Jangan Mendekat Gadis Kecil

Jangan Mendekat Gadis Kecil
41. Toko roti.


__ADS_3

Naomi tidak menyangka diterima juga bekerja ditempat Linda bekerja, ini suatu keberuntungan baginya.


Akhirnya dia bisa bekerja dan menghasilkan uang sendiri, ini luar biasa! Naomi begitu senang.


Mereka bekerja dari jam dua siang sampai jam tujuh malam, jadi tidak terlalu malam sekali untuk pulang kerumah.


Naomi dan Linda begitu bersemangat memulai pekerjaan mereka, mereka terlihat begitu gesit melakukan pekerjaannya.


Wajah mereka terlihat begitu ceria, dengan senyuman yang selalu merekah dibibir mereka, menyambut pembeli yang datang membeli roti ke toko tersebut.


"Ternyata menjadi Pelayan toko roti tidak begitu berat ya, malah justru sangat menyenangkan!" kata Naomi di sela-sela istirahat mereka yang hanya sepuluh menit untuk meregangkan tubuh dan duduk sebentar.


"Iya, benar..untung saja tadi kau langsung bisa diterima, aku jadi ada teman!" kata Linda.


"Iya, untung saja!" angguk Naomi.


Tidak berapa lama waktu istirahat mereka berakhir, dan kembali bekerja melayani pembeli yang kembali berdatangan membeli roti.


Ada juga pelanggan yang makan di toko tersebut, karena beberapa meja juga disediakan bagi pelanggan yang datang hanya sekedar makan roti dan menikmati secangkir teh atau kopi.


Sementara dikantor Jacob, sesuai jadwal yang telah diatur, Jacob dan Don berangkat menuju lokasi tempat pertemuan klien mereka yang akan membeli Panthouse mewah milik Jacob.


Sebuah cafe makanan cepat saji, klien mereka menunggu disebuah meja dengan empat kursi.

__ADS_1


Seorang pria yang kelihatannya sudah berkeluarga.


Begitu Jacob dan Don datang, pria tersebut langsung mengangkat tangannya untuk memberi kode pada Pelayan cafe tersebut.


"Ya Tuan, ada yang bisa saya bantu?" tanya Pelayan yang datang menghampiri meja mereka.


"Dua cangkir kopi lagi dan camilan ringan," kata pria tersebut kepada Pelayan itu.


"Baik Tuan!" angguk Pelayan itu.


Jacob dan klien tersebut mulai membicarakan masalah Panthouse, membicarakan harga dan fasilitas apa saja yang ada didalam Panthouse.


Don yang lebih banyak bicara pada klien, sementara Jacob cenderung lebih banyak diam.


Matanya melihat ke sekitar jalanan dan seberang jalan, ke toko-toko yang tampak banyak pelanggan yang keluar masuk toko.


Mata Jacob terpaku kesebuah toko, menatap tajam seperti melihat sesuatu yang tidak dipercayainya.


Mata Jacob lebih dipertajamkannya untuk melihat ke seberang jalan, ke sebuah toko yang tepatnya sebuah toko roti.


Jacob melihat Naomi melayani pelanggan roti, menyajikan sesuatu ke atas meja pelanggan, lalu tersenyum pada pelanggan tersebut.


Dengan reflek Jacob bangkit dari duduknya, dia merasa matanya sepertinya salah melihat sosok Naomi, mungkin hanya mirip saja.

__ADS_1


"Ada apa Tuan?" tanya Don heran melihat Jacob tiba-tiba bangkit berdiri.


"Kalian diskusikan dulu masalah harganya, dan harga jualnya tidak bisa kurang lagi..aku keluar sebentar!" kata Jacob langsung berjalan meninggalkan Don bersama klien mereka.


Jacob bergegas keluar dari cafe cepat saji tersebut, berjalan menuju toko roti diseberang jalan.


Dengan langkah panjang akhirnya Jacob sampai juga didepan toko roti, dengan cepat tangannya membuka pintu toko.


Dan masuk kedalam, matanya langsung diedarkannya memandang pada setiap Pelayan toko roti tersebut.


"Selamat datang Tuan, apakah anda mau beli roti..toko kami menyajikan roti yang terbaik, dan baru siap dari panggangan!" seorang Pelayan toko menyambut Jacob yang masuk kedalam toko roti tersebut.


Jacob tidak menghiraukan apa yang dikatakan Pelayan itu, matanya sibuk mencari sosok Naomi.


Dan, akhirnya dia melihat sosok gadis yang membuatnya dari tadi tidak bisa tenang.


Naomi tampak melayani pembeli yang sedang membeli roti, dengan wajahnya yang ceria dan senyuman yang selalu mengembangkan dibibirnya.


Wajah Jacob langsung berubah, melihat kalau Naomi memang yang dia lihat dari cafe cepat saji dari seberang jalan.


Jacob tidak menyangka Naomi bekerja jadi seorang Pelayan ditoko roti, dan ini membuat wajah Jacob semakin menggelap menahan marah.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2