kita beristirahat, sangat nyaman kalau sambil memeluk tubuhmu sayang!" ucap Jacob memeluk tubuh Naomi yang tetap ramping, walaupun perutnya sudah membesar.
Naomi tersenyum saja mendengar apa yang di katakan Jacob, dia merasa bersyukur bisa membuat Jacob merasa nyaman dengan memeluk dirinya.
Mereka pun kemudian tertidur sampai satu jam lebih kemudian, dan itu membuat tubuh Jacob terasa segar, dan kepalanya terasa ringan.
"Malam ini kita makan di luar ya, kita ajak Papa mertua makan bersama di luar!" kata Jacob, setelah mereka bangun dari istirahat mereka.
Dan, sekarang mereka masih berbaring, karena masih ingin bermalas-malasan, sambil mengobrol.
"Iya kak, terimakasih!" ucap Naomi senang, suaminya itu perhatian juga kepada Ayahnya.
"Iya sayang!" Jacob membelai rambut Naomi yang tergerai ke bantal.
__ADS_1
Perasaan Jacob sudah begitu tenang, begitu juga pikirannya, dia sudah melupakan kejadian di kantor tadi.
Bersambung.....