
Naomi kembali ke aktifitasnya, kembali kuliah setelah cuti selama sebulan.
Perubahan pada Naomi sungguh berbeda setelah jadi istri Jacob, gadis kampung yang biasa-biasa saja berubah menjadi istri seorang konglomerat yang super kaya.
Jacob begitu memanjakan istrinya tersebut, membelikan Naomi mobil mewah, dan memberikan seorang sopir wanita yang merangkap menjadi Bodyguard Naomi.
Pakaian dan aksesoris Naomi semuanya barang edisi terbatas, Naomi menjadi seorang gadis yang berkelas, dan elegan.
Begitu Naomi turun dari mobil, semua mata memandang Naomi.
Sebagian teman sekampus Naomi mengenal siapa Naomi, seorang gadis pindahan dari kampung, dan seorang gadis miskin yang di kuliahkan oleh kakak iparnya.
Mereka tidak percaya melihat penampilan Naomi setelah lama tidak terlihat.
Para mahasiswi berbisik membicarakan Naomi yang berubah menjadi seorang gadis yang semakin cantik dan berpakaian edisi terbatas.
"Menurutmu, apakah seorang gadis biasa dan miskin seperti dia, bisa menjelma menjadi gadis konglomerat kalau bukan melakukan sesuatu?" bisik-bisik mahasiswi yang memandang Naomi mulai berpikiran negatif tentang Naomi.
"Ya, kau benar, pasti sesuatu, itu kan sudah biasa dilakukan seorang gadis yang penyuka barang mahal!" ujar yang lain.
"Apa kalian tidak tahu, kalau dia sudah menikah dengan kakak iparnya, menggantikan kakaknya yang sudah meninggal?" sahut yang lain.
"What!!" semua pada terkejut.
"Dari mana kau tahu kalau dia menikah dengan kakak iparnya?" tanya yang lain.
"Lihat ini..!" siswi yang mengatakan Naomi telah menikah dengan kakak iparnya menunjukkan media sosialnya.
Semua mata terbelalak melihat foto pernikahan Naomi dengan Jacob, mulut mereka sampai menganga tidak percaya melihat foto pernikahan Naomi.
Dan harga gaun pengantin yang dikenakan Naomi sungguh fantastis, membuat lutut mereka gemetar tidak percaya.
Pernikahan impian setiap gadis, dengan cincin pernikahan yang begitu mahal.
__ADS_1
"Astaga! sungguh beruntung sekali dia dapat menikah dengan seorang duda kaya raya, aku juga mau mendapatkan duda seperti Jacob!" sahut mereka dengan mata berbinar melihat foto pernikahan Naomi.
Mereka meneteskan air liur merasa iri dengan kehidupan yang didapat Naomi, menjadi Nyonya muda konglomerat.
Sementara Naomi sendiri, merasa tidak nyaman karena fasilitas yang diberikan Jacob, dan juga tidak nyaman, karena menjadi bahan perbincangan dan perhatian di kampusnya.
Saat pulang kampus Naomi sudah ditunggu oleh sopir pribadinya, menunggu Naomi berdiri disamping mobil.
Begitu Naomi mendekat, dengan sopan sopirnya membukakan pintu mobil untuk Naomi.
"Silahkan Nona!" sahut wanita berpakaian formal tersebut pada Naomi dengan sopan.
"Terimakasih!" ucap Naomi.
"Naomi!" seseorang memanggil Naomi saat akan naik ke dalam mobil.
Naomi mengurungkan kakinya untuk masuk kedalam mobil, dan menoleh memandang ke arah gadis yang memanggil namanya.
"Linda!" sahut Naomi.
"Sstt!" jangan keras-keras kalau bicara, nanti ada yang dengar!" Naomi reflek menutup mulut Linda.
"Kenapa? sebagian siswi sudah tahu kok, kalau kau sudah menikah!" kata Linda menarik tangan Naomi yang menutup mulutnya.
Oh, iya juga ya! pikir Naomi.
Acara pernikahannya sudah diekspos di media sosial, dan majalah terkenal di kota mereka.
"Apa kau langsung pulang? aku ingin ke Mall cuci mata, bagaimana kalau kita bersama?" tanya Linda.
Naomi tampak berpikir sebentar.
"Baiklah, ayo! aku akan permisi pada kak Jacob!" sahut Naomi, lalu masuk ke dalam mobil.
__ADS_1
Linda menyusul masuk ke dalam mobil, setelah itu mobil pun bergerak meninggalkan kampus.
Naomi mengambil ponselnya dari dalam tas, lalu menelepon suaminya, memberitahukan kalau dia pergi dengan Linda jalan ke Mall.
"Iya, nanti aku kasih tahu kalau mau pulang!" jawab Naomi saat akan mematikan ponselnya.
Setelah itu Naomi memasukkan kembali ponselnya kedalam tas.
Tidak berapa lama mobil memasuki parkir basement Mall.
Naomi dan Linda setelah turun dari mobil, menuju lift tidak jauh dari area mobil terparkir, dan di ikuti oleh Bodyguard Naomi di belakang mereka dengan jarak dua meter.
Dia tidak ingin membuat kebersamaan Nyonya mudanya dengan temannya, menjadi pusat perhatian dengan keberadaannya.
Linda membawa Naomi menuju tempat toko pakaian, sudah lama dia tidak membeli gaun untuk dirinya.
Linda menarik tangan Naomi memasuki toko.
"Aku ingin kau menilai pakaian yang akan ku coba!" kata Linda, melepaskan tangan Naomi di bagian pakaian wanita.
Linda mengambil beberapa pakaian dengan berbagai model, dan mulai mencobanya.
Naomi menjadi penilai, memberikan sarannya pada Linda untuk membeli beberapa pakaian tersebut, yang menurut Naomi begitu cocok dengan Linda.
Setelah membeli pakaian, Linda membawa Naomi pergi untuk makan es krim.
"Wah, dunia ini memang sempit ya, aku tidak menyangka bisa bertemu anak ingusan yang sok imut mencuri perhatian Jacob dan menjebak pria pujaan setiap wanita yang tidak pantas untuknya!" sahut seorang wanita tiba-tiba menyindir Naomi, saat mereka akan menghampiri meja untuk menikmati es krim mereka.
Tentu saja Naomi sontak menoleh memandang wanita itu, begitu juga dengan Linda.
Mereka berdua terbengong menatap wanita tersebut.
Wajah Naomi langsung berubah begitu melihat siapa kiranya yang mengejek dirinya, wanita yang mengamuk saat di pesta resepsi pernikahannya.
__ADS_1
Kenapa dia ada disini? pikir Naomi kaget begitu mengenali siapa wanita tersebut.
Bersambung....